JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menatap tahun depan dengan optimisme, yang tampak dari serangkaian target ambisius dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025.
BEI akan fokus mengembangkan pasar modal di tengah kondisi ekonomi makro yang diprediksi makin membaik. Adapun penurunan inflasi global dan suku bunga acuan, serta kebijakan ekonomi yang stabil dari pemerintah baru, menjadi dasar dalam penyusunan target tersebut.
Salah satu target yang dicanangkan BEI pada 2025 adalah peningkatan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) menjadi Rp 13,5 triliun, yang akan didukung oleh 242 hari bursa aktif.
Selain itu, BEI menargetkan 407 efek baru yang tercatat, terdiri atas saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya seperti Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), dan Efek Beragun Aset (EBA). Emisi produk baru seperti Waran Terstruktur juga diharapkan menjadi tambahan instrumen menarik di pasar modal.
“Pencatatan 407 efek baru tersebut naik 12%,” ungkap Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BEI yang salah satunya membahas RKAT 2025.
Lebih lanjut, Iman menjelaskan bahwa BEI juga menargetkan penambahan jumlah investor baru sebanyak 2 juta. Hal itu mencerminkan potensi besar dari segmen investor ritel yang terus berkembang di Indonesia.
Babak Baru
Di sisi lain, BEI menyoroti pentingnya peningkatan teknologi untuk mendukung efisiensi pasar. Pembaruan sistem perdagangan dan sistem terdampak direncanakan untuk menghadirkan platform perdagangan yang lebih cepat, stabil, dan mampu mengakomodasi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Selain siklus rutin pembaruan teknologi setiap enam tahun, inovasi tersebut juga dirancang untuk mendukung teknologi low latency yang makin penting di era digital.
Dalam hal produk dan layanan, BEI akan memperluas jangkauan ke derivatif keuangan serta memperkuat perlindungan investor melalui regulasi yang lebih baik. Edukasi pasar tetap menjadi prioritas, dengan kegiatan sosialisasi, workshop, dan one on one meeting yang rutin dilakukan secara virtual untuk mendukung calon emiten, investor, dan anggota bursa.
Sementara itu, secara keuangan, BEI memproyeksikan pendapatan meningkat 9,01% menjadi Rp 1,78 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih ditargetkan naik 1,53% menjadi Rp 275,02 miliar.
Meskipun ada peningkatan belanja investasi, likuiditas BEI tetap kuat dengan total kas, setara kas, dan aset keuangan lainnya diproyeksikan di atas Rp 3,1 triliun. Dengan posisi aset yang diperkirakan mencapai Rp 7 triliun dan ekuitas lebih dari Rp 6 triliun, BEI siap mendukung ekosistem pasar modal yang lebih dinamis dan inklusif pada 2025.
Melalui serangkaian target tersebut, BEI berkomitmen untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pendalaman pasar, inovasi teknologi, dan peningkatan likuiditas. Tahun 2025 menjadi babak baru bagi pasar modal Indonesia, yang tidak hanya bertujuan menjadi lebih inklusif, tetapi juga siap menghadapi tantangan global.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News