JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika hendak melangsungkan pernikahan, ada beragam hal yang bisa membuat calon pengantin kelimpungan.
Salah satunya adalah ketika memilih vendor pernikahan yang tepat, agar acara berjalan dengan lancar dan sesuai ekspektasi.
Untuk memudahkan para calon pengantin, saat ini banyak vendor yang menyediakan sistem all package atau paket gabungan. Namun, ada pula yang tidak menyediakannya.
Nah, mana yang sebaiknya dipilih?
"Sebaiknya calon pengantin menghubungi wedding planner untuk bersama-sama membuat konsep persiapan pernikahan," ujar CEO & Founder Shilo Planner & Organizer Daniel Budi di Jakarta Wedding Festival (JWF) 2024, Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (31/8/2024).
"Wedding planner bisa mengatur itu semua (vendor) dalam satu paket (all package) yang bersifat custom," lanjut dia.
All package adalah ketika vendor menawarkan paket resepsi yang sudah mencakup makeup dan pakaian untuk calon pengantin, orangtua, kakak atau adik, dan pagar ayu.
Selain itu juga termasuk dekorasi, makanan dan minuman, kotak amplop, meja, kursi, dan dokumentasi yang mencakup foto dan video. Bahkan, ada pula yang sekaligus menyediakan venue dan layanan photobooth.
Daniel lebih menyarankan agar calon pengantin memilih sistem all package, tetapi yang bisa dikustomisasi.
Sebab, paket satuan dari beberapa vendor dapat membuat calon pengantin semakin kelimpungan.
Misalnya, paket makeup calon pengantin, orangtua, kakak atau adik, dan pagar ayu, dari vendor A.
Lalu, paket pakaian untuk calon pengantin, orangtua, kakak atau adik, dan pagar ayu, dari vendor B.
Kemudian paket venue dan makanan dari vendor C, serta paket dekorasi dan photobooth dari vendor D.
Untuk mengurus semuanya dalam satu waktu, tentu bukan hal yang mudah.
Ditambah lagi, all package umumnya dibanderol dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga ketika kamu menjumlahkan semua paket dari vendor-vendor berbeda.
"Yang sifatnya custom itu berdasarkan kebutuhan dan keinginan dari pengantin," papar dia.
Kenapa pilih paket yang kustomisasi?
Daniel mengatakan, all package yang dikustomisasi bakal disesuaikan dengan selera calon pengantin.
Sebab, belum tentu all package yang disediakan vendor menawarkan apa yang diinginkan dan sesuai dengan selera calon pengantin.
Dalam menyusun all package yang telah dikustomisasi, biasanya wedding planner akan mengajak serta vendor yang bekerja sama dengan mereka.
"Kalau mereka punya daftar vendor yang komplet, ketika calon pengantin seleranya seperti apa, si wedding planner akan mengarahkan ke vendor-vendor yang cocok," papar Daniel.
Namun, bukan berarti calon pengantin tidak bisa merekomendasikan vendor di luar daftar vendor milik wedding planner.
"Kalau si calon pengantin punya vendor bawaan sendiri juga tidak ada masalah. Mereka akan tetap bantu menyusun," ucap dia.