Bos PO San Jelaskan Modus Penipuan Penjualan Tiket Bus dan Tips Menghindarinya

Bos PO San Jelaskan Modus Penipuan Penjualan Tiket Bus dan Tips Menghindarinya

Penipuan pembelian tiket bus masih kerap terjadi. Bahkan kini pelakunya telah menyasar dunia maya sehingga cakupan korbannya menjadi lebih luas. Halaman all

(Kompas.com) 09/07/24 18:44 10215550

JAKARTA, KOMPAS.com - Penipuan pembelian tiket bus masih kerap terjadi. Bahkan kini pelakunya telah menyasar dunia maya sehingga cakupan korbannya menjadi lebih luas.

Salah satunya seperti yang dialami calon penumpang Perusahaan Otobus (PO) SAN Putra Sejahtera.

Perusahaan mencatat telah mendapatkan aduan penipuan tiket bus PO SAN sebanyak 20 korban dengan total kerugian Rp 15,70 juta selama 2022 sampai 2024. Itu pun masih banyak korban yang tidak melakukan pengaduan ke PO SAN maupun pengaduan di PO lainnya.

KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu (kiri ke kanan) Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera (PO SAN) Kurnia Lesani Adnan dan Wakil Direktur PO SAN Kurnia Lesari Adnan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Wakil Direktur PO SAN Kurnia Lesari Adnan mengatakan, berdasarkan aduan dari para korban pihaknya dapat mengetahui modus-modus penipuan tiket bus yang terjadi di mesin pencarian Google Review, media sosial Facebook, hingga aplikasi perpesanan WhatsApp.

"Semakin marak kasus penipuan yang mengatasnamakan PO SAN dan ini sudah sangat meresahkan. Jadi kami ingin sekali mengedukasi masyarakat luas, siapapun, dimanapun, dan bagaimana membeli tiket secara resmi dan jangan sampai tertipu," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Dia pun menjelaskan modus operandi penipu tiket bus yang beraksi di dunia maya, antara lain sebagai berikut.

1. Google Review

Masyarakat yang ingin membeli tiket bus biasanya mencari ke kolom mesin pencari Google dengan keyword nama PO bus seperti \'PO SAN\' atau \'beli tiket bus PO SAN rute Kota A ke Kota B\'.

Kemudian di halaman hasil pencarian Google akan muncul website PO SAN Bengkulu, PO SAN Yogyakarta, PO SAN Pekanbaru, dan seterusnya.

FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi penipuan, penipuan keuangan.

Lalu di sebelah kanan halaman hasil pencarian akan muncul Google Review perusahaan PO SAN. Pada bagian Google Review itu, masyarakat yang sedang mencari tiket bus PO SAN biasanya akan bertanya di kolom komentar.

Hal ini dimanfaatkan para penipu dengan membalas komentar-komentar tersebut dengan kalimat seakan sebagai admin PO SAN dan memberikan nomor telepon atau link WhatsApp.

Selanjutnya, bagi calon korban yang tidak mengetahui modus penipuan ini akan mengirimkan pesan Whatsapp ke nomor tersebut dan melakukan pembelian tiket dengan mengirimkan uang ke rekening penipu.

"Di kolom komentar seringkali orang-orang bertanya, beli tiket dimana, pesan tiket kemana. Dan ada orang-orang yang memang berkedok dengan membuat akun Google dengan nama-namanya seakan sebagai akun resmi atau pemilik resmi dan dicatatkan nomor Whatsappnya dan di situlah transaksi terjadi," jelas Kurnia.

2. Facebook

Adapun modus penipuan tiket bus di Facebook biasanya terjadi di grup-grup komunitas bus atau PO di mana korban berkomentar menanyakan pembelian tiket bus di grup tersebut.

Sama seperti modus di Google Review, pelaku akan membalas komentar tersebut dengan seolah-olah menjadi agen resmi penjual tiket bus dan meminta korban untuk menghubungi nomor Whatsapp yang dicantumkan.

"Biasa di Facebook itu kan posting \'saya kalau mau cari tiket SAN dimana?\'\'saya mau naik bus PO SAN dari sini. Itu adalah di saat para pelaku bertindak dan di situ dia masuk, dia menawarkan," ucap Kurnia.

Dia mengungkapkan, para pelaku penipuan tiket bus ini diduga merupakan orang-ornag yang sudah pernah membeli tiket bus PO SAN sebelumnya lantaran mereka memiliki denah kursi bus PO SAN.

SHUTTERSTOCK/HKHTT TJ Ilustrasi bus, bus antar kota antar provinsi (AKAP).

"Jadi memang kalau perwakilan atau agen resmi kami itu kalau misalnya memang ada yang mau beli, dia tanya \'seat yang tersedia, bangku nomor berapa?\' di-screenshot dari sistem kami, ditawarkan misalnya seat nomor 5 sama 6 masih kosong, silahkan mau nomor berapa dan di situ kadang-kadang itu beredar, disimpannya," ungkapnya.

3. WhatsApp

Setelah para pelaku beraksi dengan memberikan nomor WhatsApp-nya ke calon korban, mereka pun bertransaksi melalui WhatsApp.

Para pelaku membuat profil WhatsApp dengan semeyakinkan mungkin yakni misalnya menggunakan akun WhatsApp Bisnis dan foto profil armada bus PO agar calon korbannya yakin bahwa akun tersebut merupakan akun resmi.

Dengan menggunakan WhatsApp, pelaku akan melayani korban dengan menanyakan tiket yang akan dipesan, jadwal keberangkatan, dan menginformasikan kursi yang masih tersedia.

Setelah calon korban memilih tiketnya, pelaku akan meminta korban untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekening mereka. Kemudian, setelah uang korban berhasil ditransfer ke rekening penipu, mereka langsung memblokir WhatsApp korban.

"Nah begitu transfernya sudah masuk, itu langsung diblokir. Di situlah para korban akhirnya menghubungi nomor pengaduan PO SAN, mengadukan bahwa saya sudah ditipu, apakah benar ini agen PO SAN atau bukan? Begitu kami jawab bukan, ya di situ mereka sangat kecewa dan kehilangan uang dan tidak bisa berangkat," tuturnya.

Tips menghindari penipuan tiket bus

Kurnia membagikan sejumlah tips agar terhindar dari praktik penipuan tiket bus di atas, yaitu sebagai berikut.

  • Memastikan kembali nomor handphone yang tertera adalah nomor telepon perwakilan resmi PO
  • .Nomor telepon perwakilan resmi PO SAN dapat diakses pada website ini dengan klik halaman perwakilan atau melalui https://linktr.ee/po_san.
  • Pemesanan tiket secara online hanya melalui aplikasi resmi PO SAN yaitu https://buzzit.co.id/.
  • Sebelum melakukan pembayaran, pastikan nomor rekening yang tertera atas nama PT SAN Putra Sejahtera atau nama PIC perwakilan resmi PO SAN.
  • Setelah melakukan pembayaran, pastikan sudah menerima e-ticket melalui e-mail atau Whatsapp.
  • Hubungi Customer Service untuk memastikan pemesanan Anda.

#tiket-bus #penipuan-tiket-bus #penipuan-pembelian-tiket-bus

https://money.kompas.com/read/2024/07/09/184400426/bos-po-san-jelaskan-modus-penipuan-penjualan-tiket-bus-dan-tips-menghindarinya