JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur Jakarta nomor urut dua, Dharma Pongrekun, melakukan blusukan di Kampung Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (2/10/2024).
Dharma blusukan untuk menyapa warga serta mendengar keluhan mereka. Selain itu, ia juga mengenalkan program unggulannya.
Namun, banyak warga yang belum mengenal Dharma karena jarang muncul di televisi.
"Baru kenal, iya soalnya kan Pak Dharma jarang muncul di televisi, jadi kita enggak tahu," ucap Rohana (60), warga Kampung Gembrong, Rabu (2/10/2024).
Rohana baru mengetahui ada calon gubernur yang datang setelah diberi tahu oleh ketua Rukun Tetangga (RT). Dia pun hadir karena ingin mengetahui visi misi Dharma.
"Kalau istilahnya, Rano Karno (calon wakil gubernur Jakarta nomor urut 3) kan sudah kelihatan, sudah tahu gitu. Nah, ini kami belum tahu ya visi misi (Dharma-Kun), orangnya kayak apa sih. Kalau Bang Doel kan dari kecil sekolah saja sudah tahu," kata Rohana.
Rohana ingin menyampaikan masalah saluran air yang sering memicu banjir ketika hujan kepada calon independen itu.
Hal serupa dirasakan Suryani (30) yang juga belum mengenal Dharma Pongrekun. Ia mengaku kaget ketika rumahnya diketuk oleh calon gubernur tersebut untuk berkenalan.
"Kaget sih sebenarnya, tadi soalnya enggak tahu ada yang mau datang, tiba-tiba di depan rumah langsung ramai-ramai begitu," ucap Suryani.
Suryani baru mengenal Dharma setelah berkenalan dan mendengar penjelasan program yang akan dijalankan jika terpilih.
"Tadi dijelaskan program-programnya, termasuk memperbaiki perekonomian untuk perempuan, jadi kita enggak hanya di rumah terus," ucap Suryani.
Sementara itu, Samihadi (60) mengatakan baru mengetahui Dharma ketika disapa saat blusukan di Kampung Gembrong.
"Ya, baru kenal pas disapa tadi oleh Pak Dharma, sebelumnya belum tahu," ucap Samihadi.
Samihadi berharap, jika Dharma terpilih, ia bisa mengatasi masalah saluran air di Kampung Gembrong, yang menjadi penyebab banjir.
Setelah blusukan, Dharma Pongrekun berdiskusi dengan warga Kampung Gembrong untuk mendengar masalah yang dihadapi dan mencarikan solusi jika terpilih pada Pilkada 2024.