PKB: Ketika PKS Usung Anies-Sohibul, Kami Senyum-senyum Saja,,,
PKB menyayangkan sikap PKS yang tiba-tiba mengusung pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilkada Jakarta 2024. Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 09:01 10397859
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Luar Negeri DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah menyayangkan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tiba-tiba mengusung pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman (AMAN) di Pilkada Jakarta 2024.
“Ketika teman-teman PKS begitu percaya diri (mengusung Anies-Sohibul), kami sekarang hanya senyum-senyum saja,” ujar dia dalam tayangan YouTube Satu Meja Kompas TV, dikutip Kamis (11/7/2024).
Padahal, kata Luluk, PKB merupakan partai pertama yang mendeklarasikan Anies untuk maju di Pilkada Jakarta.
Namun, PKS tiba-tiba bermanuver mendukung Anies sekaligus memberikan satu nama sebagai pendampingnya.
“Loh, PKB kan duluan yang mendeklarasikan (Anies). Jadi ini harus diluruskan dulu ya. Sebenarnya barang ini milik siapa,” tutur dia.
Kendati begitu, Luluk mengatakan, apa yang dilakukan PKS sah-sah saja.
Sebab, siapa sosok yang akan mendampingi Anies baru bisa dipastikan beberapa waktu ke depan.
“Tetapi sah-sah saja, boleh saja (PKS usung Anies-Sohibul), karena kita masih punya cukup waktu, sekitar satu bulan, dan dari awal kami bilang, kami berharap kekuatan ini tidak berkurang, apalagi PKS ini mitra kami,” ucap dia.
Maka dari itu, Luluk mendorong adanya diskusi lebih lanjut antara PKB dan PKS. Terlebih, PKB juga memiliki tokoh politik yang cukup dikenal masyarakat Jakarta.
“Makanya, ayo kita buka meja (diskusi) dulu, kami buka diskusinya, jangan dikunci dulu (satu pasangan),” kata dia.
Beberapa nama yang mungkin cocok berduet dengan Anies adalah Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah.
“Kalau soal wakilnya, kami (PKB) juga masih punya sederet nama-nama yang sebenarnya sangat-sangat layak untuk kemudian diajukan ke mitra-mitra koalisi kami,” ungkap Luluk.
“Beberapa nama misalkan yang sudah disebut, ada Pak Jazil, ada Bu Ida, kurang apa juga? Seperti juga Mas Sohibul yang sangat dianggap mumpuni, ya kami juga punya orang seperti Ida Fauziah,” sambung dia.
Sebagai informasi, untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jakarta, butuh sedikitnya 22 kursi DPRD.
Merujuk pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, kepala daerah diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik dengan perolehan paling sedikit 20 persen kursi dari jumlah total kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilu anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.
Dalam pemilihan legislatif (pileg) 2024, PKB mendapatkan 10 kursi DPRD DKI Jakarta, sedangkan PKS 18 kursi.