BOGOR, KOMPAS.com- Salah satu penumpang bus, Asep (35), mengeluhkan fasilitas yang ada di Terminal Baranangsiang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Terminal tipe A ini dinilai minim fasilitas dan tidak dirawat dengan baik. Salah satunya jalan di dalam terminal yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
“Sayang apalagi ini terminal bisa dibilang terminal tipe A banyak yang dari Kota Bogor keluar maupun dari luar Kota Bogor berhenti di sini. Fasilitasnya jalan jalan yang rusak dibetulkan, jangan dibiarkan, pemerintah bisa ngeliriklah ke terminal,” ucap Asep saat diwawancarai Kompas.com, Selasa (9/7/2024).
Penumpang bus lainnya, Hermawan (41) mengeluhkan adanya jemuran pakaian yang ditempatkan di belakang pintu masuk terminal. Jemuran itu dinilai mengganggu estetika area publik.
Keberadaan jemuran ini tidak hanya mengurangi keindahan visual, tetapi juga dianggap tidak sesuai dengan fungsi area terminal sebagai tempat naik dan menurunkan penumpang.
“Tadi juga di pintu masuk belakang ada yang jemurin baju, jemuran. Kalau bisa jangan gitu, jadi enggak terjaga estetiknya,” ungkap Hermawan.
Senada dengan Hermawan, Rafika (24) mengeluhkan kondisi bangunan di terminal yang tampak usang.
Belum lagi kondisi di dalam terminal yang kumuh seperti tidak dilakukan perawatan.
Dengan kondisi tersebut, Rafika menganggap banyak penumpang yang enggan menunggu bus di dalam terminal, sehingga Terminal Baranangsiang tampak sepi.
“Kalau kondisinya kumuh, kusam, siapa yang masuk? Pasti orang juga mikir-mikir lagi. Apalagi saya sendirian, takut kalau nunggu berlama-lama di dalam,” ujarnya.
Dari pantauan Kompas.com, kondisi Terminal Baranangsiang tidak ada perubahan yang signifikan semenjak terakhir kali Kompas.com mendatanginya pada awal tahun 2024.
Sebagian bangunan di terminal sudah tua dan banyak asbes yang rusak.
Beberapa kios juga tutup dan kondisi di lantai dua belakang terminal tampak tidak berpenghuni.
Sedangkan ruang tunggu penumpang hanya ada di depan kantor Badan Pengelola Terminal.
Kondisi toilet yang kotor semakin memperburuk citra terminal ini.
Kepala Terminal Baranangsiang, Moses Lieba Ary menuturkan, belum ada rencana revitalisasi terminal untuk saat ini.
“Revitalisasinya masih proses tapi belum ada kejelasan pasti,” ujar Moses.