BBM Subsidi Dibatasi, Pengguna Pertimbangkan Beralih ke Angkutan Umum
Kata masyarakat soal wacana pembatasan pembelian BBM subsidi. Halaman all
(Kompas.com) 12/07/24 17:35 10545196
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pembatasan dilakukan mulai 17 Agustus 2024.
Rencana itu pun menuai tanggapan masyarakat yang dalam aktivitas sehari-hari menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar kendaraannya.
Krisna (30), pegawai swasta yang menggunakan kendaraan roda dua, mengaku masih menggunakan Pertalite untuk menyusuri jalanan dari Depok ke Jakarta hampir setiap harinya.
Beralih ke Pertamax
Namun, jika nanti jenis kendaraannya ataupun dirinya tak masuk kriteria bisa menikmati BBM subsidi, maka mau tak mau dia rela berganti ke BBM non-subsidi seperti Pertamax.
"Pernah juga pake non-subsidi kok, jadi ya mungkin aja pake non subsidi terus nantinya," kata Krisna kepada Kompas.com, Jumat (12/7/2024).
Senada, Umiyani (32), pengguna kendaraan roda dua yang biasa membeli Pertalite, juga rela beralih menggunakan Pertamax jika pembatasan pembelian diberlakukan dan dirinya tak masuk kriteria pengguna BBM subsidi.
"Mau enggak mau ya beralih (ke Pertamax), karena saya kan pengguna motor jadi harus tetap isi bensin biar bisa ke mana-mana," kata dia.
Umiyani bilang peralihan dari Pertalite ke Pertamax itu akan mempengaruhi keuangannya. Dia mengaku akan melakukan penghematan pada pos keuangannya yang lain supaya bisa membeli Pertamax yang harganya lebih mahal ketimbang Pertalite.
Coba angkutan umum
Selain itu, pengguna Pertalite juga mempertimbangkan untuk lebih sering menggunakan angkutan umum seperti KRL maupun Transjakarta guna menghemat BBM.
"Karena dalam seminggu itu enggak selalu bawa motor, pasti ada 1-2 hari pake KRL dan Transjakarta," kata Krisna.
Ia menilai langkah pembatasan pembelian BBM subsidi mungkin berdampak baik pada anggaran negara, tapi di sisi lain bakal berdampak signifikan pada masyarakat.
Maka dari itu, kata dia, pemerintah perlu memperhatikan dengan tepat skema pembatasannya agar tidak menyulitkan masyarakat. Selain itu, perlu memperhatikan potensi terjadinya antrean panjang di SPBU jelang kebijakan pembatasan diterapkan.
"Dengan adanya pembatasan, tentu harus diperhatikan juga antisipasinya gimana kalau nanti ada antrean di SPBU dan sebagainya, lalu model pembatasannya juga kayak gimana," kata Krisna.
Sementara Umiyani juga mempertimbangkan untuk sesekali menggunakan angkutan umum guna menghemat penggunaan BBM.
"Tentu kalau nanti enggka bisa beli BBM subsidi, saya akan hemat pengeluaran lain supaya bisa tetep beli BBM Pertamax, bisa juga coba untuk pakai angkutan umum nantinya," ucap Umiyani.
Pembatasan BBM bersubsidi
Adapun sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah bakal membatasi pembelian BBM subsidi mulai 17 Agustus 2024.
Hal itu dilakukan sebagai upaya mendorong penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran, serta dapat menghemat anggaran negara.
"Sekarang Pertamina sudah menyiapkan, kita berharap 17 Agustus ini kita sudah bisa mulai, di mana orang yang tidak berhak dapat subsidi itu akan bisa kita kurangi," ujar Luhut dalam unggahan Instagramnya @luhut.pandjaitan, dikutip Rabu (10/7/2024).
Pernyataan terkait pembatasan penyaluran BBM subsidi itu muncul ketika Luhut membahas defisit APBN 2024 yang diperkirakan bakal lebih besar dari target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, ada banyak inefisiensi yang terjadi di berbagai sektor. Maka dari itu, dengan memperketat ketentuan pembelian BBM subsidi diharapkan akan membantu penghematan anggaran.
#bbm #bbm-subsidi #beli-bbm-subsidi-dibatasi #bbm-subsidi-dibatasi