Strategi Golkar Rayu Kaesang di Jakarta, Tawarkan Jusuf Hamka Cawagub, RK Tetap di Jabar
Golkar mengaku serius dengan menawarkan Babah Alun sebagai cawagub di Jakarta.
(Republika) 12/07/24 14:10 10530965
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan siap untuk mendukung Kaesang Pangarep apabila hendak maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Bahkan, partai berlambang pohon beringin itu telah menyiapkan kadernya, Jusuf Hamka, untuk dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan, pihaknya benar-benar serius untuk menjadikan Jusuf Hamka sebagai bakal calon wakil gubernur (cawagub) apabila Kaesang memutuskan untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta. Pasalnya, pengusaha jalan tol itu dinilai merupakan pakar dalam infrastruktur.
"Beliau (Jusuf Hamka) sudah punya konsep, dan bukan konsep lagi, sudah beliau jalankan bagaimana mengatasi macet di Jakarta," kata Lodewijk di DPP Partai Golkar, Kamis (11/7/2024).
Menurut dia, partainya juga telah mempertimbangkan berbagai faktor untuk mengusung Kaesang dalam Pilgub DKI Jakarta. Meski memiliki elektabilitas tinggi di Jawa Tengah (Jateng), Kaesang dinilai lebih cocok untuk maju di Pilgub DKI Jakarta.
Menurut dia, sosok anak muda seperti Kaesang lebih identik dengan kota besar layaknya Jakarta. Pasalnya, anak muda memiliki banyak kreativitas.
"Coba lihat timnya Mas Kaesang tadi, anak-anak muda. Jadi mereka menggarap kota besar, katakan metropolitan Jakarta, ini akan lebih mudah daripada, katakan Jawa Tengah, beliau harus ke Gunung Kidul Wonosobo dan lain sebagainya," kata dia.
Namun, kreativitas anak muda itu dinilai tetap harus mendapat dukungan dari para pakar. Karena itu, Partai Golkar menyodorkan nama Babah Alun, panggilan Jusuf Hamka, sebagai pasangan Kaesang.
Lodewijk mengeklaim, partainya telah melakukan survei untuk mengukur elektabilitas Kaesang apabila maju di Pilgub DKI Jakarta. Menurut dia, elektabilitas Kaesang cenderung meningkat di DKI Jakarta.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan membawa usulan itu kepada Koalisi Indonesia Maju (KIM). "Kan ini awal. Tentunya bagaimana ada komunikasi lebih lanjut, kemudian ceritanya kan perlu mencari dukungan dari partai lain, kemudian setelah itu kami membentuk tim, baru dilanjutkan sosialisasi," kata dia.
Dengan mengusung Kaesang di Pilgub DKI Jakarta, Lodewijk mengatakan, Ridwan Kamil kemungkinan akan tetap maju di Pilgub Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, partainya tidak mungkin mengusung dua calon dalam satu kontestasi politik.
"Iya karena itu, otomatis Pak RK (Ridwan Kamil) akan tetap di Jawa Barat," kata dia.
Sementara di Jawa Tengah, Golkar juga sudah punya jagoan yakni Kapolda Jateng Irjen Ahnad Luthfi untuk maju di Pilgub. Luthfi dikabarkan akan maju bersama Gus Yasin.
Sikap PSI
Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman mengatakan, partainya masih akan melihat aspirasi dari masyarakat untuk menentukan calon yang akan diusung dalam Pilgub DKI Jakarta. Pasalnya, hal yang paling penting adalah kandidat yang dicalonkan sesuai dengan aspirasi masyarakat.
"Jadi kami masih dalam tahap evaluasi," kata dia.
Ia mengakui, Partai Golkar telah menyampaikan tawarannya terkait memasangkan Kaesang dengan Jusuf Hamka dalam pertemuan dengan PSI. Menurut dia, Partai Golkar menyodorkan Jusuf Hamka karena yang bersangkutan merupakan orang yang telah banyak mengelola masalah transportasi dan infrastruktur jalan.
"Jadi itu adalah sebuah kehormatan. Adapun keputusan akhir terkait akan maju di mana itu nanti masih dalam tahap pembahasan," ujar Andy.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya masih belum memutuskan calon yang akan diusung dalam Pilgub DKI Jakarta. Namun, menyodorkan nama Jusuf Hamka untuk mendampingi Kaesang apabila hendak maju di Pilgub DKI Jakarta.
"Untuk mendukung Mas Ketum, Mas Kaesang, seandainya beliau memilih Jakarta, saya siapkan kader Partai Golkar yang sudah malang melintang di infrastruktur, yaitu Babah Alun," kata dia.
Menurut dia, masih banyak waktu untuk memutuskan calon yang akan diusung dalam Pilgub DKI Jakarta. Karena itu, Partai Golkar tidak akan buru-buru memutuskan.
"Kami akan berbasis ilmiah kepada survei, dan tentu kita juga harus bicara dengan Koalisi Indonesia Maju," kata dia.
#jusuf-hamka #jusuf-hamka-cawagub-jakarta #pilgub-jakarta #pilkada-jakarta #pilkada-dki