China Kritik Menlu AS Gara-gara Ucapan Selamat Ulang Tahun

China Kritik Menlu AS Gara-gara Ucapan Selamat Ulang Tahun

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengkritik Menlu AS gara-gara sentimen atas isu Tibet. - Halaman all

(InvestorID) 10/07/24 09:55 10288709

BEIJING, investor.d – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengkritik Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Antony Blinken gara-gara sentimen atas isu Tibet. Sebelumnya, Blinken mengucapkan selamat ulang tahun ke-89 kepada Dalai Lama yang diasingkan.

Pasalnya, Menlu AS itu sempat menyebutkan soal dukungan terhadap pelestarian warisan bahasa, budaya, dan agama khas Tibet.

"Kami mendesak AS untuk sepenuhnya memahami urgensi dan sensitivitas isu-isu terkait Xizang, benar-benar menghormati kepentingan inti China, menyadari sepenuhnya sifat anti-China dan separatisme oleh kelompok Dalai Lama," sebut Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, seperti dikutip pada Rabu (10/7/2024).

Lin juga meminta AS menghormati komitmen yang telah dibuat kepada China mengenai isu-isu terkait Xizang. Xizang adalah wilayah Tibet yang sekarang menjadi daerah otonomi khusus Republik Rakyat China (RRC).

Laman resmi Kementerian Luar Negeri AS memuat pernyataan berisi Amerika Serikat menyampaikan ucapan selamat kepada Yang Mulia Dalai Lama pada hari ulang tahunnya yang ke-89

“Melalui pernyataannya yang berisi gerakan antikekerasan dan saling menghasihi serta komitmennya untuk memajukan hak asasi manusia (HAM) bagi semua orang, Yang Mulia (Dalai Lama) menjadi inspirasi bagi komunitas Tibet dan banyak orang di seluruh dunia," tulis Menlu AS itu.

Pernyataan itu juga menyebutkan Amerika Serikat menegaskan kembali komitmen untuk mendukung upaya melestarikan warisan bahasa, budaya, dan agama khas Tibet.

“Termasuk kemampuan untuk secara bebas memilih dan menghormati pemimpin agama tanpa dicampuri pihak lain," demikian isi pernyataan itu.

Dalai Lama ke-14 baru berusia 23 tahun ketika ia melarikan diri dari ibu kota Tibet, Lhasa. Ia lari dari kampung halamannya karena kekalahan pemberontakan yang dipicu oleh gerakan revolusi anti-China dan anti-Komunis pada 10 Maret 1959.

Pemimpin spritual Tibet bernama Tenzin Gyatso itu kemudian melarikan diri ke Dharamsala, India. Di sana, ia membentuk pemerintahan Tibet tandingan hingga saat ini. Ia pun menjadi satu-satunya Dalai Lama yang mengunjungi dunia Barat.

"Seperti yang diketahui banyak orang, Dalai Lama ke-14 bukanlah seorang tokoh agama murni, melainkan seorang pengasingan politik yang terlibat dalam aktivitas separatis anti-China dengan berkedok agama," sambung Lin Jian.

Pada 1989, Dalai Lama ke-14 juga menerima penghargaan Nobel Perdamaian.

"Kami minta AS berhenti mendukung kekuatan \'kemerdekaan Xizang\' dan aktivitas anti-China serta separatis mereka dengan cara apa pun," kata Lin Jian.

Menurut Lin Jian, posisi pemerintah China terhadap isu-isu terkait Xizang sudah konsisten dan jelas. "Urusan Xizang adalah urusan dalam negeri China yang tidak boleh diintervensi oleh kekuatan eksternal mana pun," tegasnya.

Lin Jian mengatakan selama bertahun-tahun Xizang telah menikmati pertumbuhan ekonomi, keharmonisan dan stabilitas sosial, serta pelestarian warisan budaya yang baik.

"Hak dan kebebasan semua kelompok etnis di Xizang, termasuk kebebasan beragama dan kebebasan menggunakan serta mengembangkan bahasa lisan dan tulisan mereka sendiri, dilindungi sepenuhnya. Ini adalah fakta dan dilihat oleh banyak orang di komunitas internasional," ujarnya.

Daerah Otonomi Xijang merujuk pada wilayah geografis yang sering disebut "Tibet" oleh komunitas internasional. "Tibet" mengakar pada nama "Tubo" yaitu rezim yang berkuasa pada abad ke-9 dengan wilayah terfragmentasi dari beberapa suku, pada abad ke-13, Dinasti Yuan menguasai wilayah tersebut.

Namun, pemerintah China menyebut Dalai Lama ke-14 mengklaim kawasan "Tibet" mencakup Daerah Otonomi Xijang, Qinghai, serta sebagian Sichuan, Gansu, Yunnan, dan Xinjiang karena suku Tibet mendiami daerah-daerah tersebut. Pemerintah China pun menegaskan tidak pernah ada yang disebut "Tibet Besar" seperti yang diklaim oleh Dalai Lama.

Dalai Lama ke-14 sudah menyatakan mengundurkan diri sebagai pemimpin politik rakyat pada 2011. Ia menyerahkan kekuasaan sekuler kepada pemerintahan yang dipilih secara demokratis oleh sekitar 130.000 warga Tibet di seluruh dunia.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #dalai-lama #dalai-lama-tibet #anthony-blinken #menlu-as #china #ucapan-selamat-ulang-tahun #tibet #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/366578/china-kritik-menlu-as-garagara-ucapan-selamat-ulang-tahun