10 Orang Terkaya dari Bisnis Judi Kasino, Paling Kaya Punya Harta Rp464 Triliun

10 Orang Terkaya dari Bisnis Judi Kasino, Paling Kaya Punya Harta Rp464 Triliun

Ini dia 10 orang terkaya yang mengumpulkan kekayaannya dari bisnis judi. Dipimpin Ratu Judi Miriam Adelson dengan kekayaan US$28,6 miliar

(Bisnis.Com) 10/07/24 15:05 10311544

Bisnis.com, JAKARTA — Judi tengah menjadu salah satu masalah besar di Indonesia. Pasalnya, permainan ini bisa jadi sangat merugikan banyak orang.

Namun, tak sedikit pula yang bisa mendulang cuan dari bisnis judi, salah satunya dengan menjadi pemilik tempat judi tau kasino.

Namun, kasino erat kaitannya sebagai tempat para elit bertaruh pada berbagai permainan meja, bersosialisasi, dan bersenang-senang.

Berdasarkan data Real Time Billionaire Forbes, berikut ini 10 orang terkaya yang mendulang pundi-pundi kekayaannya dari bisnis kasino:

1. Miriam Adelson – US$28,6 Miliar

Kekayaan Adelson paling menonjol di antara pemilik kasino global lainnya. Dia adalah pemilik kasino terkaya di daftar Forbes.

Almarhum suaminya, Sheldon Adelson, pernah menduduki posisi ini, memiliki kekayaan bersih lebih dari US$30 miliar. Namun, dia mewariskan kekayaannya (terutama Las Vegas Sands) kepada istrinya setelah meninggal dunia pada 2021.

Saat ini, Adelson memiliki kekayaan US$28,6 miliar atau setara dengan Rp464 triliun. Dia dan keluarganya memiliki lebih dari separuh kerajaan kasino di Bursa Efek New York. Las Vegas Sands mengoperasikan kasino di Singapura dan Makau, termasuk berikut ini:

- Marina Bay Sands & Casino di Singapura

- Sand Cotai Central Casino and Hotels Macau

- Sands Macau Casino and Hotel

- The Parisian Macau Casino

- The Venetian Casino and Hotels Macau

2. Lui Che Woo – US$10 Miliar

Lui Che Woo merupakan pimpinan operator kasino Makau Galaxy Entertainment Group dan pengembang properti K. Wah International Holdings. Keduanya merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar di Hong Kong.

Dia mengawali jejak kariernya sebagai pemasok bahan konstruksi, membangun K. Wah sebagai perusahaan pengembangan properti di Hong Kong dan China daratan.

Adapun, properti kasino terkemuka di bawah Lui Che termasuk Galaxy Macau Casino & Hotel, yang dibuka pada 2011. Properti megah tersebut menampung 50 restoran, 2.200 kamar, 450 meja kasino, kolam ombak, dan pantai buatan.

Bisnis game Lui Che dimulai pada awal tahun 2000-an. Saat ini, putra sulungnya mengelola operasi Galaxy sementara putranya, Alexander, dan putrinya, Paddy, fokus pada K. Wah.

3. Karel Komarek — US$9,4 Miliar

Karel Komarek memulai bisnisnya di bidang minyak dan gas di Republik Ceko pada 1990an, tepat setelah Revolusi Velvet.

Pada 2010, dia berhenti berbisnis dengan ayah dan saudara perempuannya untuk menjalankan grup investasinya sendiri.

KKCG miliknya kini berinvestasi di bidang hiburan, teknologi informasi, real estat, dan biomedis.

Dia mulai terjun di dunia judi ketika membentuk Grup Sazka, yang kemudian berganti nama menjadi Allwyn, pada 2016.

Dia cepat menjadi pemilik lotere terbesar di Eropa. Pada 2022, dia kemudian mengantarkan perusahaan untuk membawa Allwyn ke publik melalui merger SPAC.

4. Denise Coates — US$8,8 Miliar

Coates adalah salah satu CEO Bet365, salah satu perusahaan perjudian online terbesar di dunia, bersama saudara laki-lakinya yang miliarder, John.

Coates pertama kali bekerja sebagai akuntan sebelum mengambil alih sejumlah toko judi keluarganya dan kemudian menjualnya ke bandar taruhan Coral.

Di atas keberhasilan bisnis perjudian online, Coates membeli domain Bet365.com pada 2000 dan meluncurkan situs webnya pada 2001.

Dia memiliki sekitar setengah saham pribadi dari Bet365, yang memfasilitasi perjudian hingga lebih dari US$65 miliar per tahun.

5. Johann Graf — US$7 Miliar

Johann Graf memiliki Novomatic Group, yang mengoperasikan kasino di seluruh dunia dan juga menjual mesin slot, permainan video poker, dan permainan meja elektronik.

Dibesarkan oleh kakek-neneknya di sebuah flat kecil tanpa air mengalir, dia memulai kariernya dengan mencoba bekerja sebagai tukang daging di toko milik keluarganya. Dia juga diharapka bisa mengambil alih toko daging tersebut.

Namun, alih-alih berlanjut jadi tukang daging, Graf mulai mengimpor mesin pinball Amerika ke Austria melalui Belgia, kemudian menjadi agen untuk perusahaan mesin slot Inggris.

Pada 1980 dia berdiri sendiri dengan mendirikan Novomatic, yang dengan cepat dia kembangkan ke Swiss dan kemudian melanglang buana ke Blok Timur.

6. Teddy Sagi — US$6,4 Miliar

Teddy Sagi merupakan pendiri pengembang perangkat lunak perjudian Playtech pada 1999. Perusahaan ini memiliki pendapatan lebih dari US$1 miliar dan diperdagangkan di bursa saham London.

Sagi lantas menjual 12% saham Playtech dengan harga hampir US$400 juta pada tahun 2016, dia menjual sisanya seharga US$88 juta pada November 2018.

Dia telah mengantarkan 4 perusahaan di bawah tangan dinginnya ke publik di AIM London, yaitu Playtech, Market Tech, pemroses pembayaran online SafeCharge, dan perusahaan keamanan siber Kape.

Lalu, Sagi kembali menjadikan Market Tech, yang sekarang menjadu Labtech London, menjadi perusahaan privat pada Juli 2017. Perusahaan ini memiliki portofolio properti di London termasuk pusat wisata Camden Market.

Pada 2019, dia menjual SafeCharge ke perusahaan Kanada, Nuvei seharga US$889 juta. Selain itu kekayaannya juga disumbang dari investasinya yang lain mencakup ruang kerja bersama dan startup teknologi.

7. Mark Scheinberg — US$5,6 Miliar

Mark Scheinberg mendirikan PokerStars bersama ayahnya, Isai, dan membangunnya menjadi perusahaan poker online terbesar di dunia sebelum menjualnya pada 2014.

Scheinberg, yang saat itu memiliki 75% bisnis induk Rational Group, mengantongi lebih dari US$3 miliar dari penjualan tersebut.

Dia juga membantu meluncurkan PokerStars pada 2001, saat usianya baru 28 tahun, dan mendapat banyak manfaat dari booming poker yang segera melanda AS dan seluruh dunia.

Scheinberg kini telah banyak menginvestasikan sebagian hasil penjualannya pada aset perhotelan mewah melalui kendaraan investasi real estate miliknya, Mohari.

Investasi real estatnya termasuk saham di Ritz-Carlton Yacht Collection, hotel bersejarah di Madrid dan resor mewah di Kosta Rika.

Pada 2023 dia juga mengakuisisi Tao Group Hospitality, yang mengoperasikan lebih dari 80 restoran dan klub dengan merek seperti Tao, Hakkasan, dan Lavo.

8. Gabe Newell — US$4,3 Miliar

Gabe Newell merupakan pendiri Valve Corp., yang mengembangkan video game, sejak dia bentuk pada 1998 dengan mantan rekan Microsoft Mike Harrington.

Perusahaan ini menemukan kesuksesan awal dengan game seperti Half-Life dan Portal. Valve Corp. juga memainkan peran besar dalam penjualan game PC melalui toko digital Steam-nya yang mirip dengan iTunes video game.

Steam menjual lisensi permainan kepada 125 juta pengguna judulnya sendiri dan milik pengembang lain dan mengumpulkan persentase dari penjualan.

Forbes memperkirakan Newell memiliki setidaknya seperempat perusahaan yang beroperasi di Bellevue, Washington.

9. John Coates — US$4 Miliar

John Coates adalah salah satu CEO perusahaan judi di Inggris Bet365, yang merupakan salah satu bisnis perjudian online terbesar di dunia.

Dia bergabung dengan saudara perempuan miliardernya dan co-CEO, Denise, pada 2001 untuk meluncurkan Bet365 setelah dia menjual beberapa toko taruhan ayah mereka.

Bet365 telah menjadi pemain global, dengan lebih dari 53 juta pelanggan di 200 negara. Selagi Denise memiliki separuh saham perusahaan, John memiliki seperempatnya.

Pada Juli 2015, dia menjadi wakil ketua Klub Sepak Bola Stoke City Liga Utama Inggris, di mana Bet365 memiliki saham mayoritas.

10. Pansy Ho – US$3,8 Miliar

Meskipun terlahir dalam keluarga kaya, Pansy Ho telah menopang kekayaan dan kehebatan keluarganya di industri kasino China. Dia adalah petinggi di Shun Tak Holdings, sebuah perusahaan pengembangan properti Hong Kong yang didirikan ayahnya.

Perusahaan itu berkembang di bidang pelejudian termasuk kemitraan parsial antara MGM China dan SJM mendiang ayahnya.

Dengan MGM China menjadi salah satu dari enam pemegang lisensi kasino Makau, pengaruh Pansy dalam industri ini sangat besar.

#bisnis-judi #kasino #orang-terkaya-dari-bisnis-judi #judi-online #pengusaha-bisnis-judi

https://entrepreneur.bisnis.com/read/20240710/265/1781060/10-orang-terkaya-dari-bisnis-judi-kasino-paling-kaya-punya-harta-rp464-triliun