Cegah Stunting, Kader Posyandu di Desa Berdaya Energi Gunung Kidul Dapat Pelatihan Halaman all
Cegah stunting, kader posyandu sebagai penggerak utama posyandu perlu diberikan update ilmu kesehatan secara berkala. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 10/07/24 21:48 10367211
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 warga Desa Berdaya Energi di Kalurahan Karang Asem dan Gombang Gunung Kidul, Yogyakarta mendapatkan pelatihan kader Posyandu untuk cegah dan atasi stunting.
Pelatihan yang diinisiasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dengan PKK Karang Asem dan Gombang Gunung Kidul ini berlangsung selama 2 hari.
Tujuan diadakannya pelatihan ini selain untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam mengembangkan pelayanan posyandu juga untuk meningkatkan kualitas layanan posyandu kepada ibu dan anak, remaja, dan lansia.
Peserta pelatihan, Suharini menyampaikan bahwa ia menerima banyak ilmu baru dan belajar langsung dari narasumber yang berkompetan dalam kegiatan pelatihan kader posyandu ini.
“Kami mendapat materi terkait penggunaan alat ukur data antroprometri (tinggi dan panjang badan, berat badan, dan lingkar kepala), pengisian buku KIA serta studi banding ke Puskesmas Posyandu Kunci 2 Pendayen Umbul Harjo yang merupakan Posyandu Inovasi Terbaik 1 Tingkat Nasional dan Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2023," katanya melalui keterangan pers, Rabu (10/7/2024).
Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara menambahkan, dalam pelatihan tersebut difokuskan pada pengembangan pengetahuan terkait pencegahan stunting, deteksi dini tumbuh kembang balita, peningkatan skill komunikasi dan inovasi kader serta pengoperasian alat Kesehatan.
Menurut dia, posyandu merupakan ujung tombak bagi ibu dan balita untuk memeriksakan Kesehatan Masyarakat pada Tingkat Pertama tidak hanya bagi ibu dan bayi, namun untuk seluruh siklus kehidupan mulai ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, serta usia produktif dan lanjut usia. Kesehatan untuk seluruh siklus hidup menjadi lebih dekat ke masyarakat.
“Melalui posyandu, layanan sosial sebagai dasar bidang kesehatan untuk seluruh siklus hidup menjadi lebih dekat ke masyarakat, untuk itu kader posyandu sebagai penggerak utama posyandu perlu diberikan update ilmu kesehatan secara berkala serta peningkatan peningkatan skill komunikasi kader penyuluh”, ungkap Iwan.
Pihaknya menyasar Gunung Kidul sebab tingginya angka stunting di wilayah ini yang merupakan kabupaten dengan tingkat stunting tertinggi di Provinsi DIY.
"Selain pelatihan, PLN EPI juga melakukan Penguatan Tata Kelola Posyandu diharapkan kader posyandu udapat mempraktikan pengelolaan posyandu secara efektif dan sesuai standar melalui pendampingan langsung dari Dinas Kesehatan Gunung Kidul dan Puskesmas Ponjong," tambah Iwan.