Dankormar Ungkap Kesulitan Prajurit Marinir Operasi di Papua: Tempuh Jarak 2 Kilometer Bisa 3 Hari
'Tantangannya agak berat di Papua. Cukup menantang,” ucap Endi. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 20:35 10108696
JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi mengungkap kesulitan prajuritnya dalam bertugas di Papua.
Endi mengatakan, banyak faktor yang menghambat prajurit saat beroperasi di Papua, salah satunya medan yang sulit.
“Di sana hutan tertutup. Kemudian cuacanya selalu berubah-ubah,” kata Endi usai seminar nasional Sejarah TNI AL bertajuk “Perspektif Historis Indonesia Dalam Penyelesaian Konflik Laut Natuna Utara dan Papua” di Balai Samudra, Jakarta Utara, Senin (8/7/2024).
Belum lagi, lanjut Endi, kontur medan pegunungan yang terjalnya minta ampun.
“Kami untuk tempuh dua kilometer saja tiga hari. (Kendala) yang berikutnya di sana itu kan daerahnya baru, sehingga harus betul-betul (persiapan) sebelum berangkat ini,” tutur Dankormar.
Dari segi teknologi, Endi juga mengusulkan pengoperasian kendaraan nirawak atau drone untuk prajurit yang beroperasi di Papua.
“Drone sebagai mata dan telinga, karena mereka sudah tahu jalannya ke mana, habis nembak larinya ke mana. Kalau ada drone kan bisa ketahuan di sana, tanpa itu (drone) kami kesulitan,” kata Endi.
Endi mengatakan, tugas operasi di Papua akan maksimal apabila satuan-satuan terkoordinasi dengan baik, ditambah dengan teknologi yang optimal.
“Di samping itu disiapkan prajurit yang fisiknya prima. Ini masalah bersama. Tantangannya agak berat di Papua. Cukup menantang,” ucap Endi.