KOMPAS.com - ITB Jatiluhur International Triathlon (IJIT) 2024 dilaksanakan untuk kedua kalinya pada Minggu 11 Agustus 2024 di Kawasan Wisata Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Rangkaian acara dimulai sehari sebelumnya. Perum Jasa Tirta (PJT) II berkolaborasi dengan Relawan Bakti BUMN dan ALSI ITB melakukan kegiatan kerelawanan di wilayah Waduk Jatiluhur.
Acara dihadiri Pejabat Bupati Purwakarta Benny Irwan, Ketua Umum ALSI ITB Abdul Malik Sadat Idris, Direksi PJT II, anggota ALSI ITB, anggota HMS ITB, perwakilan triathlete, dan Relawan Bakti BUMN melaksanakan program tebar benih ikan di area D’Bay Waduk Jatiluhur.
Sebanyak 205 peserta triathlon dilepas langsung oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga bersama Benny Irwan, didampingi Direktur Utama PJT II Imam Santoso dan Abdul Malik Sadat Idris.
Peserta kategori Olympic Distance memulai lomba dengan berenang di Waduk Jatiluhur sejauh 1.500 meter, dilanjutkan para peserta kategori Sprint Distance yang berenang sejauh 750 meter.
PJT II sebagai pengelola Kawasan Waduk Jatiluhur berkomitmen dalam pelestarian sungai dan waduk. Beberapa program telah dilaksanakan, seperti pengangkatan eceng gondok di Waduk Ir. H. Djuanda yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.
Berbagai upaya pelestarian lingkungan di sekitar Waduk Jatiluhur terus dilakukan melalui kegiatan konservasi vegetatif.
Selain itu, PJT II juga turut mendukung program Citarum Harum yang telah berhasil meningkatkan kualitas air Sungai Citarum. Pada 2018, Sungai Citarum masuk dalam kategori sangat tercemar dan dianggap sebagai salah satu sungai terkotor di dunia.
Namun, hingga tahun 2023, kualitas air sungai Citarum telah membaik dengan indeks kualitas air yang terus meningkat.
Hal itu dilakukan melalui penerapan pengelolaan SDA yang holistik dan terpadu serta dukungan dan kolaborasi berbagai pihak melalui konsep pentahelix, melibatkan unsur pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi permasalahan kualitas air di Sungai Citarum.
Secara berkala PJT II juga melakukan pemantauan kualitas air di beberapa titik strategis Waduk Jatiluhur. Berbagai parameter uji, seperti tingkat kejernihan air, total nitrogen, kadar pH, dan parameter uji lainnya diukur dan dipantau secara berkala untuk memastikan kondisi air Waduk Jatiluhur.
Hasil komitmen PJT II ini dirasakan langsung oleh para triathlete yang terjun ke Waduk Jatiluhur hari Minggu kemarin.
David Kessell, triathlete asal Australia, yang mendapat podium ketiga untuk kategori Umum Individual Olympic Distance kelompok umur 50++, saat melakukan trial berenang pada Sabtu buka suara kualitas air.
"Kualitas airnya baik dan aman untuk diarungi peserta," tuturnya dalam siaran pers yang diterima.
Setelah menyelesaikan lintasan renang, para triathlete melanjutkan lomba sepeda sejauh sepeda 40 kilometer untuk kategori Olympic Distance dan 20 kilometer untuk kategori Sprint Distance.
Triathlon diakhiri dengan berlari sejauh 10 kilometer untuk kategori Olympic Distance dan 5 kilometer untuk kategori Sprint Distance.
Rute lari yang melintasi bangunan Bendungan Jatiluhur yang ikonik dan bersejarah dengan view eksotis menjadi penutup indah bagi para peserta triathlete.
Selain penyelenggaraan event olahraga, acara IJIT 2024 juga dimeriahkan dengan acara panggung hiburan rakyat dan pameran UMKM yang melibatkan warga Jawa Barat, khususnya warga Purwakarta.
Para peserta lomba dan pengunjung disuguhkan dengan keragaman kuliner, budaya, dan kesenian setempat.
Panitia penyelenggara berharap keberhasilan event IJIT kedua ini selanjutnya bisa menjadi agenda triathlon rutin sehingga wilayah Kabupaten Purwakarta, khususnya Kawasan Wisata Waduk Jatiluhur, kian dikenal secara luas baik di dalam maupun di luar negeri.