JAKARTA, investor.id – Konflik yang berlangsung di Timur Tengah, khususnya berbalas serangan antara kelompok Hizbullah dari Lebanon, Hamas dari Palestina, dan Iran kepada Israel turut memberi ancaman untuk sektor pariwisata di Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyinggung dampaknya terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
Sandiaga menuturkan bahwa situasi geopolitik yang tidak stabil di Timur Tengah menyebabkan penerbangannya tidak hanya tertunda satu sampai dua hari saja, tetapi juga harus dialihkan ke rute yang berbeda.
Kejadian seperti itu bukan hanya mengganggu perjalanan pribadi, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas bagi industri pariwisata Indonesia. Sandiaga bilang, penundaan penerbangan akibat konflik dikhawatirkan akan mengurangi minat wisatawan mancanegara, terutama yang berasal dari Amerika, Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
“Pengeluaran juga akan berkurang dan sebagian akan menunda kunjungan. Semoga ini tidak berlanjut sehingga tidak berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” jelas Sandiaga di Jakarta, pada Senin (7/10/2024) seperti dikutip dari Antara.
Seperti yang diketahui, Pemerintah Indonesia membidik sebanyak 14,3 juta kunjungan wisman sepanjang tahun 2024. Dalam realisasinya hingga akhir Agustus, target tersebut sudah tercapai sebesar 63,53%.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebanyak 9,09 juta kunjungan wisman selama Januari – Agustus 2024 tercatat. Jumlah itu meningkat 20,38% dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Adapun ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setahun belakangan sejak kelompok Palestina Hamas berbalas serangan lintas batas ke dengan Israel. Saat konflik Gaza ini masih berlanjut, Israel dalam beberapa hari terakhir pun turut melancarkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon yang menewaskan pemimpin Hizbullah.
Sementara itu, Iran meluncurkan serangan rudal terhadap Israel pada pekan lalu, sebagai aksi balasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, dan seorang komandan Pengawal Revolusi Iran (IRGC).
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News