Bahlil: Smelter Freeport di Gresik Akan Hasilkan 60 Ton Emas Murni
Smelter Gresik ini akan mulai beroperasi September 2024 untuk mengolah konsentrat tembaga dari Timika. Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 15:07 10426455
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur dapat menghasilkan 60 ton emas dan 600 ribu ton tembaga.
Adapun smelter Gresik ini akan mulai beroperasi September 2024 untuk mengolah konsentrat tembaga dari Timika.
Bahlil mengatakan, pembangunan smelter tersebut memakan biaya 3 miliar dollar AS dan menjadi smelter terbesar di dunia.
"Jadi kita ingin dia menghasilkan apa? 600 ribu katoda tembaga, 600 ribu ton. Emasnya 60 ton dari 3 juta konsentrat. Supaya apa? Ini pendapatannya untuk negara kita," kata Bahlil saat memberikan Kuliah Umum di IPDN, Jawa Barat yang disiarkan Youtube BKPM, Kamis (11/7/2024).
Bahlil mengatakan, pembangunan smelter ini adalah langkah strategis lantaran selama Freeport beroperasi, pemerintah tak pernah mengetahui secara detail jenis komoditas yang diekspor.
"Tetapi kan kita tidak pernah tahu berapa emas yang dibawa. Berapa turunannya? Maka, sejak 2018 kita paksakan pembangunan smelter," ujarnya.
Sebagai informasi, Fasilitas smelter atau pemurnian tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) secara resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/6/2024).
Peresmian smelter ini dilakukan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadia, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
Airlangga menyatakan, operasional smelter tembaga milik Freeport di Gresik ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo paling lambat September 2024 mendatang.
"Paling lambat September akan diresmikan operasi produksinya oleh Presiden Joko Widodo," kata Airlangga saat meresmikan fasilitas smelter Freeport Indonesia di Gresik.
Sementara itu, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, proses pembangunan smelter memakan waktu sekitar 30 bulan, termasuk dua tahun saat pandemi, dan beroperasi sesuai jadwal.
Smelter Freeport di Gresik ini merupakan smelter single line terbesar di dunia. Smelter ini diharapkan mampu memproses bahan baku dari tambang Freeport di Timika, Papua, yang diangkut dengan kapal ke Gresik sebanyak 600.000 sampai 650.000 ton katoda tembaga per tahun.