Megaproyek LRT Jakarta Jilid 2 Senilai Rp24 Triliun Tunggu Pemodal
Megaproyek LRT Jakarta jilid 2 yang bakal menelan investasi Rp24 triliun sedang menunggu pemodal.
(Bisnis.Com) 11/07/24 07:00 10388076
Bisnis.com, JAKARTA - LRT Jakarta segera memasuki jilid 2 seiring dengan rencana pemerintah menawarkan perpanjangan jalur megaproyek senilai Rp24 triliun itu kepada calon investor.
Berdasarkan laman resmi Jakarta Investment Centre (JIC), Pemprov DKI Jakarta tercatat telah menawarkan beberapa proyek pengembangan LRT kepada para investor.
Pemprov DKI Jakarta menyediakan project overview untuk tiga fase perpanjangan jalur LRT Jakarta.
Pertama, LRT Jakarta Fase 1D Dukuh Atas-Pesing yang akan memiliki jalur sepanjang 11,8 kilometer dengan 13 stasiun. Biaya investasi yang diperlukan untuk pengembangan dan konstruksi fase ini adalah sekitar Rp13,4 triliun.
Saat ini, fase 1D LRT Jakarta telah memiliki izin jalur yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta dan telah dilakukan studi kelayakan dan pre basic engineering design. Fase 1D LRT Jakarta diproyeksikan mulai dibangun pada 2026.
Pemprov DKI Jakarta menawarkan investasi ke fase ini dalam bentuk pendanaan (funding) atau kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau public private partnership (PPP). Proyek LRT Jakarta Fase 1D diproyeksikan akan memiliki rasio pengembalian investasi atau Investment Return Rate (IRR) sebesar 11,41%
Kedua, LRT Jakarta Fase 2A JIS-Kelapa Gading akan memiliki jalur sepanjang 8,2 kilometer dengan 6 stasiun yang menghubungkan daerah Kelapa Gading ke Jakarta International Stadium (JIS). Biaya investasi yang diperlukan untuk pengembangan dan konstruksi fase ini adalah sekitar Rp7 triliun.
Proyek LRT Jakarta Fase 2A diproyeksikan akan memiliki rasio pengembalian investasi atau Investment Return Rate (IRR) sebesar 11,23%. Fase 2A LRT Jakarta diproyeksikan mulai dibangun pada 2029.
Ketiga, LRT Jakarta Fase 2B Velodrome-Klender, merupakan perpanjangan rute dari jalur eksisting yang akan menghubungkan Velodrome ke Klender. Proyek ini direncanakan memiliki jalur sepanjang 4,5 kilometer dengan 4 stasiun dan akan membutuhkan biaya sekitar Rp3,65 triliun.
Fase 2A LRT Jakarta diproyeksikan mulai dibangun pada 2029 dengan potensi rasio pengembalian investasi atau Investment Return Rate (IRR) sebesar 11,23%.
Dalam perkembangannya, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro telah mulai menawarkan fase-fase lanjutan LRT Jakarta kepada para calon investor. Fase-fase dengan jalur yang terintegrasi dengan moda transportasi lain menjadi prioritas perusahaan untuk dipasarkan kepada para pemilik modal.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin telah mulai menawarkan sejumlah tahap lanjutan untuk LRT Jakarta. Beberapa tahap yang telah dipasarkan kepada investor adalah Fase 1D dengan trase Dukuh Atas-Pesing, fase 2A Kelapa Gading-JIS, serta fase 2B Velodrome-Klender.
Iwan menyebut, pertimbangan perusahaan untuk menawarkan fase-fase tersebut adalah untuk meningkatkan Integrasi antarmoda. Proyek-proyek LRT fase 1D, 2A, serta 2B sudah memiliki fasilitas atau moda transportasi lain yang siap diintegrasikan dengan LRT Jakarta.
"Masterplan transportasi itu nyawa utamanya adalah integrasi, jadi fase-fase itu dulu yang menjadi utama. Tujuannya agar nanti bisa terintegrasi dengan moda-moda lain," jelas Iwan di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Dia menjelaskan, melalui jalur-jalur pada fase tersebut, mobilitas masyarakat nantinya akan semakin tinggi karena proses integrasi yang semakin optimal.
Iwan menuturkan, jalur-jalur LRT Jakarta itu nantinya akan menghubungkan masyarakat ke moda transportasi lain, mulai dari MRT, LRT Jabodebek, TransJakarta, hingga Kereta Cepat WHOOSH.
Dia mengeklaim proyek LRT Jakarta jilid 2 ini cukup diminati oleh para investor. Perusahaan juga menyebut telah menerima ketertarikan dari calon investor luar negeri.
Iwan menuturkan, sejauh ini minat terhadap proyek-proyek tersebut terbilang positif. Dia juga menyebut ada sejumlah calon investor asing yang berminat untuk menggarap fase lanjutan LRT Jakarta ini.
Meski demikian, Iwan enggan memerinci asal negara para calon investor tersebut. Jakpro masih terus melakukan komunikasi dengan para calon pemodal asing tersebut untuk menindaklanjuti ketertarikannya.
"Komunikasi terus kita lakukan ke pihak global dan investor internasional. Tetapi, ini kan proses yang panjang dan rigid," ujanrya.
Iwan melanjutkan, perusahaan akan terus berupaya mencari pendanaan untuk proyek LRT baik dari investor dalam negeri maupun asing. Skema pendanaan alternatif akan terus diupayakan agar proyek LRT Jakarta ke depannya tidak membebani APBD.
#lrt #lrt-jakarta #jakpro #jakarta-propertindo #investasi-lrt #investor-lrt-jakarta