Tinjau Peternakan Sapi di Pancoran, Heru Budi Pastikan Limbah Kotoran Tak Cemari Lingkungan
Limbah kotoran sapi dari peternakan tersebut tidak dibuang secara sembarangan, melainkan diolah menjadi biogas dan pupuk. Halaman all
(Kompas.com) 12/07/24 12:49 10524020
JAKARTA, KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubenur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau peternakan sapi di Cikoko Barat Dalam III RT 009/RW 03, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2024).
Didampingi Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, Heru mendatangi tempat pengolahan kotoran sapi peternakan untuk memastikan limbah tersebut tidak mencemari lingkungan sekitar.
"Sekarang (kotoran sapi) sudah tidak (mencemari lingkungan), dialiri di bawah, salurannya masuk ke septic tank, ada tiga septic tank di sini," ucap Heru saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat.
Heru mengatakan, warga sekitar dahulu sempat mengeluhkan limbah kotoran sapi dari peternakan tersebut. Namun, belakangan, tidak ada lagi aduan warga terkait ini.
Sebab, limbah kotoran sapi dari peternakan tersebut tidak dibuang secara sembarangan, melainkan diolah menjadi biogas dan pupuk.
"Awalnya memang berdiri peternakan dulu tahun 1960-an, tanah masih kosong banyak, sekarang sudah ada perumahan. Semua sudah diolah di sini menjadi biogas, pupuk cair, pupuk padat," ucapnya.
Heru menyebut, pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas penting untuk menghindari pencemaran lingkungan, sekaligus memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu menyebut, pengolahan limbah diawali dari pemrosesan kotoran berupa feses dan urine sapi menggunakan instalasi biogas.
Setelah kotoran diolah melalui instalasi, gas metana akan muncul secara alami. Selanjutnya, gas tersebut akan didistribusikan melalui pipa ke rumah-rumah warga yang bisa dimanfaatkan untuk memasak.
"Ini cukup bagus dalam pengelolaan lingkungan. Peternak sapi tetap di sini dan dengan adanya pengelolaan yang baik, maka warga juga tidak terganggu," ujar Heru.