LONDON, investor.id – Sebuah pedang kuno, yang dikatakan tidak bisa dihancurkan dan paling tajam di dunia, telah hilang dari sebuah kota di Perancis. Pedang yang dikenal sebagai Excalibur Prancis ini tersimpan dan tertancap di dalam batu selama lebih dari 1.300 tahun, menurut laporan Telegraph seperti dikutip pada Kamis (11/7/2024).
Pedang Durandal itu mengacu pada pedang yang ditarik Raja Arthur dari batu sebagai "raja sejati" Inggris. Menurut legenda, seorang malaikat memberikan pedang itu kepada Kaisar Romawi Suci Charlemagne pada abad ke-VIII.
Meskipun tidak diketahui apa yang menyebabkan hilangnya senjata tersebut secara misterius, penduduk setempat percaya senjata tersebut dicuri oleh seorang pencuri yang kemungkinan besar menariknya keluar dari dinding batu tempat senjata tersebut berada, sekitar 100 kaki atau sekitar 30,48 meter di atas tanah.
Sebuah puisi abad ke-11, yang berbicara tentang 'kemampuan magis' pedang, adalah karya sastra Prancis tertua yang masih ada. Satu-satunya salinan “The Song of Roland" yang masih ada sekarang disimpan di Perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Pedang ini dan legenda yang mengelilinginya adalah salah satu daya tarik utama kota ini. Jika cerita di kota bisa dipercaya, pedang yang tidak bisa dihancurkan itu bisa menembus batu hanya dengan satu pukulan.
Legenda mengatakan Raja Charlemagne menghadiahkan pedang ajaib kepada prajurit terbaiknya, Roland, yang adalah seorang ksatria elit. Sebelum tewas dalam pertempuran, Roland berusaha menghancurkan pedang tersebut sehingga musuhnya tidak dapat menggunakannya tetapi tidak mampu mematahkannya.
Dalam keputusasaan, Roland melemparkan pedangnya ke udara dan pedang itu menempuh jarak ratusan kilometer sebelum mendarat pada sebuah tebing di Rocamadour, sebuah kota di Prancis.
Hilangnya pedang secara tiba-tiba telah membuat marah penduduk setempat yang percaya bahwa nasib mereka terkait dengan senjata legendaris tersebut.
“Kami akan merindukan Durandal. Tempat ini sudah menjadi bagian dari Rocamadour selama berabad-abad, dan tidak ada seorang pemandu pun yang tidak menunjukkannya saat ia berkunjung,” kata Wali Kota Dominique Lenfant kepada surat kabar Prancis.
Investigasi kini telah diluncurkan untuk melacak peninggalan kuno tersebut. Tetapi polisi bingung bagaimana seseorang bisa memanjat 100 kaki di permukaan batu dan mengeluarkan pedangnya.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News