Menko Airlangga: Indonesia Papan Atas di Antara Negara OECD

Menko Airlangga: Indonesia Papan Atas di Antara Negara OECD

Indonesia menargetkan jadi anggota OECD pada 2027. Halaman all

(Kompas.com) 09/07/24 14:59 10196498

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengklaim Indonesia sebagai negara papan atas di Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD.

Hal itu disampaikan Airlangga saat menghadiri seremoni Pencatatan Perdana Saham PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUN) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/7/2024).

"Dibandingkan negara OECD kita juga salah satu yang papan atas,” ujarnya.

OECD atau Organization for Economic Cooperation and Development adalah organisasi untuk berbagi masalah sosial-ekonomi serta berkolaborasi guna mencari solusi.

Didirikan pada 1961, klub negara maju berpenghasilan tinggi ini memiliki tujuan meningkatkan perdagangan dunia dan kemajuan ekonomi, salah satunya dengan prinsip ekonomi pasar bebas.

Saat ini sudah ada 38 negara anggota OECD. di antaranya yakni Amerika Serikat (AS), Jerman, Perancis, Inggris Raya, Swiss, Chile, Kolombia, dan Kostarika. Sementara itu, negara Asia yang menjadi anggota OECD baru 2 negara yakni Jepang dan Korea Selatan.

Sedangkan Indonesia tercatat baru sebatas negara mitra OECD. Meski begitu, Indonesia menargetkan jadi anggota OECD pada 2027. Saat ini Indonesia telah membuka diskusi aksesi OECD sebagai proses bergabung dengan organisasi tersebut.

Selain soal OECD, Airlangga juga menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi terbaru serta menyebut Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kelima di G20.

“Ekonomi Indonesia tumbuhnya 5,11 persen secara tahunan, dan bulan Juni kemarin kita deflasi 2,51 persen. Negara mana yang pertumbuhan bisa 5,11 dengan inflasi rendah?” kata dia.

Airlangga mengatakan, jika dilihat dari perdagangan di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir juga menunjukkan hal yang positif. Hal ini tercermin dari PMI Manufaktur yang terus tumbuh.

“Industri pengolahan tumbuh stabil, makanan dan minuman industrial yang go publik tumbuh 5,87 persen. Ini juga positif,” jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini industri pengolahan tumbuh stabil, makanan dan minuman, hingga industrial go publik 5,87 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024 tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia itu lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada kuartal IV-2023 sebesar 5,04 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia bila dibandingakn dengan triwulan I-2023 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,11 persen," ujar Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (6/5/2024).

Sementara itu, tingkat indeks harga konsumen (IHK) berdasarkan catatan BPS kembali mengalami penurunan atau terjadi deflasi secara bulanan (month to month/mtm) pada Juni 2024.

Deflasi yang utamanya dipicu oleh komoditas makanan, minuman, dan tembakau ini melanjutkan deflasi pada bulan sebelumnya. Pada Juni 2024 terjadi deflasi sebesar 0,08 persen. Deflasi ini lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, yakni sebesar 0,03 persen.

#oecd #anggota-oecd #airlangga-hartarto #negara-oecd

https://money.kompas.com/read/2024/07/09/145932826/menko-airlangga-indonesia-papan-atas-di-antara-negara-oecd