Perkebunan Sawit Berbasis Masyarakat Mulai Dibangun di Merauke

Perkebunan Sawit Berbasis Masyarakat Mulai Dibangun di Merauke

Untuk tahap awal akan dibangun perkebunan sawit berbasis masyarakat seluas 1.000 hektar di Kampung Salam Epe dan Nakias, Merauke. Halaman all

(Kompas.com) 09/07/24 20:25 10224809

MERAUKE, KOMPAS.com - Perkebunan sawit berbasis masyarakat mulai dibangun di Merauke, Papua Selatan. Perkebunan sawit ini ditargetkan akan mencapai luasan 5.657 hektar lahan.

Namun, untuk tahap awal akan dibangun dulu perkebunan sawit berbasis masyarakat seluas 1.000 hektar di Kampung Salam Epe dan Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Pelaksana pembangunannya yakni Koperasi Iska Bekai, dengan dukungan perusahaan jasa konsultan pertanian PT Tritama Lestari.

Koperasi Iska Bekai sendiri berdiri sejak 2016 dan sudah menjadi koperasi mandiri, setelah mendapatkan arahan dari Pemda Merauke dan pemangku kepentingan setempat.

Pembangunan Kebun Masyarakat oleh Koperasi Iska Bekai juga telah sesuai dengan regulasi pemerintah yaitu Permen Pertanian Nomor 18 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar dan ketentuan alokasi 20 persen untuk masyarakat.

Pembukaan lahan

Ketua Koperasi Serba Usaha Iska Bekai, Abraham E. Yolmen mengatakan, pembukaan lahan sawit ini telah melewati berbagai proses sosialisasi dan persetujuan masyarakat, perizinan dan survei teknikal, serta penunjukan kontraktor.

Setelah pembukaan lahan, akan dilanjutkan dengan tahap pembibitan dan penanaman hingga akhirnya memasuki tahap pemanenan. Koperasi Iska Bekai berkomitmen pada standard pembangunan sawit berkelanjutan (sustainability) dan tata kelola yang baik (good governance).

"Diharapkan ini menjadi percontohan bagi koperasi mandiri sawit di daerah lain,” ujar Abraham, melalui keterangan pers, Selasa (9/7/2024).

Kepala Bidang Perencanaan dari Dinas Kehutanan Provinsi Papua Selatan Yeri Reba memastikan, lahan yang akan digunakan untuk pembukaan kebun sawit memang sudah sesuai peruntukannya, bukan merupakan kawasan hutan.

"Koperasi telah membayar iuran sesuai dengan ketentuan yaitu iuran PSDH-DR (Provisi Sumber Daya Hutan – Dana Reboisasi)," katanya.

Transparansi pengelolaan

Lantaran pembangunan perkebunan sawit dilakukan oleh koperasi, maka banyak pihak berharap pengelolaannya kan berjalan ecara transparan.

"Hal ini agar koperasi Iska Bekai bisa mewujudkan manfaat koperasi untuk masyarakat sekitar khususnya untuk masyarakat 17 marga di empat kampung yang menjadi anggota koperasi," kata Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Merauke Miftakhul Azizah.

Hal yang sama diutarakan oleh perwakilan tokoh masyarakat, Benony Samma, yang ingin pengelolaan koperasi berjalan transparan dan baik meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Koperasi Iska Bekai adalah aset masyarakat Merauke yang perlu dijaga bersama dan dapat menjadi inspirasi percontohan bagi daerah lain dalam pengelolaan perkebunan sawit melalui koperasi," ujarnya.

#perkebunan-sawit #merauke

https://money.kompas.com/read/2024/07/09/202550126/perkebunan-sawit-berbasis-masyarakat-mulai-dibangun-di-merauke