Evaluasi Uji Coba Angkot Listrik Bogor, Dishub Bakal Benahi Sistem Pembayaran dan Trayek
Marse mengatakan, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki untuk memastikan kenyamanan dan efisiensi transportasi umum ini. Halaman all
(Kompas.com) 12/07/24 10:50 10515895
BOGOR, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mengungkapkan hasil evaluasi operasional angkot listrik Bogor (Alibo) pasca-tiga bulan masa uji coba.
Kepala Dishub Kota Bogor Marse Hendra Saputra mengatakan, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki untuk memastikan kenyamanan dan efisiensi transportasi umum ini.
“Unit itu harus diperbaiki, dari sisi pintu, sisi TOB (top on bus), kemudian dari sisi AC (air conditioner) yang mungkin kurang dingin, itu kan bagian dari evaluasi,” ungkap Marse saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/7/2024).
Marse mengaku banyak menerima keluhan penumpang soal suhu di dalam angkot yang masih panas kendati telah dilengkapi AC. Terkait ini, pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap pendingin udara.
Dishub juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pembayaran angkot listrik yang selama masa uji coba dilakukan secara tap on bus (TOP), yakni cashless payment atau pembayaran non tunai dengan menggunakan kartu uang elektronik.
Menurut Marse, lantaran belum semua warga memahami sistem pembayaran non tunai dan memiliki kartu uang elektronik, penumpang angkot listrik menjadi minim.
Selain itu, Dishub juga akan mengevaluasi rute angkot listrik. Marse menyebut, rute angkot listrik selama masa uji coba tidak mengakomodir mobilisasi pengguna dari satu titik ke titik lain secara efektif.
Pasalnya, angkot listrik hanya melayani rute di kawasan jantung Kota Bogor, tanpa menghubungkan area fasilitas umum, seperti stasiun, pasar, atau permukiman penduduk.
“Sisi rute emang harus diperbaiki dan dievaluasi terkait dengan titik awal dan titik tujuannya. Kemarin dicek domainnya agak kurang, karena bukan mengantarkan perpindahan warga dari satu titik, ke titik lain. Tapi hanya sekadar untuk perputaran di tengah kota saja,” ujarnya.
Oleh karenanya, lanjut Marse, ke depan pihaknya akan meninjau ulang rute angkot listrik agar dapat menghubungkan titik-titik penting di Kota Bogor.
Misalnya, rute yang menghubungkan stasiun kereta dengan pasar, atau permukiman penduduk dengan pusat bisnis.
“Harus dipikirkan trayek ini adalah trayek perpindahan misalnya dari stasiun ke pasar atau pasar ke pasar,” tutur Marse.
Adapun uji coba angkot listrik Bogor dilakukan selama tiga bulan, terhitung sejak awal April 2024. Selama tiga bulan, ada lima angkot listrik yang beroperasi di Kota Bogor.
Awal Juli 2024, operasional lima angkot listrik itu dihentikan untuk sementara waktu. Hal ini menandakan berakhirnya masa uji coba angkot dan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan PT Kalista Nusa Armada sebagai pihak pengadaan angkot.
Selanjutnya, Pemkot Bogor akan melakukan analisis dan evaluasi terhadap hasil uji coba angkot listrik sebelum menentukan langkah berikutnya.
#angkot-listrik-bogor #uji-coba-angkot-listrik-bogor #pemberhentian-angkot-listrik-bogor