Keceriaan Anak-anak Muara Angke di Balik Bencana Banjir Rob
Banjir rob yang melanda Jalan Dermaga Ujung II, Muara Angke, Jakarta Utara, justru mendatangkan keceriaan bagi anak-anak yang tinggal di sekitar. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 13:47 10076433
JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir rob yang melanda Jalan Dermaga Ujung II, Muara Angke, Jakarta Utara, justru mendatangkan keceriaan bagi anak-anak yang tinggal di sekitar.
Setiap sore, rombongan anak-anak datang ke Jalan Dermaga Ujung II, persis di depan RW 22, untuk bermain air dan berenang.
"Setiap hari main airnya, kadang siang, kadang sore," ucap salah satu anak bernama Haikal (10) saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (6/7/2024).
Senyum mereka semakin merekah ketika hujan turun dan membuat air genangan banjir rob itu semakin tinggi.
Biasanya, genangan air di depan pos RW 22 mencapai 10-15 sentimeter. Namun, ketika air laut pasang, ketinggiannya bisa mencapai 50-60 sentimeter.
Meski rintik hujan membuat pakaian basah dan lengket, tak menyurutkan antusiasme mereka bermain air layaknya di kolam berenang selama berjam-jam.
Tangan yang sudah keriput juga tak menghentikan anak-anak itu untuk tetap bermain air.
Bahkan, mereka sengaja membeli sabun di warung untuk mandi bersama di air banjir rob itu.
Padahal, air genangan itu sudah bercampur dengan air selokan sehingga warnanya keruh dan sedikit berbau.
Tak hanya mandi dan bermain air, anak-anak di Muara Angke juga menaiki bagian belakang kendaraan yang berlalu lalang.
Salah satu anak menaikkan satu kakinya ke area belakang odong-odong yang lewat, sementara satu kakinya lagi dibiarkan terseret di genangan air.
Meski terlihat berbahaya, anak-anak itu tampak bahagia dan saling bergantian melakukan hal serupa.
Setelah lelah menaiki kendaraan yang berlalu lalang, mereka seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan berenang sepuasnya.
Terlihat lima anak duduk di pinggir jalan untuk bermain pasir selokan.
Sambil tertawa-tawa, mereka asyik memainkan pasir yang beraroma tak sedap itu seolah bermain pasir di pantai.
Mereka juga mengaku tak takut sakit saat bermain pasir selokan dan berenang di air yang bau.
"Enggak takut sakit, kayak berenang di kolam renang aja," kata anak lainnya.