Indonesia Kutuk Serangan Biadab Israel ke Sekolah Tempat Pengungsian di Gaza - kumparan.com
Indonesia Kutuk Serangan Biadab Israel ke Sekolah Tempat Pengungsian di Gaza
(Kumparan.com) 08/07/24 11:58 10069689
Indonesia mengutuk keras serangan Israel terhadap sekolah di Al-Nuseirat yang dijadikan tempat pengungsian di Gaza pada Sabtu (6/7). Setidaknya 16 orang tewas imbas serangan tersebut.
"Indonesia kutuk keras serangan biadab Israel terhadap sekolah Al-Jaouni di kamp pengungsi Nuseirat yang dioperasikan UNRWA di Gaza Tengah (6/7)," tulis akun Kemlu RI lewat platform X, Senin (8/7).
"Kekejaman serta pelanggaran hukum internasional terus dilakukan oleh Israel dan korban jiwa sipil terus berjatuhan. Apakah seluruh kekejian seperti ini masih belum cukup juga bagi DK PBB dan negara-negara pendukung Israel untuk mengambil tindakan tegas terhadap Israel?" gugat Kemlu RI.
Reuters melaporkan, setidaknya 16 orang tewas dalam serangan brutal Israel itu. Informasi ini disampaikan Kementerian Kesehatan Palestina. Serangan ini juga melukai lebih 50 orang.
Serangan itu diakui Israel. Mereka berdalih kompleks sekolah tersebut merupakan tempat persembunyian militan dan menampung fasilitas manufaktur senjata Hamas.
Dikutip dari BBC, seorang pejabat senior pemerintahan Hamas, Ehab Al-Ghussein, termasuk di antara orang yang tewas dalam serangan udara Israel tersebut.
Menurut seorang pejabat setempat, Ehab ditunjuk untuk mengelola urusan pemerintahan Hamas di Kota Gaza dan Gaza utara tiga bulan lalu.
Tentara Israel menuding area sekolah tersebut sebagai tempat "teroris beroperasi dan bersembunyi".
Pasukannya mengeklaim telah mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalisasi risiko terhadap warga sipil.
Mereka menyebut hanya menargetkan kelompok bersenjata yang menggunakan daerah tersebut sebagai tempat persembunyian untuk merencanakan dan melakukan serangan terhadap negaranya.
Namun, saksi mata mengatakan serangan itu menargetkan Sekolah Keluarga Kudus di sebelah Gereja Keluarga Kudus. Sejumlah besar warga berlindung di gedung tersebut. Serangan udara menargetkan dua ruang kelas di lantai dasar.
Sebelumnya, Israel juga melakukan serangan terhadap sekolah di Al-Nuseirat yang menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, Sabtu (6/7).
Ehab Al-Ghussein adalah mantan Wakil Menteri Tenaga Kerja di pemerintahan Hamas dan Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri. Ia dianggap sebagai tokoh penting dalam kepemimpinan pemerintahan Hamas.