TOKYO,investor.id – Saham Asia naik pada Senin (28/10/2024), sementara merosotnya yen jadi fokus investor. Jepang kini menghadapi ketidakpastian politik, setelah partai berkuasa Jepang kehilangan mayoritasnya di majelis rendah Parlemen dalam pemilihan akhir pekan.
Dalam perdagangan mata uang, dolar Amerika Serikat (AS) naik menjadi 153,40 yen Jepang dari sebelumnya 152,24 yen. Dolar diperdagangkan pada level 140 yen bulan lalu. Euro berharga US$ 1,07, turun dari US$ 1,08.
Yen yang lemah merupakan keuntungan bagi eksportir raksasa Jepang seperti Toyota Motor Corp. Sahamnya naik 4,2% dalam perdagangan di Tokyo. Saham Nintendo Co. naik 2,3%, sementara Sony Corp. naik hampir 2,1%.
Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang masih menjadi partai teratas, seperti dikutip Associated Press. Tetapi beberapa anggota gagal memenangkan pemilihan ulang dalam pemungutan suara Minggu (27/10/2024) setelah skandal yang melibatkan pendanaan kampanye yang tidak dilaporkan.
Secara keseluruhan, koalisi yang berkuasa dengan mitra junior Komeito mengamankan 215 kursi, turun tajam dari mayoritas 279 kursi yang sebelumnya dipegangnya, menurut media Jepang. Perubahan pemerintahan kemungkinan tidak akan terjadi, tetapi LDP mungkin memerlukan mitra koalisi ketiga.
Sementara itu, saham Tokyo naik. Analis mengatakan kekalahan partai yang berkuasa sudah diperkirakan dan menjadi faktor dalam pasar dari sebelumnya.
Patokan Jepang Nikkei 225 melonjak 2,0% menjadi 38.656,73. S&P/ ASX 200 Australia naik 0,1% menjadi 8.221,50. Kospi Korea Selatan naik tipis 1,0% menjadi 2.610,25. Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong naik 0,3% menjadi 20.652,79, sementara Shanghai Composite naik 0,4% menjadi 3.311,74.
Di Wall Street, indeks saham AS bergerak mixed minggu lalu, memberikan pasar minggu pertama yang merugi sejak awal September 2024.
S&P 500 ditutup sedikit berubah setelah naik 0,9% di awal hari. Dow Jones Industrial Average turun 0,6% dan juga membukukan kerugian mingguan pertamanya setelah enam kali naik berturut-turut. Komposit Nasdaq naik 0,6%.
Imbal hasil (yield) obligasi AS alias US Treasury berakhir minggu lalu secara umum lebih tinggi. Yield Treasury tenor 10 tahun naik menjadi 4,24% pada Jumat (25/10/2024), dari 4,21% pada Kamis (24/10/2024) malam.
Imbal hasil secara umum telah naik setelah laporan yang menunjukkan ekonomi AS tetap lebih kuat dari yang diharapkan.
Bank sentral Rusia pada Jumat menaikkan suku bunga utamanya sebesar dua poin persentase atau 200 basis poin (bps) ke rekor tertinggi 21%. Pemerintah Rusia berusaha memerangi inflasi yang meningkat yang dipicu oleh belanja militer setelah serangannya ke Ukraina.
Dalam perdagangan energi, minyak mentah acuan AS turun US$ 3,38 menjadi US$ 68,40 per barel. Minyak mentah Brent, standar internasional, turun US$ 3,48 ke level US$ 72,57 per barel.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News