Ramai soal Joki Strava, Kenapa Orang Lakukan Segala Cara Demi Medsos?

Ramai soal Joki Strava, Kenapa Orang Lakukan Segala Cara Demi Medsos?

Belakangan ini, ramai dibahas soal joki Strava. Kenapa ya, orang melakukan segala cara demi update di medsos? Ini kata psikolog.

(Kompas.com) 09/07/24 07:03 10157751

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, fenomena adanya "joki Strava" tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Adapun Strava adalah aplikasi olahraga yang keluar pada 2009. Fitur aplikasi ini mencakup melacak dan merekam jarak, kecepatan, ketinggian, dan waktu dari setiap aktivitas.

Aktivitas olahraga yang bisa dilacak dan direkam menggunakan GPS termasuk berlari, bersepeda, dan berenang.

Namun, belakangan aplikasi ini lebih sering digunakan oleh pengguna sepeda dan pelari.

Biasanya, hasil aktivitas olahraga yang berhasil dilacak dan direkam Strava akan ditangkap layar (screenshot) oleh pengguna untuk dibagikan di media sosial.

Sementara itu, istilah joki Strava disematkan pada seseorang yang menawarkan jasa untuk mendapatkan capaian tertentu dalam aplikasi itu.

Dengan kata lain, pengguna tidak benar-benar berolahraga sendiri lantaran yang menggunakan aplikasi adalah joki alias orang lain.

Isu joki Strava belakangan ramai dibahas di media sosial. Beberapa pengguna dengan jumlah pengikut banyak turut membahas atau berkelakar tentang fenomena ini. Misalnya, seorang pengguna X dengan akun @fxmario, Rabu (3/7/2024).

"Dari pada pake joki strava buat pamer lari kan mending dikerjain sendiri. Kalo cuma mau dipuji kencang / jauh ya tinggal naek ojek," ujar Mario dalam unggahannya yang Kompas.com kutip, Senin (8/7/2024).

Akun lainnya yang ikut berkelakar soal joki Strava adalah dokter sekaligus influencer dr Tirta. Dalam sebuah unggahan, ia yang hobi lari itu berkelakar menawarkan joki Strava.

"Rate: start 1 juta/km. Minat kabari," demikian potongan isi unggahannya.

Joki Strava, mengapa orang lakukan segala cara demi update?

Fenomena joki Strava memunculkan pertanyaan besar, yakni mengapa sebagian orang melakukan segala cara demi mengunggah alias update sesuatu di media sosial?

Secara psikologis, ternyata hal ini dapat dijelaskan. Psikolog sekaligus Ketua Lembaga M.eureka Psychology Consultant Meity Arianty STP, MPsi menjelaskan, para pengguna jasa joki tersebut melakukannya demi pengakuan dari masyarakat atau lingkungan sekitarnya.

"Orang seperti ini biasanya orang yang infantil (bersifat kekanak-kanakan), persis anak-anak atau remaja yang sedang mencari jati diri dan butuh pengakuan," ujar Meity saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/7/2024).

Mereka, lanjut Meity, melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatian atas capaiannya.

Dalam kasus ini, mereka mungkin ingin mendapatkan pujian tertentu karena berhasil berlari mencapai jarak tertentu dengan memamerkan hasil tangkap layarnya di media sosial.

"Kepuasan yang diperoleh tidak sebanding dengan upaya yang dia (pengguna jasa) lakukan," papar Meity.

Padahal, menurutnya olahraga adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan untuk membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Sehingga, pengakuan dari orang lain seharusnya tidak penting.

Sementara itu, psikolog klinis sekaligus Pendiri Cup of Stories Fitri Jayanthi, MPsi melanjutkan, menggunakan joki Strava sama dengan membohongi diri sendiri.

Namun, hal tersebut bisa dipahami karena saat ini, banyak orang seringkali mengira bahwa validasi diukur berdasarkan like, comment, save, dan share yang diperoleh di media sosial.

Semakin tinggi empat faktor itu didapatkan, ada kecenderungan untuk timbul perasaan senang yang lebih besar.

Sebab, mereka merasa kehebatannya dalam olahraga divalidasi oleh orang lain.

"Mengejar dengan berbagai cara, termasuk menggunakan cara-cara yang kurang sehat (menggunakan joki Strava)," tutur Fitri saat dihubungi, Senin.

Ia melanjutkan, jika hal tersebut terus dilakukan, tanpa sadar kita sama saja membohongi diri sendiri.

Sebab, validasi yang diperoleh adalah pencapaian orang lain, bukan capaian diri sendiri. Sehingga, menurut Fitri, para pengguna joki terjebak dalam kehidupan palsu.

"Dan perasaan yang dicapai pun akan berbeda dengan ketika kita melakukannya sendiri," ucap dia.

#lari #wellness #joki-strava #joki-strava-adalah

https://lifestyle.kompas.com/read/2024/07/09/070300320/ramai-soal-joki-strava-kenapa-orang-lakukan-segala-cara-demi-medsos-