Sektor Jasa Keuangan RI Stabil saat Ekonomi Global \'Labil\'

Sektor Jasa Keuangan RI Stabil saat Ekonomi Global 'Labil'

Laporan OJK, sektor keuangan RI terjaga stabil di tengah ekonomi nasional yang menantang dan ketidakpastian ekonomi global yang makin tinggi - Halaman all

(InvestorID) 08/07/24 20:51 10108368

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sektor jasa keuangan nasional terjaga stabil, di tengah ekonomi nasional yang menantang dan ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi. Pelaku sektor jasa keuangan diimbau untuk tetap berhati-hati dan menerapkan manajemen risiko yang memadai.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan tetap terjaga stabil dan kontributif terhadap pertumbuhan nasional didukung oleh tingkat solvabilitas yang tinggi dan profil risiko yang minimal di tengah masih tingginya ketidakpastian global.

“Untuk perekonomian domestik, pemulihan permintaan masyarakat terus berlanjut meskipun cenderung masih lambat. Inflasi inti relatif stabil dengan pertumbuhan uang beredar atau M2 yang meningkat mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan permintaan ke depan,” ungkap Mahendra Siregar dalam konferensi pers daring, Senin (8/7/2024).

Dia menjelaskan, produksi sektor manufaktur mencatatkan kinerja yang ekspansif walau termoderasi. Hal itu tercermin dari penurunan indeks PMI manufaktur menjadi sebesar 50,7 pada periode Juni 2024 dibandingkan bulan sebelumnya di level 52,1.

“Di sisi kebijakan di tengah tekanan pasar keuangan global yang mereda dan turunnya ekspektasi pasar terhadap kondisi higher for longer, OJK tetap mencermati down side risk ke depan yang dapat berdampak pada sektor Jasa keuangan nasional,” ungkap Mahendra.

Mahendra juga menuturkan adanya risiko kredit khususnya pada segmen UMKM. Namun demikian, stress test yang dilakukan OJK menemukan bahwa secara umum perbankan dinilai masih resilien didukung dengan permodalan yang terjaga dan tingkat pencadangan yang memadai. Selain itu, secara umum rasio kredit yang beresiko (loan at risk/LAR) untuk UMKM saat ini dalam rentang level yang terjaga dan dalam tren yang menurun jauh dibawah level puncaknya di masa pandemi.

“Untuk itu, dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang selaras dengan standar internasional,” imbuh Mahendra.

Ketidakpastian Global

Hal tersebut menjadi penting mengingat risiko ketidakpastian global masih membayangi perekonomian dalam negeri. Sebagai gambaran, perekonomian global secara umum menunjukkan pelemahan, dengan data perekonomian AS tercatat lebih rendah dari ekspektasi di tengah inflasi yang masih sticky.

“Pasar tenaga kerja terus termoderasi dan kondisi rumah tangga AS cenderung melemah khususnya di segmen menengah-bawah. Hal ini mendorong pasar menaikkan ekspektasi pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak dua kali di 2024, lebih tinggi dari guidance The Fed yang sebanyak satu kali,” kata Mahendra.

Sedangkan di Eropa, perekonomian tengah menghadapi tantangan stagnasi pertumbuhan dan tekanan fiskal. Meski inflasi kembali meningkat, Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk lebih mendorong pertumbuhan dan mengakhiri siklus pengetatan kebijakan moneternya dengan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen.

“Sementara di Tiongkok, decoupling demand dan supply masih terus berlangsung di tengah stimulus agresif yang dilakukan oleh otoritas moneter dan fiskal,” tandas Mahendra.

Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #sektor-jasa-keuangan #ketidakpastian-global #ojk #manajemen-risiko #suku-bunga-acuan #ffr #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/366415/sektor-jasa-keuangan-ri-stabil-saat-ekonomi-global-labil