JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (13/8/2024). Pasar sedang menunggu rilis data inflasi produsen AS, sementara The Federal Reserve (The Fed) mulai tampak melunakkan nada hawkish, sebut analis ICDX Taufan Dimas Hareva.
Nilai tukar (kurs) rupiah menguat 122 poin atau 0,77% dan bertengger di level Rp 15.833 dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.955 per dolar AS.
"Saat ini investor masih menunggu data indeks harga produsen (PPI) dan indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis minggu ini guna mendapatkan lebih banyak informasi terkait kemungkinan penurunan suku bunga," ungkap Taufan dalam catatan Selasa.
Menurut dia, pergerakan nilai tukar rupiah mengalami penguatan di tengah spekulasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS.
“Optimisme pelaku pasar kembali meningkat setelah Gubernur The Fed Michelle Bowman melunakkan nada hawkish-nya,” imbuhnya. Sebelumnya, Bowman menyatakan adanya beberapa kemajuan mengindikasikan inflasi AS bergerak menurun secara berkelanjutan dalam beberapa bulan terakhir.
Pada pernyataannya pada Sabtu (10/8/2024) itu, Bowman menegaskan penurunan suku bunga akan dapat dilakukan secara bertahap jika data ekonomi terus menunjukkan inflasi bergerak menuju target 2% The Fed.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa naik ke level Rp 15.885 dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.963 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News