Malangnya Supriyadi, Bajaj-nya Hilang Dicuri Saat Tertidur tapi Enggan Lapor Polisi karena Merasa Perlu Biaya
Seorang sopir bajaj bernama Supriyadi kehilangan bajajnya karena dicuri. Namun, ia enggan melapor polisi karena merasa perlu mengeluarkan uang. Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 19:00 10445910
JAKARTA, KOMPAS.com - Nasib malang menimpa Supriyadi (45), seorang sopir bajaj di Kedoya Utara, Jakarta Barat.
Bajaj yang menjadi tumpuan hidup Supriyadi hilang dicuri pada Jumat (5/7/2024) lalu. Kejadian ini membuat ia kehilangan mata pencaharian utamanya.
Kronologi
Supriyadi mengatakan, bajajnya hilang dicuri saat ia hendak menarik penumpang pada Jumat dini hari.
"Biasanya saya narik jam 02.00 WIB, nah pas saya jalan ke tempat parkir, bajaj saya sudah enggak ada," ucap Supriyadi saat ditemui di kediamannya, Rabu (10/7/2024).
Perasaan panik bukan main begitu dirasakan Supriyadi saat tahu bajajnya hilang.
Meski begitu, ia langsung bergegas mencari tahu ke mana bajajnya menghilang. Bak detektif, Supriyadi yang nyaris 20 tahun menjadi sopir bajaj mengawali pencariannya dengan meminta rekaman closed circuit television (CCTV) di lokasi bajajnya dicuri.
"Saya sempat lihat CCTV di sekitar lokasi. Minta izin dan akhirnya dikasih. Pelakunya sendirian," ucap dia.
Dalam rekaman CCTV, pelaku yang mencuri bajajnya mengenakan sweter dan celana berwarna gelap.
Pelaku memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter, sedikit lebih tinggi dari atap bajaj. Namun, raut wajah pelaku tak begitu terlihat karena kondisi lokasi cukup gelap.
Dari arah jalan besar, pelaku mendekati bajaj serta membuka pintunya dengan mudah. Ia kemudian tampak mengutak-utik bagian dalam bajaj dengan posisi membungkuk.
Tak sampai beberapa menit kemudian, pelaku naik dan membawa kabur bajaj sekitar pukul 00.22 WIB saat Supriyadi tengah beristirahat.
Enggan lapor polisi
Usai bajajnya hilang dicuri, Supriyadi enggan melapor ke polisi dan memilih mencari sendiri.
Dalam benaknya, melaporkan sebuah perkara ke kantor polisi perlu mengeluarkan uang.
"Kalau lapor ke polisi setahu saya perlu biaya. Nah, saya enggak punya uang," ungkap Supriyadi.
Supriyadi mengaku harus pergi ke sana sini untuk mencari bajajnya. Hal itu ia lakukan selama enam hari berturut-turut hingga nyaris kehabisan tenaga.
Sambil mencari bajajnya, Supriyadi terus mengontak beberapa teman seprofesi, tetapi belum ada hasil yang didapat.
"Sampai sekarang masih cari ke teman-teman sopir bajaj. Masih belum ketemu," ungkap dia.
Di tengah musibah yang dialami, Supriyadi mengaku masih cukup beruntung karena dia tak menyimpan uang sepeser pun di dalam bajajnya.
"Bagusnya sih begitu (tidak ada uang di dalam bajaj)," tuturnya.
Lebih lanjut, Supriyadi mengaku bahwa ia saat ini membantu sang istri berjualan makanan untuk menyambung hidup.
"Ya sekarang cuma bantu istri jualan saja, sambil cari bajaj," tutur Supri.
(Penulis: Rizky Syahrial | Editor: Irfan Maullana, Fabian Januarius Kuwado)
#sopir-bajaj #pencurian-bajaj #sopir-bajaj-enggan-lapor-polisi