JAKARTA, investor.id - Seiring dengan semakin memanasnya konflik geopolitik, analis memprediksi saham-saham sektor minyak dan gas (migas) Indonesia, seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), berpotensi memberikan keuntungan menggiurkan bagi para investor.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan, meskipun ada beberapa faktor yang harus diperhatikan selain sentimen, seperti supply and demand di pasar. “Sebab, bisnis dasar minyak biasanya akan berkorelasi positif terhadap saham-saham tersebut,” ungkap pria yang akrab disapa Nico ini kepada Investor Daily, Kamis (1/8/2024).
Namun, Nico melihat pergerakan harga minyak belum sepenuhnya stabil, terutama di bulan Agustus ini. Ada kemungkinan pemangkasan produksi tidak akan diperpanjang, yang akan membuat supply bertambah banyak dan berpotensi menurunkan harga minyak hingga tahun depan jika permintaan tidak bertambah untuk mengimbangi supply.
Menurutnya, prospek harga minyak di masa depan perlu diperhatikan karena akan memberikan pengaruh terhadap saham-saham berbasis minyak. “Untuk jangka panjang, kami merekomendasikan MEDC dengan target harga Rp 1.900. Sementara untuk jangka pendek, ENRG dengan target harga Rp 230 dan PGAS Rp 1.630,” jelasnya.
Sementara itu, analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, kenaikan harga minyak dalam jangka pendek dan tingkat volatilitas harga minyak tidak langsung berdampak signifikan pada kinerja perusahaan. Perusahaan biasanya sudah menetapkan harga fix dalam periode tertentu, sehingga ketika harga minyak naik signifikan, perusahaan bisa saja kehilangan peluang atas kenaikan harga tersebut.
“Namun, secara sentimen, kenaikan harga minyak tetap akan mempengaruhi pelaku pasar," kata Sukarno.
Kinerja Positif
Sukarno menjelaskan, penguatan pada saham-saham seperti ENRG dan MEDC terutama didorong oleh hasil kinerja yang positif pada paruh pertama tahun 2024, baik secara top line maupun bottom line. Soal seberapa lama penguatan ini berlangsung akan tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi selanjutnya, baik dari sentimen luar atau dari fundamental dan teknikal.
“Secara teknikal, biasanya akan ada koreksi setelah penguatan signifikan karena adanya aksi profit taking," tambah Sukarno.
Sukarno mengatakan, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan untuk menahan saham PGAS dengan target harga Rp 1.800, serta membeli saham MEDC untuk trading dengan target harga 1.405 dan ENRG Rp 250.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News