Grand Syekh Al Azhar Mesir Kunjungi PP Muhammadiyah, Bahas Penghargaan hingga Palestina

Grand Syekh Al Azhar Mesir Kunjungi PP Muhammadiyah, Bahas Penghargaan hingga Palestina

Muhammadiyah kembali mendapat kunjungan Grand Syekh Al Azhar Mesir Ahmad Al Thayyeb , membahas penghargaan hingga Palestina - Halaman all

(InvestorID) 12/07/24 09:52 10510098

JAKARTA, investor.id - Muhammadiyah kembali mendapat kunjungan Grand Syekh Al Azhar Mesir Ahmad Al Thayyeb dan berkesempatan dialog bersama jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, serta para tokoh agama lainnya pada Kamis (11/7) Masjid At-Tanwir lantai 6, Menteng Raya, Jakarta Pusat. Dalam dialog tersebut, membahas berbagai isu mulai dari penghargaan hingga Palestina. 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq Mughni, bahwa Muhamadiyah telah menerima Zayed Award Human Fraternity (ZAHF) di bidang persaudaraan kemanusiaan.

Terhadap penghargaan itu, Grand Syekh Al Azhar turut bangga dan menyampaikan bahwa umat Islam sangat berhutang jasa kepada Muhammadiyah, sehingga Muhammadiyah berhak atas penghargaan internasional Zayed Award. Bahkan, masih menurutnya, penghargaan itu  lebih kecil daripada apa yang seharusnya didapatkan oleh Muhammadiyah. 

“Mengingat kontribusinya dalam hal pendidikan, sosial, dakwah, dan mempromosikan perdamaian dunia,” imbuhnya

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan penghargaan yang tinggi dan terimakasih kepada keluarga besar Al Azhar yang telah menjadi role model bagi Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan dan penyebaran Islam.  Agama yang membawa nilai nilai kemajuan dan peradaban, yang membawa inspirasi Islam sebagai dinul hadharah.  

“Al Azhar bagi kami dan bahkan bagi umat Islam bangsa Indonesia sudah lekat dalam sejarah perjalanan dunia karena kami yakin dan kami tahu belajar dari sejarah bahwa Al Azhar adalah salah satu dari tonggak peradaban Islam”, paparnya.

Haedar pun memberi penghargaan tinggi atas kiprah Grand Syekh Al Azhar  yang telah mempelopori  wasatiyatul Islam di tingkat dunia, yang telah bersama Paus Fransiskus terus bergerak untuk menjaga bandul wasatiyah di tengah dunia global yang penuh dengan ekstrimitas. 

Lebih lanjut Haedar berharap agar di tingkat dunia Grand Syekh Al Azhar  bersama tokoh-tokoh dunia dan dunia Islam terus mewujudkan Palestina yang merdeka dan tata dunia baru yang damai di Timur Tengah, sebagai bukti bahwa Islam  atau dunia Islam adalah sebagai pelopor di garda depan untuk memberi solusi.

“Kalau Palestina belum menemukan solusi yang terbaik, sampai kapan pun akan menumbuhkan benih benih ekstrimitas dalam berbagai dimensi kehidupan” Haedar mengingatkan.

Titik temu Al Azhar dan Muhammadiyah menurut Haedar yakni terus menyuarakan pesan Islam yang membawa kemajuan. Islam sebagai dinul hadharah, dimana Muhammadiyah terus bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi dan dakwah yang mencerdaskan dakwah yang mencerahkan.

Ketertinggalan ekonomi juga menjadi sorotan dalam dialog tersebut. Menurutnya problem umat Islam Indonesia adalah ketertinggalan di bidang ekonomi yang menyebabkan belum menjadi khoirul ummah.

“Kita belum menjadi umat terbaik”, ucapnya. Ekonomi tertinggal menyebabkan secara politik menjadi marjinal, akibat lebih jauh membawa pada rusaknya  tatanan kehidupan di bidang etika dan moral akibat begitu dahsyatnya gelombang perubahan sosial.

Pengaruh Kuat

Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2005-2015), menyampaikan bahwa  Muhammadiyah berdiri mendapat pengaruh sangat kuat dari pemikiran islah dan tajdid dari Syeikh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Itulah mengapa Gerakan Muhammadiyah mewarisi sanad keilmuan dari Al Azhar.

Waspadai Gerakan Inkar Sunnah

Grand Syekh Al Azhar menyampaikan sebuah orasi ilmiah singkat dan padat tentang hubungan Al Quran dengan sunnah nabi. Menurutnya organisasi Muhammadiyah yang  bergerak dalam bidang tajdid, menghidupkan sunnah dan memberantas bid’ah,

Grand Syekh Al Azhar menyampaikan  bahwa tidak mungkin menerapkan kandungan Al Quran tanpa mengikuti sunnah Nabi Muhammad. Hampir semua rukun  Islam itu tidak bisa dioperasinalkan kalau mengandalkan Al Quran semata. Harus juga berdasarkan contoh dari Rasulullah SAW. Tidak mungkin hanya mengandalkan teks teks al Quran lantas begitu saja  dapat menjalankan  ajaran al Quran dalam kehidupan nyata.

Ia minta untuk terus mewaspadai apa itu gerakan gerakan inkar sunnah. Ia juga minta untuk mewaspadai apa yang disebut alquraniun, yang mencukupkan diri kepada al Quran saja tanpa berpedoman kepada sunnah Nabi Muhammad SAW.

Grand Syekh Al Azhar berharap kepada organisasi Muhammadiyah untuk terus memberikan pencerahan kepada dunia khususnya umat Islam untuk menegakkan sunnah dengan sebaik-baiknya, bagaimana mewujudkan masyarakat Islam yang rahmatan lil’alamin merujuk kepada al Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #muhammadiyah #grand-syekh-al-azhar #palestina #penghargaan #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/national/366804/grand-syekh-al-azhar-mesir-kunjungipp-muhammadiyah-bahas-penghargaan-hingga-palestina