#30 tag 24jam
THE WUR 2025, Unair Universitas Terbaik Kedua di Indonesia
UNAIR menduduki posisi ke 1201-1500 di dunia versi THE WUR 2025. [456] url asal
#the-wur-2025 #the-wur #times-higher-education #unair #international-outlook #itbm-uns #ugm #binus-university #ums
(MedCom) 13/10/24 13:14
v/16398021/
Jakarta: Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil duduk di peringkat kedua sebagai universitas terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Ranking (WUR) 2025. Sedangkan dalam peringkat global, UNAIR menduduki posisi ke 1201-1500 di dunia.Selain UNAIR, duduk di peringkat yang sama juga lima perguruan tinggi lain di Indonesia. Kelima perguruan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), BINUS University, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Unggul di International Outlook
Di antara indikator-indikator yang ada pada pemeringkatan THE WUR 2025, UNAIR unggul dalam indikator international outlook. UNAIR berhasil menempati peringkat kedua secara nasional pada indikator international outlook.Nilai tinggi pada Indikator ini menunjukan keberhasilan suatu universitas dalam menarik mahasiswa asing. Selain jumlah mahasiswa asing, indikator international outlook juga melihat kemampuan perguruan tinggi dalam menarik staf dan pengajar asing.
Indikator ini juga mengukur kemampuan universitas dalam melakukan kolaborasi internasional dengan berbagai pihak. UNAIR selalu senantiasa memfasilitasi mahasiswa asing untuk dapat menimba ilmu dan pengalaman di UNAIR.
Beberapa program internasional juga telah UNAIR persiapkan untuk menarik mahasiswa dari berbagai negara. Berbagai program tersebut, yaitu AMERTA (Academic Mobility Exchange for Undergraduate and Magister at Airlangga) dan LINGUA (Learning Indonesian Language at Universitas Airlangga).
Melalui program-program tersebut, mahasiswa asing dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman mereka lewat kegiatan budaya dan pendidikan di Indonesia. Mahasiswa asing juga bisa mendapat pembelajaran terkait isu-isu terkini yang terjadi di negara berkembang dan melihatnya melalui perspektif ilmu pengetahuan alam, kesehatan, dan sosial.
Research Quality dan Industry
Tidak hanya indikator international outlook, UNAIR juga memiliki keunggulan pada indikator research quality dan Industry. Indikator ini menilai kualitas penelitian dari suatu universitas. Indikator ini juga menilai kontribusi universitas dalam menyebarluaskan pengetahuan dan menyumbangkan ide-ide baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan.UNAIR selalu berkomitmen dalam mendorong mahasiswa, dosen, dan juga penelitinya untuk melakukan riset yang berdampak. UNAIR juga terus berupaya membangun budaya dan ekosistem menulis di kampus melalui berbagai program, seperti UNAIR Menulis, lokakarya peningkatan kualitas jurnal, dan Airlangga Writing Consultation.
Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa dan dosen bisa mendapatkan berbagai ilmu serta kiat-kiat dalam penulisan publikasi ilmiah. Selain itu, pada beberapa program, mahasiswa dan dosen juga berkesempatan mendapat bimbingan dari ahli penulisan ilmiah yang UNAIR miliki. Pembimbingan akan memberikan arahan sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing peserta.
Sementara itu, pada indikator Industry, UNAIR mengalami peningkatan nilai yang cukup drastis. UNAIR meriah nilai 27,9 pada indikator industry THE WUR 2025. Nilai ini meningkat sebanyak 8 poin dibandingkan nilai UNAIR pada indikator industry di THE WUR 2024 yang hanya mencapai 19,1. Indikator industry menunjukan bagaimana kemampuan perguruan tinggi dalam membantu industri melalui inovasi dan penemuan.
| Baca juga: Fakta Unik THE WUR 2025! 2 PTS Ini Sejajar Ranking-nya dengan ITB, UGM, dan UNAIR |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Fakta Unik THE WUR 2025! 2 PTS Ini Sejajar Ranking-nya dengan ITB, UGM, dan UNAIR
Uniknya, 2 PTS sejajar peringkatnya dengan 4 PTN, yakni ITB, UGM, UNAIR dan UNS. [468] url asal
#the-wur-2025 #the-wur #times-higher-education #peringkat-perguruan-tinggi #pts #itb #ugm #unair #uns
(MedCom) 13/10/24 11:54
v/16398036/
Jakarta: Sebanyak 6 perguruan tinggi di Indonesia duduk di peringkat yang sama dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Ranking (WUR) 2025. Yakni menduduki peringkat ke-2 universitas terbaik di Indonesia sekaligus 1201-1500 terbaik di dunia.Keenam perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Bandung (ITB), BINUS University, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Uniknya, 2 dari 6 perguruan tinggi tersebut berstatus PTS (perguruan tinggi swasta)
BINUS University melejit dalam pemeringkatan THE WUR periode ini. BINUS University menempati perguruan tinggi terbaik kedua di Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Times Higher Education. Pengakuan ini merupakan sebuah apresiasi terhadap upaya BINUS University dalam menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan standar kualitas, mutu, dan penilaian yang ditetapkan oleh Times Higher Education,” kata Rektor BINUS University, Nelly, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 10 Oktober 2024.
BINUS University berhasil meraih posisi 1.201-1.500 dalam peringkat global. Di dalam negeri, BINUS University naik dua peringkat dibandingkan pemeringkatan periode lalu.
Nelly menyebut ini membuktikan komitmen terbaik dalam memberikan pendidikan berkualitas dan meningkatkan keunggulan akademik. Times Higher Education melakukan penilaian terhadap lebih dari 2.000 institusi pendidikan di 115 negara di seluruh dunia.
Sementara itu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Indonesia dalam debutnya di Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025. UMS dan BINUS University berhasil menjadi kampus swasta yang bertengger di peringkat kedua di Indonesia dan peringkat 1201-1500 secara global dengan overall score sebesar 25.2-30.6.
Wakil Rektor V UMS, Supriyono, mengatakan, UMS dalam THE WUR 2025 berhasil menunjukkan taringnya. Sebab, pemeringkatan THE dinilai lebih sulit dan berat oleh sebagian kampus negeri maupun swasta di Indonesia dibandingkan dengan pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS).
“Ini memang suatu capaian yang membanggakan untuk UMS,” kata Supriyono dikutip dari laman ums.ac.id, Jumat, 11 Oktober 2024.
Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025 merilis daftar perguruan tinggi terbaik di dunia. Pemeringkatan kali ini mencakup 2.000 universitas dari 115 negara dan wilayah.
Pemeringkatan menggunakan metodologi WUR 3.0 yang mencakup 18 indikator kinerja yang dikalibrasi dengan cermat yang mengukur kinerja lembaga di lima bidang. Kelima bidang tersebut adalah pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, industri, dan pandangan internasional.
Berikut ini 20 universitas terbaik di Indonesia berdasarkan THE WUR 2025:
- Universitas Indonesia 801-1000
- Institut Teknologi Bandung (ITB) 1201-1500
- BINUS University 1201-1500
- Universitas Airlangga 1201-1500
- Universitas Gadjah Mada 1201-1500
- Univeristas Muhammadiyah Surakarta 1201-1500
- Universitas Sebelas Maret 1201-1500
- Universitas Diponegoro 1501+
- Univeristas Hasanuddin 1501+
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1501+
- IPB University 1501+
- Universitas Islam Indonesia 1501+
- Universitas Jember 1501+
- Universitas Negeri Malang 1501+
- Telkom University 1501+
- Universitas Ahmad Dahlan 1501+
- Universitas Andalas 1501+
- Universitas Muhammadiyah Malang 1501+
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 1501+
- Universitas Negeri Semarang 1501
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Skor ITS Naik di Pemeringkatan THE WUR 2025, Ini 5 Indikator Pendongkraknya
ITS mengalami peningkatan skor THE WUR pada empat dari lima indikator penilaian yang ada. [389] url asal
#the-wur-2025 #the-wur #times-higher-education #its #skor-its #universitas
(MedCom) 12/10/24 19:28
v/16371002/
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengalami peningkatan skor dalam rilisan terbaru Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025. ITS mengalami peningkatan skor pada empat dari lima indikator penilaian yang ada.Manajer Senior Urusan World Class University (WCU) ITS, Rulli Pratiwi Setiawan, THE WUR 2025 memberlakukan aturan baru dalam indikator dan bobot penilaian dibandingkan tahun sebelumnya. Tak hanya itu, tahun ini terdapat lebih dari 2.000 universitas dari 115 negara di dunia yang masuk dalam pemeringkatan.
“Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 1.907 universitas dari 93 negara,” ungkapnya.
Rulli membeberkan, pada THE WUR 2025 ini ITS berhasil memperoleh skor total sebesar 24,2 poin, naik 1,4 poin dibandingkan tahun lalu. Poin tersebut merupakan akumulasi dari kelima kriteria penilaian yakni Teaching 25,5; Research Environment 10,7; Research Quality 28,6; Industry 41,2; dan International Outlook 45,1.
“Peningkatan skor diperoleh pada empat indikator yakni Teaching, Research Quality, Industry, dan International Outlook,” imbuhnya.
Lebih lanjut, tutur Rulli, indikator dengan peningkatan skor tertinggi ada pada indikator Industry. Dalam penilaiannya, indikator ini mencakup aspek kontribusi suatu universitas terhadap dunia industri melalui inovasi, penemuan, dan kolaborasi komersial.
Aspek ini nantinya diukur berdasarkan pendapatan riset dari sektor industri dan jumlah paten yang mengutip penelitian suatu universitas. “Hal ini membuktikan performa unggul dari ITS di bidang industri dan inovasi,” terangnya.
Berbicara mengenai target, Rulli menuturkan bahwa ITS selalu berusaha mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Hal tersebut dicerminkan dengan banyaknya terobosan untuk program-program baru dalam rangka meningkatkan performa ITS di level nasional dan internasional.
“Namun, peringkat 1501+ pada THE WUR 2025 mengindikasikan bahwa ITS masih perlu mengakselerasi kinerjanya,” ujar dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS ini.
Rulli pun menyampaikan, indikator International Outlook masih harus menjadi target untuk lebih ditingkatkan ke depannya. Indikator ini meliputi keterbukaan dan daya tarik internasional dari suatu universitas.
Hal tersebut diukur dari rasio staf dan mahasiswa internasional serta kolaborasi internasional dalam penelitian. Sebagai langkah menuju peningkatan yang lebih besar, Rulli menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi di setiap lini.
Alumnus Hiroshima University, Jepang ini mengharapkan sinergi yang optimal dari seluruh departemen dan birokrasi untuk memperoleh hasil kinerja yang lebih maksimal. “Harapannya, peringkat ITS pun dapat terus meningkat,” tandasnya optimistis.
| Baca juga: Terbaru! THE WUR 2025 Rilis Daftar 20 Universitas Terbaik di Indonesia, Ada Kampusmu? |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Geser Unair, BINUS University Jadi Universitas Terbaik Nomor 2 di Indonesia Versi THE WUR 2025
BINUS University berhasil meraih posisi 1.201 hingga 1.500 dalam peringkat global. [339] url asal
#the-wur-2025 #ranking-binus #perguruan-tinggi-terbaik-di-indonesia #binus-the-wur-2025 #the-wur-binus-university #the-wur-2025-indonesia
(MedCom) 10/10/24 10:48
v/16246358/
Jakarta: BINUS University melejit dalam pemeringkatan oleh lembaga Times Higher Education. Dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025, BINUS University menempati perguruan tinggi terbaik kedua di Indonesia.“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Times Higher Education. Pengakuan ini merupakan sebuah apresiasi terhadap upaya BINUS University dalam menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan standar kualitas, mutu, dan penilaian
yang ditetapkan oleh Times Higher Education,” kata Rektor BINUS University, Nelly, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 10 Oktober 2024.
BINUS University berhasil meraih posisi 1.201 hingga 1.500 dalam peringkat global. Di dalam negeri, BINUS University naik dua peringkat dan menggeser posisi Universitas Airlangga (Unair) yang tahun lalu ada di posisi dua.
Nelly menyebut ini membuktikan komitmen terbaik dalam memberikan pendidikan berkualitas dan meningkatkan keunggulan akademik. Times Higher Education melakukan penilaian terhadap lebih dari 2.000 institusi pendidikan di 115 negara di seluruh dunia.
Proses evaluasi ini mempertimbangkan lima area utama, yaitu Teaching (lingkungan pembelajaran), Research Environment (volume, pendapatan, dan reputasi), Research Quality (dampak sitasi, kekuatan penelitian, keunggulan penelitian, dan pengaruh penelitian), International Outlook (staf, mahasiswa, dan penelitian), serta Industry (pendapatan dan paten).
"Hal ini juga menegaskan komitmen kami untuk menyediakan lingkungan pembelajaran yang menyiapkan mahasiswa kami agar mereka siap menghadapi dunia global dan mencapai sasaran mutu BINUS University, yaitu 2 dari 3 lulusan bekerja di perusahaan global atau menjadi entrepreneur," papar dia.
Dia menyebut pencapaian dari berbagai aspek tersebut merupakan wujud nyata dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam hal keunggulan akademik, penelitian, inovasi, kolaborasi internasional, hingga pemberdayaan masyarakat.
Nelly memastikan BINUS University terus berkontribusi membina dan memberdayakan masyarakat untuk membangun Nusantara lebih baik dengan mengemban visi BINUS 2035, “a World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation”.
Pengakuan ini juga memantapkan langkah BINUS University untuk terus melanjutkan perjalanan dalam upaya meningkatkan keunggulan penyelenggaraan pendidikan dan memberikan berkontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan baik Indonesia maupun dunia.
| Baca juga: Terbaru! THE WUR 2025 Rilis Daftar 20 Universitas Terbaik di Indonesia, Ada Kampusmu? |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(REN)
THE WUR 2025 Bakal Diumumkan 9 Oktober, Ini Metodologi Penilaian yang Digunakan
Pemeringkatan dinilai berdasarkan lima hal, yaitu Teaching, Research environment, Research quality, International outlook, dan Industry. [1,339] url asal
#the-wur-2025 #penilaian-the-wur-2025 #metodologi-the-wur
(MedCom) 03/10/24 12:26
v/15905888/
Jakarta: Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) bakal merilis daftar perguruan tinggi terbaik di dunia pada 2025. Daftar universitas terbaik 2025 bakal dirilis pada 9 Oktober 2024.Pemeringkatan dinilai berdasarkan lima hal, yaitu Teaching (pengajaran), Research environment (lingkungan penelitian), Research quality (kualitas penelitian), International outlook (pandangan internasional), dan Industry (industri). Berikut ini penjelasan metodologi penilaian THE WUR 2025 dikutip dari laman timeshighereducation.com:
1. Teaching: 29.5%
- Reputasi pengajaran: 15%
- Rasio staf terhadap mahasiswa: 4,5%
- Rasio doktor terhadap sarjana: 2%
- Rasio doktor yang dianugerahi terhadap staf akademik: 5,5%
- Penghasilan institusi: 2,5%
Apabila ada disiplin ilmu atau negara yang terlalu atau kurang terwakili, tim data THE memberikan bobot pada tanggapan untuk sepenuhnya mencerminkan distribusi sarjana secara global. Pada 2024, THE menerapkan ukuran tambahan dengan melihat jumlah institusi yang memiliki akademisi yang memberikan suara untuk universitas tertentu. Data tahun 2024 digabungkan dengan hasil survei tahun 2023, sehingga menghasilkan lebih dari 93.000 tanggapan.
Selain memberikan gambaran tentang seberapa besar komitmen sebuah institusi dalam membina generasi akademisi berikutnya, proporsi yang tinggi dari mahasiswa pascasarjana yang melakukan penelitian juga menunjukkan penyediaan pengajaran di tingkat tertinggi yang menarik bagi para lulusan dan efektif dalam mengembangkan mereka. Indikator ini dinormalisasi untuk memperhitungkan bauran mata kuliah yang unik dari sebuah universitas, yang mencerminkan bahwa volume penghargaan doktor bervariasi menurut disiplin ilmu.
Pendapatan institusi diukur berdasarkan jumlah staf akademik dan dinormalisasi untuk paritas daya beli (PPP). Hal ini menunjukkan status umum institusi dan memberikan gambaran yang luas mengenai infrastruktur dan fasilitas yang tersedia bagi mahasiswa dan staf.
2. Research environment: 29%
- Reputasi penelitian: 18%
- Pendapatan penelitian: 5.5%
- Produktivitas penelitian: 5,5%
Pendapatan penelitian diukur berdasarkan jumlah staf akademik dan disesuaikan dengan paritas daya beli (PPP). Ini merupakan indikator yang kontroversial karena dapat dipengaruhi oleh kebijakan nasional dan keadaan ekonomi.
Namun, pendapatan sangat penting untuk pengembangan penelitian kelas dunia, dan karena sebagian besar dari penelitian tersebut tunduk pada kompetisi dan dinilai oleh tinjauan sejawat, para ahli THE menyarankan agar indikator ini menjadi ukuran yang valid.
Indikator ini sepenuhnya dinormalisasi untuk memperhitungkan profil subjek yang berbeda di setiap universitas, yang mencerminkan fakta bahwa hibah penelitian di bidang sains sering kali lebih besar daripada hibah yang diberikan untuk penelitian ilmu sosial, seni, dan humaniora dengan kualitas terbaik.
Untuk mengukur produktivitas, THE menghitung jumlah publikasi yang diterbitkan di jurnal akademik yang diindeks oleh database Scopus Elsevier per akademisi, yang diskalakan berdasarkan ukuran institusi dan dinormalisasi berdasarkan subjek.
Hal ini memberikan gambaran mengenai kemampuan universitas untuk menerbitkan makalah yang diterbitkan di jurnal yang diulas oleh rekan sejawat yang berkualitas. Dari peringkat 2018, THE merancang sebuah metode untuk memberikan kredit untuk makalah yang diterbitkan dalam subjek di mana universitas tidak memiliki staf.
3. Research quality: 30%
- Dampak kutipan: 15%
- Kekuatan penelitian: 5%
- Keunggulan penelitian: 5%
- Pengaruh penelitian: 5%
Tahun ini, penyedia data bibliometrik, Elsevier, menyediakan lebih dari 157 juta kutipan untuk 18 juta artikel jurnal, ulasan artikel, prosiding konferensi, buku, dan bab buku yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun. Data tersebut mencakup lebih dari 30.000 jurnal tinjauan sejawat aktif yang diindeks oleh basis data Scopus Elsevier dan semua publikasi yang diindeks antara tahun 2019 dan 2023.
Kutipan dari publikasi-publikasi ini yang dibuat dalam enam tahun dari 2019 hingga 2024 juga dikumpulkan. Data ini sekarang dianalisis oleh tim data THE, bukan oleh Elsevier.
Kutipan tersebut membantu menunjukkan seberapa besar kontribusi setiap universitas terhadap jumlah pengetahuan manusia: kutipan tersebut memberi tahu penelitian siapa yang paling menonjol, yang telah diambil dan dikembangkan oleh para ilmuwan lain, dan yang paling penting, telah dibagikan ke seluruh komunitas ilmiah global untuk memperluas batas-batas pemahaman kita, apa pun disiplinnya.
Data dinormalisasi untuk mencerminkan variasi dalam volume kutipan di antara berbagai bidang ilmu. Ini berarti institusi dengan tingkat aktivitas penelitian tinggi dalam subjek yang secara tradisional memiliki jumlah kutipan yang tinggi tidak mendapatkan keuntungan yang tidak adil.
THE telah memadukan ukuran yang sama dari ukuran mentah skor kutipan yang disesuaikan dengan negara dan yang tidak disesuaikan dengan negara.
Tiga ukuran kualitas penelitian baru ditambahkan pada tahun 2023. Kekuatan penelitian menghitung persentil ke-75 dari dampak kutipan tertimbang di lapangan - panduan yang sangat kuat untuk mengetahui seberapa kuat penelitian pada umumnya.
Keunggulan penelitian melihat jumlah publikasi penelitian yang masuk dalam 10 persen teratas untuk dampak kutipan berbobot bidang di seluruh dunia - sebuah panduan untuk jumlah penelitian terkemuka di dunia di sebuah institusi. Hal ini dinormalisasi berdasarkan tahun, subjek, dan jumlah staf.
Pengaruh penelitian membantu memahami kapan sebuah penelitian diakui sebagai penelitian yang paling berpengaruh di dunia - sebuah pandangan yang lebih luas tentang keunggulan. Gagasan di balik metrik ini adalah bahwa nilai kutipan tidak sama: kutipan dari makalah yang “penting” lebih penting daripada kutipan dari makalah yang “tidak penting”.
THE menggunakan metode berulang untuk mengukur tingkat kepentingan sebuah makalah dengan tidak hanya menghitung jumlah kutipan, tetapi juga mempertimbangkan tingkat kepentingan makalah yang mengutip. THE juga mempertimbangkan subjek penelitian, karena disiplin ilmu yang berbeda memiliki pola pengutipan yang berbeda.
4. International outlook: 7.5%
- Proporsi mahasiswa internasional: 2.5%
- Proporsi staf internasional: 2.5%
- Kolaborasi internasional: 2,5%
Indikator ini dinormalisasi untuk memperhitungkan bauran subjek universitas dan menggunakan periode lima tahun yang sama dengan kategori “Kualitas penelitian”.
Negara-negara besar kurang beruntung dibandingkan dengan negara-negara kecil dalam metrik internasional, karena “lebih mudah” bagi staf dan mahasiswa di negara-negara kecil untuk bekerja atau belajar di luar negeri.
Hal ini membuat THE mengubah pendekatan normalisasi untuk ketiga ukuran tersebut pada tahun 2023, dan selanjutnya mempertimbangkan populasi suatu negara ketika mengevaluasi metrik ini.
Metrik belajar di luar negeri -yang menilai penyediaan kesempatan belajar internasional bagi siswa domestik- melengkapi pilar Pandangan Internasional, tetapi saat ini diberi bobot 0%. Bobot nol adalah ketentuan sementara karena dampak Covid-19 terhadap perjalanan internasional.
5. Industry: 4%
- Pendapatan industri: 2%
- Paten: 2%
Metrik ini menunjukkan sejauh mana bisnis bersedia membayar untuk penelitian dan kemampuan universitas untuk menarik pendanaan di pasar komersial-indikator yang berguna untuk kualitas institusi.
Namun, sejauh mana universitas mendukung ekonomi nasional mereka melalui transfer teknologi adalah area yang layak mendapatkan pengakuan lebih besar. Metrik paten, yang diperkenalkan pada tahun 2023, didefinisikan sebagai jumlah paten dari sumber mana pun yang mengutip penelitian yang dilakukan oleh universitas.
Data ini disediakan oleh Elsevier dan berhubungan dengan paten yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2023 (bukan penelitian yang diterbitkan di antara tanggal-tanggal tersebut).
Tahun ini, sumber untuk paten telah diperluas di luar Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia, Kantor Paten Eropa, dan kantor paten AS, Inggris, dan Jepang, untuk memasukkan lebih dari 100 kantor paten di seluruh dunia. Secara keseluruhan, 43 kantor paten yang relevan untuk periode waktu tersebut.
Ukuran ini memiliki bobot subjek untuk menghindari hukuman bagi universitas yang menghasilkan penelitian di bidang yang memiliki jumlah paten yang rendah, dan diskalakan berdasarkan ukuran institusi.
Nah itulah metodologi penilaian yang digunakan pada THE WUR 2025. Yuk sama-sama kita nantikan universitas terbaik pada 2025.
| Baca juga: Ini 100 Universitas Terbaik di Dunia versi THE WUR 2024 |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(REN)