#30 tag 24jam
Google Didesak Izinkan Toko Aplikasi Selain Play Store di HP Android
Hakim di AS meminta Google untuk membuka toko aplikasi ketiga selain Play Store di HP Android, mulai bulan November 2024. Halaman all [982] url asal
#google #google-play #toko-aplikasi-android #play-store #toko-aplikasi #aplikasi #epic-games
(Kompas.com) 10/10/24 16:01
v/16292603/
KOMPAS.com - Hakim pengadilan Amerika Serikat mendesak Google agar mengizinkan toko aplikasi alternatif di perangkat Android, selain Play Store.
Keputusan hakim James Donato itu ditetapkan pada Senin (7/10/2024) waktu AS dalam sidang tuntutan pengembang game, Epic Games terhadap Google yang berlangsung sejak tahun 2020.
Pembuat game Fortnite ini menuduh Google melakukan praktik anti-monopoli dan membayar vendor perangkat agar tidak mengembangkan toko aplikasi yang menyaingi Play Store.
Adapun keputusan hakim itu akan mulai berlaku pada November 2024 mendatang hingga tiga tahun setelahnya.
Berdasarkan ketentuan itu pula, Google tidak diperkenankan untuk membayar perusahaan atau pengembang aplikasi agar mereka mau meluncurkan produknya secara eksklusif atau perdana di Google Play Store dalam tida tahun ke depan.
Tidak hanya itu, keputusan hakim kali ini membuat Google tidak bisa lagi membayar vendor smartphone agar mengutamakan Play Store dan membuat toko aplikasi ini pre-install di perangkat Android.
Selama ini, beberapa vendor smartphone Android turut menyematkan toko aplikasi buatan mereka sendiri ponselnya. Namun, katalog aplikasinya tak sekaya di Play Store.
Pengadilan juga melarang praktik Google yang mewajibkan pembuat aplikasi memakai Google Play Billing atau melarang mereka menginformasikan promosi aplikasi yang dipajang di situs web perusahaan.
Di samping itu, hakim mendesak Google agar melakukan praktik berikut:
- Google harus mengizinkan toko aplikasi Android lain mengakses katalog aplikasi Play Store
- Google harus menyediakan toko aplikasi Android pihak ketiga di Play Store
Selanjutnya, hakim memerintahkan Google dan Epic bekerja sama membentuk komite yang terdiri dari tiga orang. Komite ini bertugas meninjau bagaimana Google mematuhi keputusan hakim.
Adapun Epic Games sudah memenangkan gugatannya atas Google pada akhir tahun lalu. Sementara kaputusan hakim kali ini hanya merinci hal-hal yang perlu dilakukan Google setelah kalah dalam kasus hukum itu, dilansir dari CNBC.
Google siap banding
Menanggapi keputusan hakim, Google melalui sebuah posting di blog mengatakan bahwa pihaknya akan meminta pengadilan menghentikan sementara perubahan yang diminta Epic Games atas Android dan Google Play.
Pixabay/Victoria Regen Ilustrasi Google Play Store, 3 aplikasi buat beli E-Meterai CPNS 2024Sebab perubahan itu dinilai akan merugikan privasi konsumen, mempersulit pengembang mempromosikan produk hingga mengurangi persaingan vendor perangkat Android. Lebih lanjut, raksasa teknologi ini juga akan mengajukan banding
"Kami akan mengajukan banding atas keputusan itu dan meminta pengadilan menghentikan sementara perubahan yang diminta Epic," kata Lee-Anne Mulholland, Vice President Regulatory Affairs Google dikutip dari blog Google, Kamis (10/10/2024).
Google terbukti monopoli Play Store
Pada Desember 2023 lalu, pengadilan distrik utara California, Amerika Serikat (AS) memutuskan bahwa Epic Games berhasil memenangkan gugatan melawan Google, soal dugaan monopoli pasar Android via toko aplikasi Play Store.
Hal ini tercantum dalam dokumen putusan pengadilan yang dirilis ke publik pada Senin (11/12/2023).
Dalam dokumen itu, disebutkan bahwa Google terbukti bersalah dan melanggar beberapa hukum AS yang berkaitan dengan monopoli dan persaingan pasar.
Beberapa produk atau layanan Google yang dianggap monopoli ini mencakup proses distribusi aplikasi Android di dalam toko aplikasi Play Store, serta layanan transaksi di dalam aplikasi (in-app purchase) yang tersemat di dalam toko aplikasi tersebut.
Vice President of Government Affairs and Public Policy Google, Wilson White mengatakan bahwa pihaknya menerima putusan pengadilan ini.
"Proses pengadilan ini membuktikan bahwa kami sangat bersaing dengan kompetitor kami Apple App Store, serta kompetitor lainnya di platform lain. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan model bisnis kami di Android, serta tetap menjaga komitmen kami terhadap pengguna, mitra, serta ekosistem Android secara keseluruhan," jelas Wilson.
CEO Epic Games, Tim Sweeney bersyukur atas kemenangan ini. Kebahagiannya dibagikan via akun @TimSweeneyEpic di X (dahulu Twitter).
Gizchina Ilustrasi toko aplikasi Play Store (kiri) dan App Store (kanan).Sebelumnya, Epic Games juga menggugat Apple ke pengadilan soal toko aplikasi iOS App Store dan proses transaksi atau in-app purchase yang mereka miliki.
Namun, berdasarkan putusan pengadilan pada September 2021 lalu, Apple terbukti tidak bersalah atas dugaan monopoli pasar dan sistem pembayaran di toko aplikasi App Store.
Sekadar informasi, "drama" pengadilan antara Epic Games dan Google, juga Apple berawal dari langkah Epic Games yang menghadirkan sebuah program promosi "Mega Drop" di game Fortnite sekitar Agustus 2020 lalu.
Kala itu, pemain bisa mendapatkan diskon sebesar 20 persen apabila mereka membeli uang di dalam game alias "V-Bucks" melalui sistem pembayaran yang ditawarkan Epic Games Store, bukan Play Store atau App Store.
Motif peluncuran program ini tak lain dipicu oleh kebijakan Apple dan Google yang dianggap "memberatkan" para pengembang. Kebijakan yang dimaksud terkait pajak 30 persen yang dikenakan kedua perusahaan ke para pengembang aplikasi, dalam hal ini Epic Games.
Dengan mekanisme pembayaran Epic Games (bukan melalui Google atau Apple), maka pembuat Fortnite bisa mendulang untung lebih banyak, lantaran tak dipotong oleh pajak.
Nah, program promosi ini tampaknya membuat Apple dan Google geram, lantaran seluruh proses transaksi tidak dilakukan di dalam toko aplikasi mereka masing-masing, melainkan lewat aplikasi pihak ketiga.
Karenanya, Apple dan Google kompak "menendang" alias menghapus aplikasi Fortnite dan Epic Games Store dari App Store dan Play Store di bulan yang sama ketika program promosi Mega Drop tadi dimulai.
Penghapusan Fortnite dan aplikasi Epic Games lainnya di App Store dan Play Store ini dianggap tak adil, dan Epic Games menganggap hal ini bisa menimbulkan monopoli pasar.
Oleh karena itu, Epic Games menggugat Apple dan Google ke pengadilan AS sekitar Agustus 2020 lalu, terkait dugaan monopoli pasar.