JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) melonjak 24,60% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 1.165 pada perdagangan 22 Agustus 2024 di sekitar pukul 14.00 WIB. Dan posisi tersebut masih bertahan saat dipantau pukul 15.03 WIB.
Sebelumnya telah terjadi transaksi saham PT Bank Permata Tbk (BNLI)/PermataBank di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan 21 Agustus 2024 kemarin.
Jumlahnya sebanyak 17,43 juta lot saham BNLI di harga Rp 920/saham. Sehingga nilai keseluruhannya Rp 1,6 triliun.
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi mengenai transaksi saham BNLI di pasar negosiasi BEI tersebut.
Di sisi lain, Bank Permata (BNLI) merilis keterbukaan informasi mengenai rencana perseroan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
“Perseroan akan mengadakan RUPSLB pada Jumat, 27 September 2024,” jelas direksi perseroan, Rabu (21/8/2024).
Adapun mata acara rapat belum disebutkan. Pemanggilan RUPSLB bakal dilakukan pada 5 September 2024. Daftar pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham BNLI pada 4 September 2024.
Per 31 Juli 2024, Bangkok Bank Public Company Limited sebagai pengendali menguasai 98.71% saham BNLI. Masyarakat non warkat hanya punya porsi 0,29% saham BNLI dan masyarakat dengan warkat 1%. Jumlah pemegang sahamnya 10.299 pihak.
Pemenuhan Free Float
Melalui kinerja keuangan sampai dengan kuartal I-2024, PermataBank mencatatkan total aset sebesar Rp 252,8 triliun, terjaga stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dengan laba bersih Rp 807,3 miliar atau tumbuh 6,8% year-on-year (yoy) dan pertumbuhan kredit sebesar 13.6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Saham Bank Permata sendiri dipindahkan pencatatannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dari papan utama ke papan pengembangan.
Di sisi lain, PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau PermataBank sempat menyatakan bahwa perseroan telah mendapatkan perpanjangan pemenuhan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas minimum saham free float. Persetujuan diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-267/D.04/2022, yang dikeluarkan pada tanggal 15 Desember 2022 dan dilanjuti dengan persetujuan BEI berdasarkan surat bursa No. S-08999/BEI.PP1/10-2023, yang dikeluarkan pada tanggal 18 Oktober 2023.
PermataBank telah melakukan audiensi kepada OJK dan BEI untuk menjelaskan bahwa setelah Bangkok Bank menjadi pengendali baru PermataBank, Bangkok Bank telah melaksanakan mandatory tender offer (MTO) sehingga kepemilikan sahamnya menjadi 98,71%.
Selanjutnya, OJK menyetujui permohonan perpanjangan pemenuhan free float saham PT Bank Permata Tbk sebagai akibat dari MTO untuk diselesaikan selambat-lambatnya tanggal 7 Oktober 2024 dan perpanjangan pemenuhan free float ini juga sudah disetujui oleh BEI.
Division Head of Corporate Secretary & Sustainability PermataBank, Katharine Grace mengatakan, pihaknya mengapresiasi persetujuan OJK yang dilanjuti dengan persetujuan BEI untuk memberikan perpanjangan waktu batas pemenuhan ketentuan free float terhadap PermataBank sampai 7 Oktober 2024.
Pemegang saham pengendali PermataBank, Bangkok Bank, sedang mengupayakan pelaksanaan free float dapat diselesaikan pada tenggat waktu yang telah disetujui oleh regulator dengan tetap mengacu kepada peraturan yang berlaku.
“Saat ini kami bersama dengan Bangkok Bank akan tetap mengupayakan agar PermataBank kembali ke papan utama dalam bursa,” jelas Katharine Grace dalam keterangan resmi pada Mei 2024.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News