Geliatkan Ekonomi, Thailand Legalisasi Judi
Kasino legal pertama di Thailand rencananya akan dibuka pada tahun 2029. Ini adalah upaya pemerintah setempat untuk menggeliatkan ekonomi negara. Halaman all
(Kompas.com) 13/07/24 08:00 10612205
JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir setahun setelah pemerintahan Thailand dipimpin oleh Maha Vajiralongkorn, negara ini telah membuat langkah signifikan untuk melegalkan perjudian di kasino.
Legalitas judi ini memang sudah pernah dimunculkan lebih dari 20 tahun yang lalu ketika Thaksin Shinawatra menjadi perdana menteri.
Rancangan undang-undang tersebut mungkin akan diajukan ke parlemen bulan ini, dan Perdana Menteri Thailand saat ini, Srettha Thavisin menetapkan target ambisius untuk meloloskannya pada awal tahun 2025.
Kasino legal pertama di Thailand rencananya akan dibuka pada tahun 2029, lebih cepat dari Jepang yang juga memiliki rencana membuka kasino terbesar di Asia.
Kasino bernama MGM Osaka yang ada di Jepang diperkirakan akan dibuka pada tahun 2030, setelah mendapatkan persetujuan pemerintah pada tahun 2023.
Proses yang sangat cepat dan efisien di Thailand sangat kontras dengan perjalanan panjang Jepang dalam memberlakukan undang-undang kasinonya.
Tindakan cepat ini dilakukan ketika Srettha ingin mendongkrak perekonomian Thailand yang sedang lesu.
"Kompleks hiburan terpadu" berskala besar yang akan dibangun di Phuket dan Bangkok diperkirakan dapat menarik investasi asing lebih dari 10 miliar Dolar AS.
Selain itu, hadirnya kawasan kasino ini dapat menciptakan banyak lapangan kerja, naiknya pendapatan warga serta kota setempat.
Thailand memperkirakan akan menyambut lebih dari 36 juta pengunjung tahun ini, mendekati jumlah wisatawan sebelum pandemi sebanyak 40 juta orang per tahun.
Kebangkitan pariwisata ini meningkatkan kepercayaan diri pemerintah Thailand dalam mereplikasi, dan berpotensi melampaui, kesuksesan Singapura dalam membangun resor terintegrasi di Marina Bay.
Dari Marina Bay ke Chao Phraya
Jika dilihat, visi pembangunan kembali distrik Khlong Toei di Thailand sangat mirip dengan pengembangan Marina Bay di Singapura.
Pembangunan tersebut dilakukan untuk memanfaatkan kembali lahan dalam kota yang kurang dimanfaatkan untuk gedung perkantoran, hotel, ruang ritel, pusat konvensi, taman, museum dan pusat pelayaran.
Lahan tersebut saat ini merupakan Pelabuhan Bangkok, yang nantinya akan direlokasi oleh pemerintah keluar dari ibu kota.
Pembangunan kembali telah direncanakan selama hampir dua dekade namun sulit terwujud, meskipun ada dukungan dari Mantan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dan Gubernur Bangkok saat ini Chadchart Sittipunt.
Pada bulan April, PM Srettha mengisyaratkan dukungannya untuk memindahkan pelabuhan guna membangun kembali daerah tersebut.
Media lokal melaporkan kawasan Khlong Toei merupakakan lokasi potensial untuk sebuah kompleks hiburan, yang menunjukkan bahwa ini mungkin merupakan elemen penting untuk akhirnya mewujudkan cetak biru tersebut menjadi kenyataan.
Namun, jika PM Srettha ingin meresmikan kompleks hiburan dalam masa jabatannya, ia harus mempertimbangkan lokasi lain di luar Bangkok.
Dua lokasi potensial yakni Chiang Mai di utara atau Rayong, sekitar 50 menit berkendara dari Pattaya di pantai timur, akan lebih realistis untuk dijadikan proyek percontohan.
Pembangunan kembali Khlong Toei kemungkinan akan memakan waktu lebih dari satu dekade, serupa dengan jangka waktu yang lama untuk merealisasikan Marina Bay.
Meski demikian, proyek pembangunan Khlong Toei akan tetap menjadi prioritas pemerintah untuk masuk dalam tender.
Thailand mungkin akan mengadopsi pendekatan Singapura dalam melelang proyek pembangunan secara berurutan dari yang paling menarik hingga yang paling tidak menarik.
Hal ini memastikan bahwa setiap lelang proyek akan menarik sejumlah besar penawar, sehingga memaksimalkan persaingan dan nilai, sesuatu yang sangat diabaikan oleh Jepang.
Di Thailand, penolakan publik terhadap perjudian kasino yang dilegalkan sejauh ini relatif sepi. Dengan menggunakan model Singapura sebagai patokan, Thailand juga berupaya menerapkan perlindungan sosial serupa.
Misalnya aturan biaya masuk bagi warga negara Thailand dan membatasi area kasino hingga 5 persen dari luas resor.
Masih terdapat skeptisisme dalam komunitas investor mengenai kemampuan Thailand untuk membangun dan menegakkan kerangka peraturan yang kuat.
Ini sangat penting untuk menarik operator resor kasino terkemuka dari Amerika Serikat, yang terikat oleh persyaratan investasi hanya di area dengan yurisdiksi dan aturan yang ketat.
Jadi ancaman bagi negara tetangga
Kompleks hiburan Thailand siap menjadi gangguan besar dalam industri kasino regional terutama di wilayah Asia.
Karena Thailand juga merupakan wilayah tujuan pariwisata utama Asia, ini menjadi ancaman khusus bagi negara yang punya kasino seperti Singapura dan Malaysia. Faktor lainnya adalah biaya di Thailand yang relatif murah dibandingkan Singapura.
Pada akhirnya, apakah kawasan hiburan di Thailand dapat menjadi pemimpin industri baru di Asia akan bergantung pada tiga hal.
Mulai dari kemampuan Thailand untuk menarik operator papan atas, bagaimana resor tersebut menciptakan pengalaman unik yang memadukan hiburan kelas dunia dengan budaya Thailand, dan bagaimana Singapura, Malaysia, dan negara lain di Asia bersiap untuk tetap bertahan.
Disadur dari tulisan Daniel Cheng yang dimuat di Channel News Asia
#malaysia #pariwisata #singapura #kasino #thailand #judi
https://www.kompas.com/properti/read/2024/07/13/080000621/geliatkan-ekonomi-thailand-legalisasi-judi