Anggota KPU Kaltim Iffa Rosita Disebut Bakal Gantikan Hasyim Asy'ari
Pada seleksi yang dilakukan Komisi II DPR untuk 7 keanggotaan KPU RI 2022-2027, Iffa sebetulnya menempati urutan kesembilan. Halaman all
(Kompas.com) 08/07/24 20:31 10108702
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur, Iffa Rosita, di atas kertas akan menjadi calon anggota KPU RI pengganti Hasyim Asy\'ari dalam waktu dekat.
Adapun Hasyim sebelumnya diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berkaitan dengan tindakan asusila dan pemanfaatan fasilitas jabatan terhadap anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag berinisial CAT.
Pasal 37 ayat (4) huruf a Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur bahwa "anggota KPU digantikan oleh calon anggota KPU urutan peringkat berikutnya dari hasil pemilihan yang dilakukan oleh DPR".
Pada seleksi yang dilakukan Komisi II DPR untuk 7 keanggotaan KPU RI 2022-2027, Iffa sebetulnya menempati urutan kesembilan.
Urutan kedelapan dihuni oleh eks komisioner KPU RI, Viryan Aziz, yang telah tutup usia pada tahun lalu.
Karena meninggalnya Viryan pada 2022 silam, maka "peringkat berikutnya" otomatis jatuh ke tangan Iffa.
"Betul. Ada dua PAW (pergantian antarwaktu). Pertama untuk PAW Hasyim di KPU RI, lalu PAW Iffa di KPU Kalimantan Timur," kata pakar hukum pemilu Universitas Indonesia Titi Anggraini ketika dikonfirmasi, Senin (8/7/2024).
Pelantikan Iffa kini masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) Joko Widodo.
Adapun DKPP dalam putusannya meminta Presiden supaya menerbitkan Keppres pemberhentian tetap Hasyim Asy\'ari 7 hari sejak putusan dibacakan pada Rabu (3/7/2024).
Titi yang juga bagian dari Koalisi Masyarakat Peduli Keterwakilan Perempuan (KMPKP) mengingatkan bahwa pelantikan secara segera penting dilakukan karena beban kerja KPU pasca-Pemilu 2024 dan menyongsong Pilkada 2024 masih banyak.
"KMPKP meminta Presiden untuk mempercepat proses PAW Hasyim Asy’ari dan selanjutnya konsisten melantik calon urutan berikutnya sebagai anggota KPU pengganti antarwaktu," ujar dia.
Kompas.com menghubungi Iffa untuk meminta komentarnya perihal ini, namun komisioner yang mengepalai Divisi Data dan Informasi KPU Kalimantan Timur sejak 2019 ini masih enggan berkomentar.
Profil Iffa
Iffa dikenal aktif di dalam organisasi Muhammadiyah sejak berkuliah di Universitas Mulawarman maupun di luar kampus.
Perempuan kelahiran 30 April 1979 di Samarinda itu pernah menjabat sebagai pengurus daerah Aisyiyah Kota Bontang serta menjadi dosen di STIR Muhammadiyah Samarinda.
Iffa juga pernah menjabat sebagai anggota KPU Kota Bontang pada periode 2014-2019.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU RI pada 2022 lalu, Iffa sempat mengungkap gagasannya untuk menggunakan bantuan influencer dalam mengisi konten-konten tentang pemilu.
"Bagaimana kita ketahui bahwa pemilih milenial kita cukup tinggi. Kita akan memanfaatkan content creator profesional untuk bisa menarik minat dan keinginan mereka untuk bisa ikut serta aktif dalam Pemilu 2024," kata Iffa di Komisi II DPR, Senin (14/2/2022).
Iffa menilai, penggunaan media dan teknologi informasi akan menghasilkan sejumlah hal positif bagi Pemilu, di antaranya efisiensi anggaran dan kemampuan jangkauan yang lebih luas untuk sosialisasi kepada masyarakat tentang pemilu.
"Kemudian, dapat meminimalisir angka hoaks yang cukup tinggi. Karena kita ketahui, kemajuan teknologi tidak bisa membendung hoaks yang cukup tinggi. Maka, kita juga memeranginya dengan teknologi informasi," jelasnya.