
Jakarta:
Woozi SEVENTEEN membantah dugaan penggunaan AI (
artificial intelligence/kecerdasan artifisial) dalam proses produksi musik grupnya.
Dugaan ini pertama kali disampaikan oleh sebuah outlet berita asing pada 11 Juli lalu. Media tersebut menyebut bahwa ada kemungkinan
SEVENTEEN serta banyak artis terkenal lainnya menggunakan AI dalam proses produksi musik mereka.
Media itu juga mengutip pernyataan Woozi dalam konferensi pers pada April lalu, yakni dia sedang bereksperimen dengan AI dan berlatih mengubah lagu menggunakan AI. Ia pun mengatakan ingin berkembang berdampingan dengan teknologi.
Woozi mengaku sudah mencoba komposisi dan lirik berbasis AI, serta memikirkan pro dan kontranya. Ia juga berpikir tentang bagaimana menjaga keunikan identitas grup dalam prosesnya.
Berita itu kemudian ramai diperbincangkan. Pelantun ‘Super’ itu lantas memberikan klarifikasi singkat melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah sebuah Instagram story yang berisi bantahan dari berita tersebut.
“Semua musik SEVENTEEN ditulis dan disusun oleh manusia,” tulis Woozi.
Klarifikasi Woozi melalui Instagram story. PLEDIS Entertainment selaku agensi yang menaungi SEVENTEEN turut buka suara. Pihaknya dengan tegas meminta media massa yang bersangkutan mengoreksi informasi dalam artikel yang mereka buat.
“Tidak benar bahwa AI digunakan untuk lirik lagu SEVENTEEN,” ujar salah seorang perwakilan PLEDIS Entertainment.
(SUR)