Datanya Dipakai untuk Pinjol, Pelamar Kerja Toko Ponsel PGC Dimintai KTP dan "Selfie"
Puluhan pelamar kerja yang menjadi korban pencurian data di PGC, Jakarta Timur, dimintai sejumlah data pribadi dan swafoto. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 19:24 10104110
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan, puluhan pelamar kerja yang menjadi korban pencurian data di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, dimintai sejumlah data pribadi.
Data pribadi yang diminta meliputi foto KTP dan swafoto si pelamar, yang kemudian disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman online.
"Pelaku mencari mangsa dengan catatan korban atau mangsa ini dapat memberikan identitas aslinya berupa KTP dan membuat foto swafoto (selfie) dirinya dari setiap korban itu sendiri," ujar Nicolas kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (8/7/2024).
Menurut Nicolas, pelaku melakukan aksinya tersebut dengan berpura-pura membantu orang lain yang ingin bekerja di toko ponsel di PGC.
Ia pun meminta data korban sebagai syarat untuk melamar kerja.
"Terlapor, dalam hal ini R, melakukan modus operandi berupa dia berlagak seperti penyalur tenaga kerja di konter handphone," kata dia.
Saat ini, penyidik Polres Metro Jakarta Timur masih memeriksa enam saksi, salah satunya pelapor berinisial MJ.
"Dan selanjutnya, kami akan memanggil terlapor, yang dalam hal ini, satu orang nama berinisial R untuk diambil keterangannya sebagai saksi," kata Nicolas.
"Ini sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) di Polri, sesuai dengan Perkap Nomor 6 Tahun 2019. Dan pasal yang ditersangkakan kepada yang bersangkutan adalah penipuan dan penggelapan," imbuh dia.
Diberitakan sebelumnya, karyawan toko ponsel di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramatjati, Jakarta Timur, menyalahgunakan data pribadi 26 pelamar kerja untuk pinjaman online.
Dengan modusnya tersebut, pelaku mendapat 26 korban dengan jumlah kerugian lebih dari Rp 1 miliar.
#pinjol #data-pelamar-kerja-dipakai-untuk-pinjol #data-pelamar-kerja-pgc-untuk-pinjol