Vale (INCO) Kena Downgrade, Target Harga Saham Direvisi
Rekomendasi saham Vale Indonesia (INCO) diturunkan, mengapa? Simak juga target harga saham INCO yang direvisi. - Halaman all
(InvestorID) 08/07/24 14:15 10080711
JAKARTA, investor.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan pendapatan kuartal I-2024 yang relatif sejalan dengan estimasi Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan konsensus analis, meski turun 22% qoq menjadi US$ 230 juta.
Penurunan pendapatan Vale Indonesia dipicu oleh anjloknya volume penjualan sebesar 12% qoq dan koreksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 11% qoq. “Tercatat, produksi Vale Indonesia (INCO) pada kuartal I-2024 juga turun 5% qoq,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan dalam risetnya.
Menurut dia, beban produksi tunai emiten berkode saham INCO tersebut meningkat 1% qoq menjadi US$ 9.590/ton. Angka tersebut sekitar 10% lebih tinggi dari perkiraan Mirae.
“Dikombinasikan dengan penurunan ASP, margin tunai INCO pada kuartal I-2024 turun 36% qoq, jatuh lebih dari 40% di bawah perkiraan awal kami,” ungkap Rizkia.
Secara keseluruhan, INCO membukukan EBITDA sebesar US$ 56 juta atau terpangkas 43% qoq. Ditambah dengan kerugian dari penyesuaian nilai wajar PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI), laba bersih INCO pada kuartal I-2024 sebesar US$ 6 juta atau anjlok 88% qoq.
“Hasil tersebut tidak memenuhi ekspektasi kami dan konsensus, dengan run rate sekitar 4%,” sebut Rizkia.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Dengan berbagai faktor yang ada, Mirae menyesuaikan perkiraan 2024 untuk INCO. Revisi itu menghasilkan EBITDA sebesar US$ 324 juta atau turun 17% dan laba bersih mencapai US$ 94 juta atau terkikis 34%.
“Dengan mempertimbangkan penyesuaian tersebut, kami menurunkan rekomendasi untuk saham INCO menjadi hold, dengan target harga yang lebih rendah sebesar Rp 4.240,” pungkas Rizkia.
Di lain pihak, RHB Sekuritas sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengubah pandangannya soal profitabilitas INCO, meski dengan perkiraan margin yang lebih konservatif, seiring fluktuasi harga energi dan berbagai tingkat utilisasi dalam memproses bahan baku. Secara keseluruhan, arus kas INCO akan tetap sehat. Kebutuhan ekspansi INCO bakal tercukupi oleh neraca keuangan yang sehat ke depan.
RHB kemudian mempertahankan rekomendasi buy untuk saham INCO. Target harga baru saham INCO – dengan metode discounted cash flow (DCF) dan multiple EV/EBITDA – sebesar Rp 4.500 dari sebelumnya Rp 4.810.
“Target harga tersebut telah memasukkan 2% diskon ESG sesuai dengan nilai ESG INCO sebesar 2,9 yang berada di bawah median negara,” pungkas RHB dalam risetnya.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #inco #vale-indonesia #saham-inco #laba-inco #rekomendasi-saham #mirae-asset-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/366371/vale-inco-kena-downgrade-target-harga-saham-direvisi