Asing Masuk, Yield SUN Diperkirakan Melandai

Asing Masuk, Yield SUN Diperkirakan Melandai

Imbal hasil SUN untuk tenor 10 tahun diproyeksikan bergerak pada rentang 6,8%-7,1%. - Halaman all

(InvestorID) 07/07/24 18:30 10002350

JAKARTA, investor.id – Derasnya inflow asing diperkirakan menekan Imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) pada pekan depan. Imbal hasil untuk tenor 10 tahun diproyeksikan bergerak pada rentang 6,8%-7,1%.

Analis Pendapatan Tetap PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin memperkirakan yield Surat Utang Negara (SUN) akan melandai pada pekan depan seiring dengan arus masuk dana asing yang dipicu oleh progres disinflasi di negara maju.

“Saya mengasumsikan dana asing kembali mengalir masuk ke pasar domestik karena progres disinflasi di negara maju telah semakin nyata. Tingkat inflasi di Zona Euro turun menjadi 2,50% pada Juni dari 2,60% di Mei, sejalan dengan perkiraan pasar. Sementara itu, saya juga mengasumsikan tingkat inflasi AS turun dari 3,3% menjadi 3,1%,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (7/7/24).

Ahmad melanjutkan, penurunan inflasi tersebut diiringi dengan perlambatan penambahan tenaga kerja di AS pada bulan Juni yang hanya mencapai 206 ribu, turun signifikan dari 272 ribu pada bulan Mei. Demikian juga, tingkat inflasi Inggris yang juga telah menuju 2%. Kondisi ini, ditambah dengan koreksi harga dan depresiasi sebelumnya, menjadi faktor pendorong bagi asing untuk masuk kembali.

Untuk diketahui, pada pekan lalu, asing mencatat beli bersih Rp 1,38 triliun di pasar surat utang pemerintah, dan diharapkan arus masuk ini akan berlanjut pada pekan depan. Ahmad mencatat beberapa faktor yang akan mempengaruhi kinerja pasar pada pekan depan, termasuk survei konsumen dan penjualan ritel dari dalam negeri, serta testimoni ketua The Fed, Jerome Powell, dan data inflasi dari AS dan China.

“Mengenai yield 10 tahun, saya masih mempertahankan rentang prediksi di 6,8%-7,1%, dengan kecenderungan lebih rendah daripada penutupan pekan lalu di 7,066%,” tambahnya.

Sementara itu, pemerintah dijadwalkan melelang Surat Utang Negara pada Selasa, 9 Juli 2024, dengan target indikatif Rp 24 triliun dan maksimal Rp 36 triliun. Ahmad memperkirakan minat investor akan tetap tinggi seperti pekan sebelumnya, dimana penawaran yang masuk mencapai Rp 17,99 triliun, dua kali lipat lebih dari yang dimenangkan sebesar Rp 7,18 triliun.

“Saya memperkirakan penawaran yang masuk akan berkisar antara Rp 36 triliun hingga Rp 60 triliun, dengan bid-to-cover ratio di lelang tersebut berada pada rentang 1,5-2,5 kali. Pemerintah diperkirakan akan menyerap sekitar Rp 24-30 triliun untuk memanfaatkan sentimen positif dan memenuhi kebutuhan pendanaan akibat defisit anggaran yang mulai terlihat,” jelas Ahmad.

Ahmad juga menambahkan bahwa tenor panjang seperti FR0098 dan FR0097 akan banyak diminati karena kupon mereka yang relatif tinggi (di atas 7%) dan koreksi baru-baru ini yang menawarkan peluang harga murah.

“Tenor panjang dan berkupon tinggi menjadi semakin diminati karena progres disinflasi di negara-negara maju mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Ketika pasar mengekspektasikan pelonggaran moneter, daya ungkit terhadap harga akan cenderung lebih besar terhadap surat utang bertenor panjang ataupun berkupon tinggi,” tutup Ahmad.

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #sun #yield-sun #sun-sepekan #surat-utang-negara #lelang-sun #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366316/asing-masuk-yield-sun-diperkirakan-melandai