[POPULER MONEY] Penyebab Ada BUMN yang Keuangannya Sekarat | Jumlah Penumpang Whoosh Pecah Rekor

[POPULER MONEY] Penyebab Ada BUMN yang Keuangannya Sekarat | Jumlah Penumpang Whoosh Pecah Rekor

Berikut berita populer Money Kompas.com, mulai dari penyebab ada BUMN yang keuangannya bermasalah hingga penumpang Whoosh pecahkan rekor. Halaman all

(Kompas.com) 08/07/24 09:17 10058650

1. Sri Mulyani Beberkan Penyebab BUMN yang Keuangannya Sekarat

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan soal penyebab beberapa perusahaan milik negara keuangannya terindikasi sekarat dan terus merugi sehingga disebut BUMN sakit.

Kata Sri Mulyani, ada dua penyebab utama kenapa beberapa BUMN kinerja keuangannya terus merugi. Faktor pertama adalah karena tata kelola manajemennya yang kurang baik.

Faktor kedua yakni karena beberapa bisnis yang dijalankan sebagian perusahaan BUMN sudah tidak strategis. Di sisi lain, manajemen malah terlambat melakukan transformasi bisnisnya.

Selengkapnya, silakan baca di sini.

KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Kereta Cepat Whoosh.

2. Jumlah Penumpang Whoosh Pecah Rekor, KCIC Klaim Bukti Pengguna Puas

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut jumlah penumpang Whoosh per hari telah pecah rekor. Dari 23.847 penumpang per hari pada 4 Juli 2024, jadi 24.135 penumpang pada 5 Juli 2024.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengklaim data penumpang itu sebagai cermin dari kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kereta Cepat Whoosh.

"Dan cerminan kepuasan masyarakat terhadap layanan kereta cepat Whoosh yang nyaman, cepat, dan efisien," ujar Eva dalam keterangannya, Minggu (7/7/2024).

Ingin tahu lebih lanjut? Silakan klik tautan ini.

3. Penyebab Harga Obat RI 5 Kali Lipat Lebih Mahal dari Malaysia

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin blak-blakan soal penyebab mahalnya harga obat-obatan di Indonesia. Sebab musababnya yakni banyaknya inefisiensi distribusi.

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersiap menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/7/2024). Rapat tersebut membicarakan tingkat pembahasan RUU tentang Pengawasan Obat dan Makanan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.

Bahkan menurut Budi, bila dibandingkan dengan Malaysia, harga obat di Indonesia terutama non-generik lebih mahal tiga hingga lima kali lipat. Kondisi ini yang menyebabkan biaya pengobatan untuk sejumlah penanganan penyakit di Negeri Jiran tersebut cukup terjangkau.

"Bahwa perbedaan harga obat itu 3 kali, 5 kali dibandingkan dengan di Malaysia misalnya. 300 persen kan, 500 persen," kata Budi di Jakarta dikutip dari Antara, Minggu (7/7/2024).

Anda bisa membaca selengkapnya di sini.

4. Harga Emas Antam Kian "Berkilau" dalam Sepekan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk bergerak menguat sepanjang sepekan terakhir.

Pada awal pekan harga emas Antam sebesar Rp 1.363.000 per gram dan di akhir pekan menjadi Rp 1.395.000 per gram, atau naik Rp 32.000 selama sepekan.

Begitu pula pada harga buyback terjadi kenaikan Rp 29.000, yang di awal pekan dibanderol Rp 1.233.000 per gram menjadi Rp 1.262.000 per gram di akhir pekan.

Rincian harga emas Antam selengkapnya dapat disimak di sini.

5. Daftar 6 Dana Pensiun yang Dibubarkan OJK Sepanjang Semester I-2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membubarkan 6 dana pensiun (dapen) sepanjang semester I 2024. Hal ini dilakukan karena keenam dana pensiun tersebut tidak bisa memenuhi kewajibannya.

Adapun 6 dapen yang telah dibubarkan yaitu Dana Pensiun LEN Industri, Dana Pensiun Jasa Tirta II, Dana Pensiun Natour, Dana Pensiun Hotel Indonesia Internasional, Dana Pensiun LKBN Antara, dan Dana Pensiun Rajawali Nusantara Indonesia.

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila menerangkan secara umum dana pensiun tersebut tidak dapat memenuhi ketentuan tingkat kesehatan keuangan.

Selengkapnya, silakan baca di sini.

#bumn #dana-pensiun #harga-emas-antam #harga-obat #kereta-cepat-whoosh #jumlah-penumpang-whoosh

https://money.kompas.com/read/2024/07/08/091710826/populer-money-penyebab-ada-bumn-yang-keuangannya-sekarat-jumlah-penumpang