Kapan Harus Prioritaskan Menabung Ketimbang Investasi?
Ada baiknya Anda menyisihkan sejumlah uang untuk masa depan, meskipun penghasilan tak besar. Halaman all
(Kompas.com) 13/07/24 07:00 10605289
JAKARTA, KOMPAS.com - Ada baiknya Anda menyisihkan sejumlah uang untuk masa depan, meskipun penghasilan tak besar. Namun demikian, mana yang lebih baik, menabung atau investasi?
Dikutip dari Lifehacker, Sabtu (13/7/2024), mengetahui secara pasti ke mana uang Anda harus disimpan selalu menjadi tantangan. Akan tetapi, ada saat di mana Anda perlu memprioritaskan menabung ketimbang investasi dan sebaliknya.
Berikut cara mengetahui kapan harus menabung dan investasi.
FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi menabung.Kapan harus memprioritaskan menabung?
Godaan untuk memilih investasi dibandingkan menabung mirip dengan FOMO finansial, terutama ketika rata-rata return pasar saham tampak jauh lebih menguntungkan.
Namun, sebelum Anda memilih saham daripada tabungan, pertimbangkan dengan cermat jadwal Anda untuk memanfaatkan dana Anda.
Prioritaskan menabung jika Anda membayangkan membutuhkan uang kapan saja dalam lima tahun ke depan. Mungkin Anda sedang merencanakan liburan atau DP rumah, atau mungkin dana darurat.
Perlu diingat bahwa tabungan lebih mudah diakses dan memiliki risiko lebih rendah dibandingkan investasi. Tentu saja, risiko yang lebih rendah mungkin terdengar seperti “imbalan yang lebih rendah."
Namun, yang penting, ini berarti Anda tidak akan kehilangan uang dalam tabungan.
Kapan harus memprioritaskan investasi?
SHUTTERSTOCK/TZIDO SUN Ilustrasi investasi. Investasi Surat Berharga Negara (SBN). Jadwal penerbitan SBN 2024.Meskipun rekening tabungan adalah pilihan untuk jangka pendek, Anda dapat beralih ke investasi untuk memenuhi tujuan jangka panjang, seperti menyimpan uang untuk pensiun atau untuk membiayai kuliah anak.
Kuncinya adalah jangan memilih berinvestasi daripada menabung hanya karena FOMO finansial jangka pendek.
Kesimpulan
Bahkan ketika suku bunga tabungan rendah, masih tidak masuk akal untuk mengalihkan uang tersebut ke saham jika Anda berencana untuk memanfaatkannya kapan saja dalam lima tahun ke depan.
Tinjau kembali tujuan keuangan Anda dan jangan membuat kesalahan dengan memasukkan dana jangka pendek ke dalam tabungan jangka panjang.