#30 tag 24jam
6 Cara Mencapai Kesuksesan Menurut Warren Buffett, Bisa Anda Contek Caranya
Beberapa cara mencapai kesuksesan menurut Warren Buffett yang bisa Anda contek. [523] url asal
#unlisted #warren-buffett #jangan-lewatkan #rahasia-sukses #cara-sukses-di-usia-muda #tips-sukses-bisnis #tips-sukses #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan - Terbaru) 03/10/24 11:28
v/15903075/
Penulis: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Warren Buffettt membagikan beberapa cara agar bisa mendapatkan kesuksesan.
Sebelum sesukses sekarang, Warren Buffett mengalami banyak hal. Warren Buffett tidak selalu berada di puncak, ada masa dimana ia merasakan kegagalan.
Yang menjadi menarik bukan pada kegagalannya, tetapi cara Buffett bangkit dari kegagalan.
Hal tersebut tidak lepas dari prinsip-prinsip yang selalu Warren Buffett anut. Prinsip ini bisa Anda contoh terlebih saat sedang mengalami kesulitan.
Berikut 6 saran Warren Buffet agar tetap sukses meskipun mengalami kesulitan. Daftar ini dihimpun dari CNBC, Inc. dan Motley Fool.
Tinggalkan kebiasaan lama
Jika ingin meraih kesuksesan, Anda perlu meninggalkan kebiasaan lama yang merugikan. Warren Buffett mengatakan, sikap yang buruk berawal dari kebiasaan-kebiasaan yang buruk juga.
Anda mungkin tidak sadar jika kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari bisa membentuk pola sikap Anda.
Jika Anda mulai sadar sikap Anda dampak negatif, coba cari akar masalahnya. Jika sikap Anda tersebut berasal dari kebiasaan, tinggalkan kebiasaan yang memicu sikap negatif tersebut.
Disiplin mengelola emosi
Hal yang paling penting dan cukup sukar untuk dilakukan adalah mengolah emosi. Dalam buku Getting There: A Book of Mentors, Warren Buffett mengatakan jika menjaga lisan saat emosi sedang tinggi adalah hal yang penting.
Warren Buffett menambahkan jika besar kemungkinan keputusan yang salah diambil saat emosi sedang tidak stabil. Buffett menyarankan agar Anda bisa mengetahui dan paham dengan tingkatan emosi Anda.
Luangkan waktu untuk mendalami diri sendiri dan cari solusi-solusi pengendalian emosi yang sesuai.
Cara ini bisa juga saat sedang bersosialisasi. Peka dan paham dengan pergerakan emosi orang terdekat dapat membuat Anda bijak dalam mengambil sikap.
Tidak berkorban pada hal tidak penting
Salah satu cara untuk sukses adalah mau mengambil resiko. Mencoba hal baru memang penting, tetapi Anda juga harus paham dengan kebutuhan Anda.
Mengambil resiko untuk mendapatkan hal yang tidak butuhkan, justru akan membuat Anda kesusahan di kemudian hari.
Warren Buffett mengatakan, akan sangat sia-sia jika hanya menuruti nafsu. Terlebih mengambil resiko tinggi hanya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.
Kenali diri sendiri
Dalami apa yang menjadi kelemahan dan keunggulan Anda. Maksimalkan apa yang menjadi kelebihan Anda, dan hindari hal-hal yang menjadi kelemahan Anda.
Buffett mengatakan bahwa Anda tidak perlu menjadi sangat mahir dalam berbagai bidang. Anda cukup pahami diri sendiri dan fokus pada hal-hal yang menjadi keunggulan Anda.
Buffett juga menambahkan jika penting bagi Anda agar paham dengan kelemahan Anda. Dengan tahu kelemahan diri, Anda bisa menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri.
Bergaul dengan orang-orang yang tepat
Pengaruh eksternal juga sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Pergaulan juga mempengaruhi kesuksesan Anda. Jika salah memilih pertemanan yang salah, besar kemungkinan Anda juga ikut terpengaruh.
Warren Buffett menyarankan untuk bergaul dengan orang-orang yang lebih ahli dibanding Anda.
Dengan bergaul dengan orang-orang berpengalaman, dengan sendirinya Anda akan mencontoh kebiasaan-kebiasaan mereka.
Tentunya Anda bergaul dengan orang-orang berpengalaman dalam hal yang positif.
Menghemat pengeluaran
Rahasia sukses Warren Buffett selanjutnya adalah berhemat. Warren Buffett tetap menjaga kesederhanaannya dan berhemat meskipun memiliki harta yang melimpah.
Warren Buffett tetap tinggal di rumah yang sama selama puluhan tahun dan makan di tempat yang murah.
Uang yang melimpah tidak menjadikan Anda bisa bebas menghamburkannya. Berhemat bisa membuat Anda lebih siap dengan hal-hal tidak terduga.
5 Tips Sukses Bangun Bisnis Travel buat Anak Muda
Memulai bisnis di industri travel and tour bisa menjadi jalan yang menarik bagi generasi muda untuk mengubah passion menjadi sumber penghasilan. [418] url asal
#bisnis-travel #tips-sukses #pengusaha-muda #industri-pariwisata
(detikFinance - SolusiUKM) 27/08/24 14:00
v/14767155/
Jakarta - Memulai bisnis di industri travel and tour bisa menjadi jalan yang menarik bagi generasi muda untuk mengubah passion menjadi sumber penghasilan.
Nurul, pengusaha muda berusia 27 tahun asal Bima, telah membuktikan bahwa dengan tekad, kreativitas, dan konsistensi, bisnis travel dapat berkembang pesat meskipun dimulai dari nol. Berikut lima tips berharga dari Nurul yang dapat membantu Anda sukses di industri ini.
1. Temukan Passion dan Kenali Potensi Pasar
"Kesuksesan dimulai dari apa yang Anda cintai," kata Nurul yang merupakan CEO dari PT Traventour Cakrawala Indonesia, di Jakarta, Selasa (27/8/2024).
Pentingnya menemukan passion dan mengaitkannya dengan kebutuhan pasar.
"Jika Anda memiliki passion di dunia perjalanan, tanyakan pada diri sendiri: Bagaimana saya bisa membuat orang lain merasakan keindahan dunia ini? Apakah dengan menyediakan travel murah? Atau dengan menawarkan pengalaman perjalanan unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain?"
2. Jadikan Konsistensi Senjata Utama Anda
Konsistensi yang membawa bisnis Anda ke puncak. "Dalam menjalankan bisnis travel and tour, tantangan pasti ada. Namun, kunci kesuksesannya tidak pernah berhenti berinovasi dan terus bergerak maju," ujar Nurul. Setiap hari, cari cara untuk meningkatkan layanan Anda, contohnya dengan menambah destinasi baru, atau memberikan layanan pelanggan yang lebih personal.
3. Wujudkan Impian Besar dengan Langkah Kecil
"Banyak pengusaha muda terjebak dalam bayangan impian besar mereka tanpa memikirkan langkah-langkah kecil yang perlu diambil," kata Nurul. "Impian besar itu penting, tapi jangan lupa untuk menyederhanakan impian tersebut menjadi tujuan yang bisa dicapai secara bertahap. Mulailah dengan paket perjalanan sederhana, lalu kembangkan seiring dengan pertumbuhan bisnis Anda."
4. Kelola Keuangan dengan Cerdas, Jangan Mudah Berhutang
Nurul memulai bisnis tanpa modal besar, investor, atau riba. "Jangan biarkan diri Anda tergoda untuk berhutang jika tidak benar-benar diperlukan. Dalam bisnis travel, pengelolaan keuangan yang bijaksana adalah fondasi kesuksesan. Selalu siapkan dana cadangan untuk menghadapi situasi tak terduga."
5. Berinovasi, Tetap Relevan
Di industri travel, yang dinamis dan selalu berubah, inovasi adalah kunci untuk tetap relevan.
"Selalu pikirkan bagaimana Anda bisa menawarkan sesuatu yang berbeda. Misalnya, selain paket perjalanan biasa, coba tawarkan pengalaman unik" saran Nurul.
Dengan menerapkan tips ini, Nurul berhasil mendirikan perusahaan travel and tour di Bogor, dengan omzet hampir 2 miliar. Traventour Agency, telah melayani ribuan klien, untuk perjalanan domestik maupun internasional, sehingga kini menjadi salah satu travel yang direkomendasikan di Bogor.
Inovasi yang dilakukan nurul tahun ini, siap meluncurkan layanan travel Umroh pada September 2024. Layanan ini menyediakan perjalanan ibadah dengan harga yang terjangkau namun tetap mengedepankan kualitas.
Nurul membuktikan dengan passion, konsistensi, dan inovasi, siapapun bisa membangun bisnis travel yang sukses dan berkelanjutan.
(rir/rir)
13 Kebiasaan yang Jadi Kunci Bill Gates Sukses Menjalankan Bisnis
Kebiasaan Bill Gates yang menjadi kunci sukses sebagai pebisnis dan miliarder. [1,006] url asal
#bill-gates #the-bill-amp-melinda-gates-foundation #unlisted #microsoft #jangan-lewatkan #kebiasaan-miliarder #kebiasaan-miliarder-dunia #tips-sukses #kekayaan-bill-gates #berita-nasional #indonesia
(Kontan - Terbaru) 25/07/24 09:55
v/12033542/
Sumber: Yahoo Finance | Editor: Tiyas Septiana
KONTAN.CO.ID - Selain kecerdasannya, kesuksesan membangun bisnis membuat banyak orang mengidolakan Bill Gates.
Bahkan Ayah dari tiga anak ini selalu masuk dalam daftar 10 besar orang terkaya di dunia.
Meskipun saat ini Gates lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kegiatan filantropi, tidak membuat kekayaannya berkurang.
Capaian ini Bill Gates tentu dibarengi dengan kerja keras, ketekunan, serta kebiasaan yang membawanya ke kesuksesan.
Merangkum dari Yahoo Finance, berikut ini kebiasaan-kebiasaan Bill Gates yang membuatnya sukses.
Memiliki rasa ingin tahu yang kuat
Bill Gates pernah mengenyam pendidikan di salah satu kampus top dunia, Harvard.
Meskipun hanya sebentar, Gates mampu memaksimalkan ilmu yang ia dapat dan jaringan pertemanan selama berkuliah di Harvard.
Meskipun sangat menyukai komputer, Gates menyempatkan diri untuk mengikuti berbagai kelas berbeda saat di Harvard.
Kebiasaan ingin tahu akan ilmu pengetahuan serta keinginan untuk mengembangkan diri, membuat Gates mampu mengembangkan bisnisnya dengan baik.
Bahkan organisasi alam miliknya, The Bill & Melinda Gates Foundation, memiliki salah satu program yang fokus pada pendidikan khususnya matematika.
Orang tua yang selalu mendukung
Salah satu panutan Bill Gates diketahui adalah orang tuanya sendiri. Orang tua Gates sangat mendukung kegemaran anaknya dalam bidang komputer.
Meskipun awalnya terkejut dengan keputusan Bill Gates untuk drop out dari Harvard, orang tua Gates pada akhirnya mendukung penuh keputusan sang putra.
Ayah Bill Gates bahkan membantu sang anak untuk mendapatkan kontrak eksklusif dengan IBM ketika Microsoft masih merintis
Sang Ayah juga merupakan inspirasi dalam kegiatan filantropinya. Bill Gates Sr., Ayah dari Bill Gates, juga membantu putranya dalam kegiatan filantropi.
Gemar membaca
Hampir semua miliarder dunia memiliki kegemaran membaca, termasuk Bill Gates.
Sejak kecil, Bill Gates sudah sering membaca banyak buku mulai dari ensiklopedia, fiksi ilmiah, dan masih banyak jenis buku lainnya.
Kegemarannya dalam membaca buku sama sekali tidak berubah. Bahkan dalam salah satu unggahan di X, Bill Gates mengungkapkan bahwa ia selalu menyempatkan diri untuk membaca setiap hari meskipun sedang sibuk.
Gates juga senang membagikan buku-buku yang ia baca melalui blog miliknya, GatesNotes
Memilih rekan bisnis yang tepat
Salah satu keahlian Bill Gates adalah memilih rekan bisnis yang tepat. Gates menyebutkan bahwa rekan bisnis paling cocok dengannya adalah Paul Allen.
Gates dengan Allen bersama-sama mendirikan Microsoft pada tahun 1975. Delapan tahun setelahnya, Allen memutuskan untuk pensiun dari Microsoft karena penyakit Hodgkin.
Selalu mencintai pekerjaannya
Mencintai pekerjaan menjadi kunci kesuksesan Bill Gates selanjutnya. Bill Gates sudah "jatuh cinta" pada komputer sejak kecil dan fokus mengembangkan bisnisnya di bidang ini.
Pada salah satu wawancara tahun 1998, Bill Gates menjelaskan bahwa Anda harus menyukai apa yang Anda kerjakan setiap hari.
Untuk Gates sendiri, ia sangat senang bekerja dengan orang-orang yang cerdas, menyelesaikan masalah baru, berkompetisi, hingga meneliti hal-hal baru.
Percaya pada visi dan mimpinya
Bill Gates beruntung dapat bersekolah di sekolah swasta elit yang memiliki akses komputer.
Para siswa pada saat itu dibebaskan untuk menggunakan komputer selama batas yang wajar.
Hal ini membuat Bill Gates mendapatkan dorongan dan visi untuk melakukan hal yang mustahil.
Hal ini membuatnya terus mengembangkan visi tersebut meskipun di arah yang berbeda. Salah satunya adalah bagaimana cara melindungi dunia dari ancaman pandemi.
Selalu memiliki dana darurat
Salah satu kebiasaan Bill Gates yang cukup "kolot" adalah harus selalu tersedia dana darurat untuk Microsoft.
Kebijakan konservatif ini diterapkan agar Microsoft tetap bisa berjalan meskipun menghadapi masalah khususnya masalah financial.
Bill Gates selalu menyiapkan dana darurat yang cukup agar para pegawai Microsoft tetap mendapatkan haknya di tengah masalah yang mungkin menimpa Microsoft.
Mau belajar dari kesalahan
Kebiasaan Bill Gates selanjutnya yang menjadi kunci kesuksesannya adalah mau belajar dari kesalahan.
Meskipun dikenal sebagai pebisnis ulung, nyatanya Bill Gates pernah melakukan kesalahan.
Menurutnya, kesalahan terbesar yang Bill Gates buat adalah tidak ikut berkompetisi dengan Apple saat iPhone pertama kali dirilis tahun 2007.
Sedangkan Google dengan Androidnya rilis pada tahun 2008.
Tidur yang cukup
Cukup banyak ilmuwan bahkan miliarder yang hanya tidur kurang dari 5 jam sehari. Namun hal ini tidak berlaku untuk Bill Gates.
Dia tahu bahwa tubuhnya membutuhkan istirahat sehingga Gates dapat memaksimalkan kinerja otaknya dengan baik.
Dalam wawancaranya dengan The Seattle Times tahun 1990, Gates mengungkapkan bahwa ia tidur selama 7 jam sehari.
Meskipun begadang mungkin menyenangkan, menurutnya, untuk selalu kreatif dibutuhkan tidur yang cukup.
Belajar dari lingkungan sekitarnya
Kebiasaannya yang senang bekerja dengan orang-orang yang cerdas, membuatnya banyak belajar dari lingkungan sekitar.
Tidak hanya di lingkungan kjera, namun Bill Gates juga memiliki teman dengan pemikiran yang hampir sama dengannya.
Salah satu rekan paling akrab dari pendiri Microsoft ini adalah pebisnis ulung Warren Buffet.
Pertemanan ini sudah berlangsung lebih dari 3 dekade. Selama menjalin pertemanan dengan Buffet, Bill Gates banyak belajar dari sang investor andal ini.
Salah satu nasihat Warren Buffet yang dipegang oleh Gates adalah kita akan bergerak sesuai dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Oleh sebab itu, sangat penting untuk bergaul dengan orang-orang yang lebih baik dari Anda.
Mengembangkan portofolionya
Meskipun sukses menjadikan MIcrosoft sebagai raksasa teknologi dunia, Bill Gates tidak berhenti mengembangkan portofolionya.
Setelah mundur dari dewan direksi Microsoft, Gates mulai berinvestasi di berbagai saham dan aset lainnya.
Diketahui Bill Gates memiliki saham di Canadian National Railway, AutoNation, dan dia juga membeli banyak lahan pertanian di Amerika.
Berani memutus kontrak yang tidak produktif
Salah satu keputusan besar dalam karier Bill Gates adalah memutus kontrak dengan IBM.
Meskipun saat merintis Microsoft, IBM menjadi salah satu fondasi penting perusahaannya, Gates dengan berani memutus kontrak yang tidak produktif dengan IBM.
Pada awal tahun 1990an, kontrak dengan IBM stagnan sehingga membuat MIcrosoft tidak bisa berkembang dengan baik.
Pada tahun 1992, IBM dan Microsoft resmi berpisah. Pemutusan kontrak eksklusif ini justru membuat Microsoft melejit menjadi raksasa software komputer dunia.
Belajar untuk mempercayai orang lain
Pada tahap awal merintis Microsoft, Bill Gates sepenuhnya memegang kontrol perusahaan.
Gates mengerjakan dan bertanggung jawab akan semuanya hampir sendirian.
Namun seiiring dengan berkembangnya perusahaan, Bill Gates mulai membangun hubungan dengan beberapa pekerja yang andal.
Hubungan tersebut tentu berdasarkan rasa saling percaya. Peran sebagai pemegang kontrol penuh berubah menjadi mentor untuk para karyawan inti ini.
Dengan mencoba mempercayai orang lain yang ia anggap mampu dan melepas kontrol terhadap perusahaan, membuat Gates memiliki banyak waktu untuk mengembangkan dan mencoba hal-hal baru.