JAKARTA, investor.id – Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani menjelaskan, pasca mengalami koreksi sepanjang Mei dan Juni lalu, IHSG berhasil rebound dengan momentum kenaikannya kuat pada pekan lalu. Pekan ini, Dimas mengimbau traders memantau sejumlah sentimen, mulai dari inflow asing hingga Inflasi Amerika Serikat (AS). Ada tiga saham layak trading pekan ini, salah satunya ISAT.
Dimas mengatakan, dilihat dari aliran dana asing, pada Kamis lalu asing kembali mencatatkan inflow di IHSG sebesar Rp1,2 triliun. Nominal pembelian sebesar ini terakhir dilakukan oleh investor asing di IHSG pada 14 Maret silam. nominal inflow yang besar biasanya menjadi titik awal perubahan tren yang sebelumnya terjadi, dalam case saat ini artinya bisa mulai dilihat IHSG akan melanjutkan kenaikannya pasca koreksi yang terjadi di Mei-Juni lalu.
“Apabila inflow ini terus berlanjut secara konsisten maka membuka peluang bagi IHSG untuk membentuk level All Time High (ATH) barunya,” ungkap Dimas dalam risetnya, Minggu (21/7/2024).
Menurut Dimas, apabila dianalisis lebih lanjut, dalam dua minggu terakhir mulai ada aliran dana asing yang masuk ke dalam sektor yang selama ini ditinggalkan, seperti properti dan telekomunikasi. “Oleh karenanya, para pelaku pasar bisa mengamati pergerakan sektor tersebut maupun turunannya untuk beberapa waktu mendatang," saran Dimas.
Selain inflow asing, Dimas menambahkan, sentimen lain yang wajib dipantau traders adalah PDB AS kuartal II-2024. Pada Kamis besok AS akan mengumumkan pertumbuhan PDB untuk kuartal II. Menurut konsensus, PDB AS kuartal II akan mencatatkan pertumbuhan sebesar 2% atau lebih tinggi dari catatan kuartal I yang hanya sebesar 1,4%.
Dimas mengatakan, jika dilihat dari pertumbuhan PDB dalam 3 kuartal terakhir, laju pertumbuhan PDB AS menunjukan pertumbuhan terendah sejak mengalami kontraksi pada semester I-2022 yang lalu. “Hal ini juga yang bisa memicu The Fed dalam mengambil keputusan suku bunganya dengan melihat data PDB tersebut yang menggambarkan kondisi ekonomi AS saat ini," ucapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Dimas, traders juga wajib memantau sentimen Laporan Kinerja Kuartal II-2024 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melihat historical data mengenai waktu penyampaian laporan keuangan kuartalan, ada beberapa emiten besar di IHSG yang berpotensi akan menyampaikan capaian kinerjanya untuk Kuartal II-2024 pada pekan ini.
“Sebut saja BBCA dan BBNI yang pada kuartal II-2023 lalu menyampaikan laporan kinerja kuartal II pada 25 Juli 2023. Apabila tidak ada perubahan, kemungkinan besar kedua emiten big banks tersebut juga akan menyampaikan laporan kinerja kuartal II tahun ini di tanggal yang sama yakni 25 Juli,” ucapnya.
Dimas menilai, berdasarkan laporan kinerja lima bulan sepanjang tahun ini, kedua emiten big banks tersebut akan mencatatkan kinerja Kuartal II yang bagus. Hal ini akan memberikan sentimen positif bagi kedua saham tersebut sekaligus menjadi katalis bagi IHSG keseluruhan.
Inflasi AS
Sentimen terakhir yang wajib dipantau traders adalah data inflasi AS, yaitu Core PCE AS untuk Juni. Pada Jumat (26/7/2024) AS akan mengumumkan data ekonomi yang selama ini dijadikan acuan bagi The Fed dalam memutuskan tingkat suku bunga yaitu, Core PCE AS bulanan untuk bulan Juni. Indeks Harga Pengeluaran Personal Inti bulan Juni diprediksi akan mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,2% atau lebih tinggi dari capaian bulan sebelumnya yang sebesar 0,1%.
"Core PCE mengukur persentase perubahan harga barang dan jasa di luar jenis barang makanan dan energi, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat terkait kondisi ekonomi dan inflasi di AS. Oleh karenanya, indikator ini menjadi salah satu acuan bagi The Fed dalam menentukan keputusan tingkat suku bunganya," jelasnya.
Berdasarkan sentimen tersebut, Dimas merekomendasikan tiga saham untuk trading pada pekan ini hingga Jumat (26/7/2024), yaitu:
1. ISAT
- Rekomendasi: Buy
- Support: 11.200
- Resistance: 12.300.
- Emiten ini konsisten menguat dengan momentum kenaikan di atas EMA5. Menerima inflow dari investor asing dalam sebulan terakhir sebesar Rp234 miliar maka berpotensi membuat ISAT mencetak ATH baru.
2. SMGR
- Rekomendasi: Buy
- Support: 3.950
- Resistance: 4.300
- Emiten ini memiliki risk to reward menarik yang saat ini sedang konsolidasi dengan area Support di level 3.950-4.000. Mulai adanya aliran dana asing yang masuk secara konsisten sejak 2 minggu terakhir seiring dengan rotasi sektor yang dilakukan oleh investor asing ke dalam sektor properti dan turunannya salah satunya semen.
3. ADRO
- Rekomendasi: Buyon Pullback
- Support: 2.950
- Resistance: 3.300
- Emiten ini breakout dari sideways disertai dengan lonjakan volume dan inflow dari investor asing sebesar Rp154 miliar dalam 2 hari perdagangan terakhir. Sentimen positif seiring dengan penguatan komoditas batu bara disebabkan proyeksi kebutuhan listrik dunia yang akan tumbuh pesat di tahun ini.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News