Tak Bisa Narik karena Bajajnya Hilang Dicuri, Supriyadi Kini Bantu Istri Jualan untuk Menyambung Hidup
Sopir bajaj yang bajajnya dicuri di daerah Kedoya Utara, Jakarta Barat, kini harus membantu sang istri berdagang demi menyambung hidup. Halaman all
(Kompas.com) 11/07/24 20:59 10455095
JAKARTA, KOMPAS.com - Supriyadi (45), sopir bajaj di Kedoya Utara, Jakarta Barat, terpaksa banting setir demi menyambung hidup setelah bajaj miliknya dicuri.
Ia mengaku bahwa saat ini dirinya membantu sang istri berdagang lantara tak bisa lagi menarik bajaj.
"Ya sekarang cuma bantu istri jualan saja," ucap Supriyadi saat ditemui di kediamannya, Rabu (10/7/2024).
Supriyadi mengatakan, bajajnya hilang dicuri seseorang pada Jumat (5/7/2024) dini hari.
Sesaat sebelum bajajnya dicuri, ia tengah beristirahat sejenak karena waktu telah menunjukkan pukul 00.22 WIB.
"Biasanya saya narik jam 02.00 WIB, nah pas saya jalan ke tempat parkir, bajaj saya sudah enggak ada," ucap Supriyadi.
Usai tahu bajajnya dicuri, Supriyadi bergegas melakukan pencarian dengan meminta rekaman CCTV di lokasi bajajnya dicuri.
"Saya sempat lihat rekaman CCTV di sekitar lokasi. Saya minta izin, akhirnya dikasih. Pelakunya sendirian," ungkap dia.
Berdasarkan rekaman CCTV, kata Supriyadi, pencuri bajajnya mengenakan sweter serta celana berwarna gelap. Pelaku memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter, sedikit lebih tinggi dari atap bajaj.
Namun, raut wajah pelaku tak begitu terlihat karena kondisi lokasi cukup gelap.
Dari arah jalan besar, pelaku mendekati bajaj milik Supriyadi lalu membuka pintunya dengan mudah. Ia kemudian tampak mengutak-utik bagian dalam bajaj dengan posisi membungkuk.
Beberapa menit kemudian, pelaku naik dan membawa kabur bajaj, meninggalkan Supriyadi yang tengah beristirahat.
Usai bajajnya dicuri, Supriyadi enggan untuk melapor ke polisi. Dalam benaknya, melaporkan sebuah perkara ke kantor polisi mesti mengeluarkan uang.
"Kalau lapor ke polisi setahu saya perlu biaya. Nah, saya enggak punya uang," ungkap Supriyadi.
Oleh sebab itu, Supriyadi memilih mencari sendiri bajaj kesayangannya. Ia memanfaatkan jaringan rekan seprofesi untuk menyebarkan informasi terkait peristiwa pencurian yang dialaminya.
Harapannya, rekan-rekan sesama sopir bajaj dapat memberi informasi kepada dirinya apabila mengetahui pelaku atau posisi bajaj yang menjadi sumber penghasilannya.
"Sampai sekarang masih cari ke teman-teman sopir bajaj. Masih belum ketemu," tutur Supriyadi.
(Penulis: Rizky Syahrial | Editor: Fabian Januarius Kuwado)
#sopir-bajaj #pencurian-bajaj #sopir-bajaj-enggan-lapor-polisi