KOMPAS.com - Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik tajam terhadap Real Madrid dengan menyebut klub tersebut memiliki "sikap supremasi" setelah mereka memilih untuk tidak menghadiri acara penghargaan Ballon d'Or 2024.
Rodri meraih gelar Ballon d'Or 2024 pada malam anugerah di Theatre du Chatelet di Paris, Perancis, pada Senin (28/10/2024) pukul 20.45 waktu setempat atau Selasa (29/10/2024) pukul 02.45 dini hari WIB.
Gelandang Manchester City itu berhasil unggul atas para pesaing dalam nomine pemain terbaik dunia tahun ini, utamanya dari kubu Real Madrid, seperti Vinicius Jr, Jude Bellingham, dan Dani Carvajal.
Kekecewaan Real Madrid yang gagal mengantar Vinicius Jr menjadi pemenang Ballon d'Or 2024 kabarnya menjadi alasan klub tersebut absen dalam acara tersebut.
Javier Tebas menyayangkan langkah Real Madrid yang memilih tidak hadir dan menyebut tindakan itu sebagai "sikap kekanak-kanakan."
Dalam pernyataannya, Tebas menilai keputusan Real Madrid mempertanyakan integritas penghargaan Ballon d'Or sangat berlebihan.
"Posisi Real Madrid sulit dipahami. Itu adalah sikap kekanak-kanakan, atau apalah sebutannya," kata Tebas di Football Espana.
"Mempertanyakan France Football dan penghargaan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun serta menuduh UEFA berperan dalam keputusan tidak memberikan Ballon d'Or kepada Vinicius adalah hal yang tidak kesatria."
"Ini menunjukkan sikap supremasi, seolah-olah segalanya harus berputar di sekitar mereka," tambahnya.
Ketegangan antara Tebas dan presiden Real Madrid, Florentino Perez, bukan hal baru.
Hubungan mereka sudah lama panas, terutama setelah Perez ngotot mendukung Liga Super Eropa, proyek yang ditentang keras oleh Tebas.
Namun, terlepas dari ketidaksepahaman ini, Tebas tetap mendukung kesuksesan Madrid di kancah Eropa.
Tebas dikenal sering berkomentar blak-blakan soal Real Madrid, dan dalam situasi ini pun ia tak segan untuk mengungkapkan pandangannya.