Dapat Info KPU Mau Kunker ke Eropa, Pimpinan komisi II: Ada Apa? PPLN Sudah Bubar
Junimart mendapatkan informasi bahwa KPU berencana menggelar kunjungan kerja ke beberapa negara Eropa Halaman all
(Kompas.com) 09/07/24 20:53 10224885
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi II DPRJunimart Girsang mempertanyakan rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar kunjungan kerja ke beberapa negara Eropa karena penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah selesai.
Junimart mengaku mendapatkan informasi bahwa KPU berkirim surat ke beberapa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Eropa mengenai rencana kunjungan kerja tersebut.
"Ada apa dengan KPU RI? Bersurat ke KBRI di beberapa negara Eropa untuk melakukan kunker. Pileg, pilpres sudah selesai. PPLN sudah dibubarkan," kata Junimart kepada Kompas.com, Selasa (9/7/2024).
Politikus PDI-P ini pun meminta semua KBRI untuk menolak kedatangan KPU ke beberapa negara Eropa dengan alasan kunjungan kerja.
"Saya tegas menyampaikan kepada semua KBRI menolak kunjungan-kunjungan KPU tersebut. Pemilu (pileg, pilpres) sudah tuntas selesai. PPLN sudah dibubarkan. Ini pemborosan anggaran," ujar Junimart.
Ia melanjutkan, Komisi II akan mengawasi secara ketat segala tingkah laku KPU karena lembaga tersebut tercatat sering kunjungan kerja ke luar negeri.
"Kerja kerja KPU yang hobby holiday dengan alasan kunjungan monitoring dan evaluasi ke LN (luar negeri) wajib diwaspadai sebagai penyalahgunaan anggaran," kata Junimart.
Sebagai informasi, belakangan KPU tengah disorot lantaran pucuk pimpinan tertinggi lembaga ini, yaitu Hasyim Asy\'ari terbukti melakukan tindakan asusila terhadap seorang anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag, Belanda berinisial CAT.
Atas hal itu, Hasyim dipecat melalui putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Selain soal Hasyim, putusan etik itu juga menguak fasilitas yang diberikan kepada Komisioner KPU yang dinilai berlebihan, semisal tiga mobil dinas hingga sewa jet untuk kunjungan kerja ke daerah.