Awas, Paparan Polusi Tinggi Tingkatkan Risiko Demensia!

Awas, Paparan Polusi Tinggi Tingkatkan Risiko Demensia!

Paparan polusi tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko demensia

(Bisnis.Com) 10/07/24 14:05 10306406

Bisnis.com, JAKARTA — Belakangan kabar aktor legendaris Bruce Willis jadi perbincangan hangat. Kondisi kesehatannya menurun lantaran terserang demensia hingga harus mundur dari panggung hiburan.

Mengutip Alzheimer.org.uk, demensia merupakan sekelompok gejala yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang merusak otak.

Beberapa gejalanya dapat memburuk seiring berjalannya waktu dan meliputi:

- Hilang ingatan

- Kebingungan dan membutuhkan bantuan dalam tugas sehari-hari

- Masalah dengan bahasa dan pemahaman perubahan perilaku.

Demensia bersifat progresif, artinya gejalanya bisa jadi relatif ringan pada awalnya, namun akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Penyakit ini juga tidak selalu berkaitan dengan penuaan. Demensia bisa terjadi pada siapa saja ketika suatu penyakit merusak sel-sel saraf di otak.

Sel-sel saraf membawa pesan antara berbagai bagian otak, dan ke bagian tubuh lainnya. Semakin banyak sel saraf yang rusak, otak menjadi kurang mampu bekerja dengan baik.

Demensia juga disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah paparan polusi udara tingkat tinggi.

Faktor gaya hidup lain sebenarnya memiliki pengaruh lebih besar terhadap risiko terkena demensia dibandingkan polusi udara.

Namun, meskipun bukan penyebab utama demensia, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa polusi termasuk partikel yang sangat kecil dari asap lalu lintas dan pembakaran kayu di perapian berpotensi meningkatkan risiko terkena demensia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengembangkan pedoman untuk polusi udara yang menyatakan batasan yang direkomendasikan untuk berbagai polutan yang harus dipatuhi oleh kota. Masalahnya, banyak kota di berbagai belahan dunia yanh mencatat tingkat polutan tinggi dan berada di luar batas yang disarankan.

Polusi udara terdiri dari beberapa gas, senyawa kimia, logam, dan partikel kecil yang berbeda yang dikenal sebagai materi partikulat (PM). Partikel ini 40 kali lebih kecil dari lebar rambut manusia. Polusi dapat dilepaskan melalui asap lalu lintas atau dengan bakaran sampah di sekitar rumah

Paparan jangka panjang atau paparan polusi udara tingkat tinggi bisa berbahaya. Keduanya dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang mempengaruhi paru-paru dan jantung.

Sebabkan Demensia Vaskular

Pada 2022, Komite Dampak Medis Polutan Udara melakukan peninjauan terhadap 70 penelitian pada populasi manusia. Bukti menunjukkan adanya hubungan antara polusi udara dan perkembangan masalah memori dan berpikir.

Diperkirakan dampak polusi udara pada jantung dan sistem peredaran darah dapat mempengaruhi suplai darah ke otak dan menyebabkan demensia vaskular.

Laporan tersebut juga mempertimbangkan apakah ada hubungan langsung antara partikel kecil polutan udara yang memasuki otak dan risiko demensia. Bukti saat ini tidak menunjukkan bahwa hal ini memainkan peran penting dalam perkembangan demensia.

Cara Mengurangi Risiko Demensia

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena demensia, termasuk dengan tetap aktif, makan makanan sehat dan terus melatih pikiran.

1. Lakukan latihan fisik

Melakukan aktivitas fisik secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko demensia. Aktivitas fisik yang rutin baik untuk jantung, sirkulasi, berat badan, dan kesehatan mental.

Ada dua jenis aktivitas fisik utama, yaitu aktivitas aerobik dan aktivitas untuk membangun kekuatan. Setiap jenis akan membuat tubuh tetap bugar dengan cara yang berbeda. Melakukan kombinasi aktivitas ini akan membantu mengurangi risiko demensia.

2. Kurangi Konsumsi Alkohol

Minum terlalu banyak alkohol bisa meningkatkan risiko terkena demensia.

Jika rutin minum alkohol, usahakan melakukannya dalam jumlah sedang dan dalam batas yang disarankan. Minum terlalu banyak alkohol sekaligus membuat otak Anda terpapar bahan kimia berbahaya tingkat tinggi.

3. Berhenti Merokok

Jika Anda merokok, Anda menempatkan diri pada risiko lebih tinggi terkena demensia di kemudian hari.

Merokok banyak berdampak buruk pada peredaran darah ke seluruh tubuh, terutama pembuluh darah di otak, serta jantung dan paru-paru.

4. Jaga Kesehatan Mental dan Aktif Bersosialisasi

Depresi adalah suatu kondisi kesehatan mental yang banyak diderita namun tidak disadari. Orang yang pernah mengalami masa depresi dalam hidupnya juga memiliki risiko lebih tinggi terkena demensia.

Isolasi sosial dapat meningkatkan risiko demensia pada seseorang. Oleh karena itu, terlibat dalam aktivitas sosial dapat membantu membangun kemampuan otak untuk menghilangkan stres dan meningkatkan suasana hati.

5. Jaga Kondisi Kesehatan Jangka Panjang

Kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, dapat meningkatkan risiko terkena demensia. Cara penting untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pola makan yang tidak sehat juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk obesitas, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia.

#polusi #polusi-udara #demensia #polusi-udara-sebabkan-demensia

https://lifestyle.bisnis.com/read/20240710/106/1781035/awas-paparan-polusi-tinggi-tingkatkan-risiko-demensia