Mal Kelas Atas Masih Jadi Favorit Pengusaha Ritel
Tingkat hunian mal kelas dan juga mal favorit pengunjung yang ada di Jakarta bisa mencapai 94 persen. Halaman all
(Kompas.com) 10/07/24 15:00 10313096
JAKARTA, KOMPAS.com -Mal kelas atas ternyata lebih menarik hati para tenant iatau pengusaha ritel jika dibandingkan dengan mal kelas bawah.
Hal ini terbukti dari tingkat okupansi atau tingkat hunian mal kelas atas yang ada di Jakarta lebih tinggi dari mal kelas menengah.
Head Of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, tingkat hunian mal kelas dan juga mal favorit pengunjung bisa mencapai 94 persen.
Sementara mal-mal kelas menengah meskipun ada di kawasan CBD Jakarta namun tingkat huniannya ada di angka 78 persen.
“Ada mal kelas menengah di CBD yang tidak perform bahkan okupansinya di bawah 80 persen. Hal ini yang mempengaruhi dan membuat tingkat okupansi mal di Jakarta masih ada di angka 74 persen,” jelas Ferry dalam Property Market Kuartal II-2024
Dikatakan, peritel makanan dan minuman (F&B) serta pakaian olahraga saat ini masih menjadi peritel yang aktif melakukan ekspansi.
Sedangkan peritel asal mancanegara diperkirakan masih optimistis untuk membuka toko pertamanya terutama di mal kelas atas.
“Sampai tahun 2026, memang tidak ada tambahan pasokan mal untuk pasar retail di Jakarta. Namun, ini cukup baik karena bisa meningkatkan tingkat hunian,” papar Ferry.
Sementara itu, untuk tarif sewa ruang ritel di mal, sampai saat ini belum ada kenaikan signifikan dari tahun sebelumnya.
“Beberapa pemilik mal bahkan menawarkan kerjasama dan memberi keringanan kepada penyewa yang masa sewanya masih lama tapi penjualannya menurun,” tambah Ferry.
Untuk diketahui, rata-rata tarif sewa ruang ritel di Jakarta hingga kuartal II 2024 mencapai Rp 564.111 per meter persegi per bulan.
Sementara biaya pemeliharaan yang dipatok pemilik mal adalah Rp 153.690 per meter persegi per bulan.