Info Ini Berkaitan dengan Chandra Asri (TPIA) & Emiten Portofolio Lo Kheng Hong (PGAS)
Harga saham emiten pemerima insentif HGBT bergerak cenderung positif, - Halaman all
(InvestorID) 10/07/24 08:05 10280035
JAKARTA, investor.id - Stockbit Sekuritas dalam ulasannya mengungkap bahwa Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Senin (8/7/2024) mengatakan pemerintah akan melanjutkan insentif harga gas bumi tertentu (HGBT) sebesar US$ 6 per mmbtu bagi 7 sektor industri, yakni pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.
“Meski demikian, masih belum diketahui hingga kapan insentif ini akan dilanjutkan, mengingat belum ada rincian peraturan apapun yang diberikan oleh pemerintah,” jelas ulasan Stockbit Sekuritas dikutip Rabu (10/7/2024).
Insentif HGBT untuk industri sendiri dimulai sejak 2020 melalui sebuah keputusan Menteri ESDM. Kebijakan ini terakhir direvisi pada 2023 dan dijadwalkan akan berakhir pada Desember 2024.
Airlangga tidak menyebutkan alasan mengenai perpanjangan insentif ini, tetapi Kementerian Perindustrian sempat mencatat bahwa HGBT pada 2021–2023 membuat negara menerima nilai tambah hingga Rp 157,2 triliun atau lebih besar 3x lipat dari \'subsidi\' yang dikeluarkan negara dalam program tersebut.
Pandangan berbeda disampaikan oleh Kementerian ESDM yang menilai kebijakan HGBT justru menghilangkan potensi pendapatan negara dan BUMN.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, juga sempat mengatakan bahwa pemerintah berencana memperluas insentif HGBT bagi 24 subsektor industri manufaktur. Meski demikian, masih belum terdapat persetujuan mengenai wacana tersebut.
Kendati HGBT untuk industri ditetapkan sebesar US$ 6 per mmbtu, Kementerian Perindustrian mencatat bahwa 95% perusahaan penerima insentif perlu membayar gas dengan harga di atas ketentuan. Hal ini disebabkan oleh batasan volume gas bumi maksimum yang dapat dibeli dengan harga insentif.
Emiten
Menurut Stockbit Sekuritas, dilanjutkannya insentif HGBT akan berdampak positif bagi emiten penerima insentif – seperti PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), dan AMFG – karena memberikan kepastian atas harga gas yang stabil.
Meski demikian, detail mengenai batasan volume dan harga gas untuk setiap perusahaan dapat memberikan perbedaan dampak bagi masing-masing emiten. Selain itu, ketersediaan suplai gas di daerah tersebut juga dapat mempengaruhi harga gas yang didapatkan.
Sementara itu, kebijakan ini berpotensi berdampak negatif bagi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - emiten yang masuk portofolio Lo Kheng Hong - sebab memberikan limitasi atas harga jualnya.
“Perpanjangan insentif HGBT ini juga berbanding terbalik dari perkiraan market sebelumnya yang tampak berekspektasi bahwa regulasi kali ini tidak akan diperpanjang,” terang Stockbit.
Pada Selasa (9/7/2024), harga saham emiten pemerima insentif HGBT bergerak cenderung positif, dengan ARNA +5,6%, CAKK +6,55%, MARK +1,65%, sementara TPIA -1,34% dan AMFG tidak berubah. Sementara itu, harga saham PGAS ditutup turun -6,77%.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #lo-kheng-hong #hgbt #tpia #pgas #gas-bumi #berita-ekonomi-terkini