Komisi VI DPR RI Setujui PMN Rp 44,2 Triliun untuk 16 BUMN pada 2025
Berikut rincian 16 BUMN yang akan menerima PMN pada 2025. Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 13:59 10424725
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi VI DPR RI menyetujui usulan Kementerian BUMN untuk memberikan penyertaan modal negara (PMN) Rp 44,2 triliun ke 16 BUMN pada tahun anggaran 2025.
Hal itu diputuskan dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pada Rabu (10/7/2024) malam.
"Komisi VI DPR RI menerima penjelasan dan menyetujui usulan PMN tahun anggaran 2025 dari Kementerian BUMN," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR Sarmuji saat membacakan kesimpulan rapat.
Adapun 16 BUMN yang bakal mendapatkan suntikan PMN yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Asabri (Persero), PT PLN (Persero), BPUI atau Indonesia Financial Group (IFG), PT Pelni (Persero), dan PT Bio Farma (Persero).
Lalu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Len Industri (Persero), PT Danareksa (Persero), PT KAI (Persero) atau KAI, ID FOOD, PT PP (Persero), Perum Damri, Perum Perumnas, serta PT INKA (Persero).
Erick mengatakan, persetujuan Komisi VI atas PMN 2025 untuk 16 BUMN tersebut merupakan hal positif bagi Kementerian BUMN untuk mendorong kinerja perusahaan pelat merah.
Ia pun memastikan bahwa catatan yang diberikan Komisi VI pada beberapa BUMN akan menjadi fokus Kementerian BUMN untuk melakukan perbaikan.
"Tentu dari persetujuan yang diberikan kepada PMN adalah hal yang positif buat kami dengan nilai Rp 44,2 triliun," kata Erick.
Berikut rincian 16 BUMN yang akan menerima PMN pada 2025:
- Hutama Karya Rp 13,8 triliun untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) fase 2 dan fase 3
- Asabri Rp 3,61 triliun untuk perbaikan permodalan
- PLN Rp 3 triliun untuk program listrik desa
- BPUI atau IFG Rp 3 triliun untuk penguatan permodalan dalam rangka penjaminan kredit usaha rakyat (KUR)
- Pelni Rp 2,5 triliun untuk pengadaan dua kapal baru
- Bio Farma Rp 2,21 triliun untuk fasilitas capex baru
- Adhi Karya Rp 2,09 triliun untuk pembangunan Tol Jogja-Bawen dan Solo-Jogja
- Wijaya Karya Rp 2 triliun untuk perbaikan struktur permodalan
- Len Industri Rp 2 triliun untuk modernisasi dan peningkatan kapasitas produksi
- Danareksa Rp 2 triliun untuk pengembangan usaha
- KAI Rp 1,8 triliun untuk pengadaan rangkaian kereta (trainset) baru
- ID FOOD Rp 1,62 triliun untuk modal kerja dan investasi program cadangan pangan pemerintah (CPP)
- PT PP Rp 1,56 triliun untuk penyelesaian proyek Tol Jogja-Bawen dan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Subang
- Perum Damri Rp 1 triliun untuk pengadaan bus listrik
- Perumnas Rp 1 triliun untuk restrukturisasi dan penyelesaian persediaan
- INKA Rp 976 miliar untuk pembuatan KRL